ANTROPOLOGI KRISTEN 2

TEOLOGI SISTIMATIKA

TS 15B- ANTROPOLOGI KRISTEN (2)

 

Asal Usul Manusia

Doktrin tentang manusia disebut juga “Anthropology”. Kata ini berasal dari kata Yunani; “Anthropos”, berarti: manusia dan “Logos”, artinya: pikiran atau uraian. Suatu pertanyaan yang sangat penting adalah mengenai asal usul manusia. Manusia selalu ingin mengetahui dari mana asalnya dan kemana dia akan pergi. Untuk itu, perlulah kita mengetahuinya.

Tiga teori yang membicarakan mengenai hal ini ;

Evolusi Atheistik

Pandangan ini berpendapat bahwa “semua kehidupan yang ada sekarang berasal dan kehidupan yang tingkatnya lebih rendah”. Teori evolusi mengatakan bahwa perkembangan dari binatang bersel satu berubah bentuk menjadi ikan, binatang-binatang, monyet, dan akhirnya menjadi manusia. Hal ini hanya sebuah teori belaka. Tidak ada bukti yang kuat dan tepat, sebab “Missing Link” dan tingkat peralihan tidak pernah ditemukan. Teori evolusi ini didasarkan atas dugaan belaka. Teori ini berdasarkan “Yang bertahan adalah yang kuat”, namun tidak memperhitungkan asal mula datangnya makhluk yang pertama. Mereka gagal memperhitungkan asal mula datangnya makhluk yang pertama. Mereka gagal memperhitungkan asal-usulnya kehidupan, sebab mereka menolak Allah sebagai sumber dari segala yang hidup.

Evolusi Theistik

Teori ini berpendapat hampir sama dengan teori yang diatas. Meskipun begitu ada perbedaan sedikit, yaitu bahwa makhluk yang rendah diciptakan oleh Allah. Kebenaran ini hanya sebagian, yaitu bahwa Allah hanya menciptakan sebagian dari alam semesta. Pandangan ini juga salah, sebab Allah menciptakan tiap-tiap jenis ciptaan. Bukan evolusi dan mereka. Semua jenis binatang, diciptakan untuk berkembang biak. Bukan untuk merubah bentuk menjadi bentuk yang lain. Seekor kuda hanya dapat memperanakkan kuda kecil dan kuda tak pernah memperanakkan seekor monyet. Demikian juga, monyet tidak dapat memperanakkan seorang bayi manusia.

Kreasi Theistik

Pandangan ini memegang fakta Alkitabiah bahwa Allah adalah sumber kehidupan, asal usul, dan pemeliharaan seluruh bentuk kehidupan. Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya (Kej. 1:1). Allah ciptakan segala malaekat, ikan laut, burung di udara, singa di hutan, dan manusia sebagai makhluk yang termulia dari seluruh ciptaan Allah (Kej 1). Manusia adalah ciptaan Allah secara langsung. Manusia merupakan ciptaan Allah yang berbeda dengan makhluk ciptaan yang lain. Manusia adalah “Master Piece” ciptaan Allah.

 

Hubungan

Maksud Allah menciptakan manusia adalah supaya Allah dapat berhubungan (relationship) melalui komunikasi. Allah Bapa mau sebuah keluarga yang besar dan saling mengenal secara pribadi. Sepanjang Alkitab, Allah merindukan satu persekutuan dan hubungan dengan manusia. Dosalah yang menyebabkan hubungan antara Allah dan manusia terputus. Allah tetap mencari jalan untuk dapat berhubungan dengan manusia. Dalam Perjanjian Baru, hubungan dengan manusia sepenuhnya digenapi  melalui Kristus.(Yoh 14:1 6-20)

 

Karakter

Maksud Allah yang kedua adalah untuk memproduksi wujud dari karakter Allah. Allah bermaksud supaya anak-anakNya kelihatan sama dengan Dia dari dalam. Ia mau mempunyai keluarga “yang serupa dengan Dia” (Kej 1:26). Kata karakter dengan “teladan” mempunyai hubungan yang erat (Ibr 1:3). Yesus mengungkapkan teladan Allah. Kata Gerika mengenai “Gambar dan Rupa Allah” dikaitkan dengan pengertian “Karakter”. Allah menginginkan manusia untuk dapat mengambil bagian dalam sifat Ilahi-Nya (II Pet 1:4-7) menjadi serupa dengan teladan anak-Nya (Roma 8:28-29)

 

 

SUMBER:

http://kathartizo.blogspot.com/2011/06/anthropologycitra-diri-manusia.html

Leave a Comment