ANGKA 666 ???


ANGKA 666??
Wahyu 13:1-18

PENDAHULUAN
Angka 666 dalam Wahyu 13:18 telah menjadi objek penafsiran yang sulit di sepanjang sejarah penafsiran kitab Wahyu. Banyak buku telah ditulis mengenai subyek tersebut. Dari berbagai tulisan yang telah ada, disini kita mencoba menulis sesuatu mengenai hal tersebut.

LATAR BELAKANG
Kebanyakan sarjana setuju bahwa kitab Wahyu ditulis pada suatu waktu di mana orang-orang Kristen dianiaya dengan cara yang keras (lih. 1:9; 2:13; 3:10; 6:9; 17:6; 18:24; 19:2; 20:4). Kitab Wahyu juga menunjukkan bahwa pada saat itu terjadi penyembahan kepada kaisar (lih. 13:4, 15-16; 14:9-11; 15:2; 16:2; 19:20; 20:4). Bukti kuat menunjukkan kepada tahun-tahun terakhir pemerintahan Domitian (tahun 90-an), di mana kemungkinan besar orang-orang Kristen bertemu dengan klaim penyembahan kaisar ini.
Tujuan Yohanes dalam menulis kitab ini adalah untuk memberikan kekuatan kepada mereka yang tidak berkompromi dengan praktik penyembahan berhala sehingga dapat tetap bertahan, serta memperingatkan mereka yang berkompromi agar bertobat dan menjadi saksi-saksi Kristus yang telah bangkit. Yohanes menyatakan bahwa penghukuman akan dinyatakan kepada komunitas gereja yang murtad dan palsu, yakni mereka yang memihak kepada sistem dunia yang menentang Allah.

PEMBAGIAN WAHYU 13
1.Perikop 13:11-18 dapat dibagi ke dalam dua bagian, yakni (1) Negara memberikan kuasa kepada sekutu politik, agama, dan ekonominya sebagai agen untuk menganiaya gereja dan untuk menipu orang-orang yang tidak saleh (ay. 11-17). (2) Orang-orang percaya sejati dinasihatkan untuk membedakan penyembahan yang benar dari yang salah demi mempertahankan iman mereka (ay. 18).

2.Bagian pertama (ay. 11-17) memiliki pola yang sama dengan pola yang terdapat dalam Daniel 7, yakni: (1) binatang yang lain melangkah maju (ay. 11) dan (2) ia diberikan kuasa implisit oleh binatang pertama (ay. 12a, 14a), dan (3) efek dari kuasa tersebut digambarkan dalam ayat 12b-17.

3.Sedangkan bagian kedua (ay. 18) merupakan salah satu dorongan yang ditujukan kepada umat Tuhan agar memiliki hikmat untuk menghitung angka dari binatang pertama itu, yakni 666. Ayat inilah yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam bagian pembahasan di bawah ini.

EKSEGESIS WAHYU 13:18
1.Angka 7 yang merujuk pada kesempurnaan dipakai berulang kali di dalam kitab Wahyu. Sedangkan angka 6 hanya muncul di sini. Dengan demikian, angka 666 tersebut dimaksudkan sebagai kontras dengan angka-angka 7 yang ilahi di dalam kitab ini dan menunjukkan ketidaksempurnaan.
2.Angka 666 diartikan sebagai angka Anti-Kristus, yang mengacu pada Kaisar Neron dan Kaisar Domitian yang diberi julukan sebagai ‘Kaisar Nero yang hidup kembali’ karena kekejamannya menyerupai Nero. Maka, angka 666 melambangkan juga untuk semua kaisar, penindas, atau siapapun yang mengambil peran sebagai Anti-Kristus sepanjang jaman.

3.Memang ada pendapat dari Gereja Advent Hari Ketujuh yang mengatakan bahwa Paus dengan gelar Vicarius Filii Dei, jika huruf-hurufnya dijumlahkan lalu berjumlah 666 (Vicarius =112, Filii=53, Dei=501.Namun masalahnya, gelar Paus bukan Vicarius Filii Dei, tetapi Vicarius Christi (Vicar of Christ), yang kalau dijumlah adalah 214 bukan 666.

4.Sebaliknya pihak Gereja Roma Katolik mencoba menunjukkan bahwa nama pendiri Gereja Advent Hari Ketujuh yaitu Ellen Gould White, jumlahnya 666, sebab Ellen=100, Gould=555, dan White=11. Nah, apakah dengan demikian maka Ellen Gould White adalah binatang yang disebutkan dalam kitab Wahyu 13?
Maka harus diterima bahwa hal hasil penjumlahan tersebut sebenarnya kebetulan dan dapat terjadi kepada siapa saja. Maka yang terpenting adalah menemukan makna allegoris yang ingin disampaikan dengan angka 666 itu..

5.Dengan memahami makna alegoris tersebut, maka kita tidak dibingungkan oleh kenyataan bahwa angka 666 kemungkinan dapat tercetak pada bar code barang- barang yang kita beli. Angka 666 itu maksudnya mengacu kepada seseorang yang mempunyai figur sebagai AntiKristus, sehingga tidak terkait dengan barang- barang seperti permen, coklat ataupun sabun. Jadi tidak perlu menjadi anti terhadap bar-code ataupun barang- barang dengan bar-code. Yang terpenting adalah mewaspadai, agar jangan sampai kita terpengaruh oleh ajaran- ajaran sesat yang dapat berkembang menjelang akhir jaman, yang akan diajarkan oleh seorang tokoh AntiKristus.

APLIKASI
1.Dalam upaya memerangi umat Allah, sang naga menggunakan berbagai cara. Wahyu 13 menuturkan skenario besarnya, yakni dengan memperalat negara dan agama.
Di tengah kekacauan bangsa-bangsa (laut), keluarlah sosok binatang yang sangat kuat lagi mengerikan. Berkepala tujuh yang bertuliskan nama-nama hujat dengan tanduk sepuluh, bermahkota, dan bersosok mirip macan tutul, beruang, dan singa. Tak pelak lagi kekuasaan politik dan para penguasanyalah yang sedang digambarkan di sini. Di zaman Yohanes, ini menunjuk kepada Kekaisaran Romawi, terutama dengan raja-rajanya yang antikristen. Iblis berada di balik kekuasaan politik dan para penguasanya, sehingga mereka berani meninggikan diri di hadapan Allah (Domitianus menuntut diakui sebagai Tuhan dan disembah sebagai Allah), menuntut penyembahan rakyat, dan menganiaya para pengikut setia Kristus.

2. Lebih bahaya daripada aniaya adalah tipu daya Iblis. Sebagian besar penduduk bumi menyembah (ayat 14), membangun berbagai penyembahan berhala (ayat 14b), dan akhirnya dimeterai sebagai milik Iblis (ayat 16-17).
Binatang ganjil keluar dari dalam bumi, dengan dua tanduk seperti anak domba dan berbicara laksana sang naga. Ia menjadi pelaksana kuasa binatang yang pertama dan dengan itu ia mengajak seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang yang pertama. Melalui pengaruhnya yang sangat luar biasa, ia menyebabkan hampir semua orang menerima tanda sang binatang pertama di dahi mereka. Orang-orang itu menyediakan diri menjadi pengikut dan penyembah kekuasaan politik bersifat tirani dan memusuhi Allah.
Akan tetapi, hanya Yesus yang memiliki tujuh Roh Allah, yang memegang tujuh kaki dian, dan yang berhak membuka tujuh meterai Allah (777, lih. pasal 1:12, 19).
Camkan: Persekongkolan Iblis itu tidak lebih hanya 666, bukan 777. Iblis tidak mungkin mencapai kesempurnaan dan kepenuhan Allah dalam Yesus Kristus.

Renungkan: . Kepada umat Kristen sepanjang segala zaman diharapkan kewaspadaan sebagai umat Kristen agar jangan tertipu oleh berbagai tipu daya iblis dan menjadi panggilan untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus mengatasi berbagai pengainiayaan.

Leave a Comment