POLITIK 38,39

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Politik 38. Pertanyaan: Apa syarat/ kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara dan pemerintah supaya umat Kristen dan warga negara yang lain menaruh hormat dan taat kepada kekuasaan negara? Jawab: Pertama, negara dan pemerintah harus dapat menetapkan hukum/ peraturan perundangan yang sesuai dengan kebenaran. Kedua, negara dan pemerintah wajib menghormati hakhak azasi … Read morePOLITIK 38,39

POLITIK 36,37

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Politik 36. Pertanyaan: Mengapa Alkitab mengajarkan bahwa kekuasaan negara diterima sebagai bentuk anugerah Allah? Jawab: Kekuasaan yang melekat pada manusia, sekecil apa pun, itu adalah anugerah Tuhan. Tuhan mempunyai maksud terhadap kekuasaan yang diberikan kepada manusia. Kekuasaan adalah “tangan Tuhan” untuk mengatur dan mewujudkan hidup manusia yang semakin beradab. Dengan kata … Read morePOLITIK 36,37

YA KEPADA ALLAH !

TIDAK KEPADA DUNIA! YA KEPADA ALLAH! Kejadian 4:17-26 1 Kor.10:31 -Aku menjawab:Jika engkau makan atau jika engkau minum, ataujika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. PENDAHULUAN- Biografi kisah dua keluarga yang berbeda jalan hidup mereka. KAIN PERGI DARI HADAPAN TUHAN Dosa memberikan kita kemampuan dan keinginan untuk meninggalkan TUHAN. KARYA … Read moreYA KEPADA ALLAH !

POLITIK 34,35

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Politik 34. Pertanyaan: Setiap pemerintah memegang dan menjalankan kekuasaan. Lalu, dari manakah asal kekuasaan itu? Jawab: Kekuasaan negara berasal dari bermacam-macam sumber, tergantung pada sistem pemerintahan dan ideologi yang dianut oleh negara yang bersangkutan. Pada dasarnya ada tiga sumber kekuasaan negara. Pertama, kekuasaan negara yang bersumber religius, yaitu kekuasaan negara yang … Read morePOLITIK 34,35

POLITIK 32,33

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Politik 32. Pertanyaan: Negara adalah organisasi/ lembaga yang menjalankan kekuasaan. Lalu, apa yang dimaksud dengan kekuasaan negara itu? Jawab: Kekuasaan negara, juga disebut wewenang atau otoritas, ialah kekuasaan yang dilembagakan atau diorganisasikan, yang berfungsi sebagai sarana untuk menjalankan negara. Dengan demikian, kekuasaan negara yang seperti itulah, memerlukan tanggung jawab bagi pemegangnya … Read morePOLITIK 32,33

POLITIK 30,31

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Politik 30. Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan politik? Jawab: Kata “politik” berasal dari bahasa Yunani, polis, yang artinya kota atau negara, dan politeia, yang berarti keseluruhan warga negara, hak kewarganegaraan, bentuk pemerintahan, dan tata negara. Berangkat dari makna mendasar tersebut, kata “politik’ dapat diuraikan sebagai berikut: Pertama, pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau … Read morePOLITIK 30,31

AGAMA DAN GEREJA 29

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Kemajemukan Agama dan Kepelbagaian Gereja 29. Pertanyaan: Dalam hidup di tengah keberbagaian gereja, kita dimungkinkan untuk mengikuti ibadah di gereja lain. Bagaimana pandangan dan sikap kita jika mengikuti kebaktian gereja lain? Jawab: Sikap orang Kristen harus terbuka, namun tetap kritis. Itu dalam rangka setia menjaga identitas gereja. Akan tetapi, jangan diartikan … Read moreAGAMA DAN GEREJA 29

AGAMA DAN GEREJA 27,28

PELENGKAP KATEKISMUS HEIDELBERG: Bidang Kemajemukan Agama dan Kepelbagaian Gereja 27. Pertanyaan: Dalam menghadapi pergumulan yang sama, umat beragama yang berbeda-beda itu, bisa berkumpul dan berdoa bersama. Bagaimana pandangan dan sikap kita terhadap hal itu? Jawab: Setiap umat beragama mengenal berdoa, yang pada hakikatnya merupakan sarana menjalin relasi antara umat dengan Tuhan. Dalam menghadapi persoalan bersama, … Read moreAGAMA DAN GEREJA 27,28

AGAMA DAN GEREJA 26

26. Pertanyaan: Dalam kehidupan bersama yang di dalamnya terdapat keanekaragaman agama, sangat memungkinkan terjadinya kawin campur, yaitu perkawinan antar umat agama. Bagaimana pandangan dan sikap kita terhadap hal itu? Jawab: Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan bahwa perkawinan itu sah menurut agama. Itu berarti, perkawinan disebut sah jika disahkan oleh satu agama. Konsekuensinya, pernyataan … Read moreAGAMA DAN GEREJA 26