ARMAGEDON


ARMAGEDON
Wahyu 16:1-16

1.Apa sebetulnya harmagedon? Dalam Wahyu 16:16, tertulis, “Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon”. Kata Harmagedon hanya disebut sekali dalam Alkitab. Lokasi nama ini tidak ditemukan di bagian lain Alkitab, sehingga secara geografis tidak terdeteksi. Bisa jadi ini adalah nama simbolis, sehingga yang diperlukan adalah pemahaman teologis berdasarkan perikop di mana teks ini ada. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Harmagedon adalah Megido, yaitu daerah perbukitan di jajaran Bukit Karmel. Pendapat ini berdasarkan nama Harmagedon yang dalam bahasa Siria disebut Magedon yang bisa berarti permukaan datar. Di daerah ini Yosua bertempur dan mengalahkan banyak musuh (band. Yosua 10: 40, 11: 16; daerah perbukitan). Dalam Hakim-Hakim 5:19-20, tercatat kisah peperangan Debora dan Barak mengalahkan Raja Sisera di dekat mata air Megido. Di lokasi ini juga terjadi pertempuran antara Yosia dan Nekho. Yosia tak mengindahkan pesan Allah yang disampaikan lewat Nekho, dan ini menjadi akhir dari kehidupannya. Yosia gugur di Megido, di daerah lembahnya (2 Tawarikh 35: 22).

2.Tampaknya peristiwa pertempuran yang dicatat dalam Perjanjian Lama cocok dengan gambaran permukaan datar sebagai arena perang. Secara geografis saat ini, letak Megido di antara Bukit Karmel dan Bukit Tabor.
Daerah yang tidak terlalu luas sehingga dengan demikian kurang tepat kalau ditafsirkan disini akan ada peperangan besar pada akhir zaman. Tetapi ada juga golongan gereja yang menafsirkannya demikian. Golongan gereja ini menganut teologia yang disebut Dispensasi Preminealis.

3.Apakah teologia Dispensasi Preminealis? Secara singkat sesuai uraian kita dapat dikatakan bahwa ajaran ini mengajarkan bahwa Tuhan Allah mempunyai “dua anak istimewa”: pertama Umat Israel dan kedua Umat Kristen. Diajarkan bahwa Kristus datang menjelma menjadi manusia untuk menjadi raja umat Israel, tetapi apa mau dikata umat Israel menolak Yesus sebagai raja mereka. Lebih dari itu umat Israel menyalibkan Yesus. Yesus mati, dikuburkan dan bangkit kembali. Sehubungan dengan penolakan umat Israel maka Tuhan Allah melalui Yesus Kristus mempunyai rencana kedua yaitu mengumpulkan umat tebusan yaitu mendirikan gereja Tuhan, terbuka untuk orang dari segala bangsa termasuk didalam nya orang Yahudi yang bertobat dan percaya akan nama Yesus. Namun demikian rencana Allah dengan orang Israel belum selesai. Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menjadi Raja di Yerusalem selama 1000 tahun.

4.Dengan latar belakang konteks pengajaran tadi maka ajaran ini mengenal perang Armagedon sebagai perang besar besar an kekuatan Anti Kristus yaitu negara negara yang memusuhi dan mau membinasakan Israel . Hanya dengan kedatangan Kristus yang mengadakan intervensi maka kekuatan musuh musuh Israel dapat dikalahkan. Peperangan hebat, dahsyat ini lah yang disebut Perang Armagedon dalam konteks pengajaran teologia Dispensasi Preminealis. Ajaran ini banyak mempengaruhi orang orang Kristen Amerika Serikat dari denominasi denominasi tertentu. Dan orang orang Kristen yang menganut ajaran ini masuk dalam bidang politik mereka menjadi anggota kongres, senat dan juga menjadi Presiden Amerika Serikat. Tidak heran maka dalam politik luar negerinya Amerika Serikat dengan segala upaya selalu berpihak kepada Israel. Mengapa ? Tidak lain Karena berpendapat bahwa negara Israel adalah umat pilihan Allah. Padahal nyatanya negara Israel adalah negara sekuler yang tidak melibatkan Tuhan Allah dalam pemerintahannya. Rakyat Israel sekarang banyak yang atheis dan tidak peduli terhadap Tuhan Allah. Hanya minoritas kecil yang pecaya kepada Allah yaitu mereka mereka yang menganut agama Yahudi . Jadi penafsiran yang menempatkan negara Israel sekarang sebagai umat Alllah yang istimewa seperti umat Israel zaman Perjanjian Lama tidaklah tepat. Umat Tuhan sekarang Cuma ada satu yaitu didalam Kristus dimana didalamnya ada orang kafir dan orang orang Yahudi ( 1 Kor 12:13; Gal.3:28; Kol. 3:11)

5.Kembali kepada apa yang telah disinggung diatas baiklah Wahyu 16: 16 jangan ditafsirkan secara harafiah Karena daerah Harmaagedon terlalu sempit untuk dipakai sebagai peperangan besar besaran tentara dengan pasukan pasukan dengan jumlah tantara yang besar.
Dalam Wahyu 16: 1-16, sangat jelas bahwa Allah menumpahkan cawan murka-Nya. Dia menghukum dunia yang memberontak kepada-Nya. Orang-orang yang menjadi pengikut setan ditimpa cawan murka Allah. Lalu diceritakan roh setan mengadakan perbuatan ajaib dan menggerakkan para raja-raja dunia untuk berperang. Ini disebut sebagai peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah yang Mahakuasa (ayat 14). Perang besar, itulah pesannya, dan tempatnya disebut Harmagedon. Jelas sekali ini tidak mengacu lokasi fisik yang dikenal sebagai Megido, wilayah yang kecil. Dan Harmagedon juga tak menggambarkan perang fisik yang besar. Bacalah ayat 15, jelas sekali Firman Allah, “Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya”.

6.Ayat ini sama sekali tidak mencerminkan perang fisik. Ayat ini jelas bermakna rohani, sebagaimana yang diucapkan Tuhan Yesus di kitab Injil. Maka jelaslah ini gambaran simbolis dari perang besar (perang rohani), di mana peperangan ini hanya akan dimenangkan oleh mereka yang berjaga-jaga, yang hidup sesuai Firman Allah. Yang tidak telanjang dan tidak terlihat kemaluannya, yaitu orang yang hidup suci, tidak berlumur dosa. Bukan orang kuat fisiknya, dan hebat senjatanya. Bukan soal negara adidaya, tapi soal moral yang teruji dan terpuji. Perang rohani adalah perang sejati yang secara konsisten digambarkan oleh Alkitab.

7.Paulus mencatat dengan jelas bahwa musuh kita bukan darah dan daging, melainkan melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara (Efesus 6: 11-18). Karena itu kita harus mempersiapkan diri, khususnya menuju perang terakhir. Gambarannya tepat seperti kitab Wahyu. Mereka yang menafsir perang ini ke arah fisik jelas tak sejalan dengan Alkitab. Apalagi menuding negara, atau tokoh tertentu sebagai antikris, sekalipun bisa siapa saja. Jadi jelas, perang Harmagedon adalah perang rohani yang besar. Besar karena merupakan perang akhir, di kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Perang Harmagedon adalah perang strategis, soal setia atau tidak pada kebenaran.
Jangan tunggu Harmagedon, karena perang telah berlangsung dari dulu, sekarang, hingga Harmagedon. Karena itu berjaga-jagalah, janganlah menjadi pecundang melainkan pemenang. Jangan terjebak dengan tafsir yang spekulatif. Selamat bijak, selamat berperang

ARMAGEDDON MENURUT PANDANGAN GEREJA ADVENT:
http://gelorafirman.org/simak-perbandingan-pandangan-tentang-armageddon/
Salam kasih dalam Yesus Kristus,
Sejauh saya tahu, hanya Advent yang menyatakan bahwa Israel dalam nubuatan akhir zaman tidak berkenaan dengan bangsa Israel fisik, tapi Israel Rohani (Umat Allah). Dan hanya Advent yang meyakini bahwa masa 1000 tahun adalah waktu umatNya ada di surga, sedang gereja lain menyatakan 1000 tahun adalah di bumi ini.
Dalam keyakinan kita, Armagedon bukanlah perang fisik antara Israel dengan lawannya, tapi perang yang bersifat rohani yaitu Umat Allah yang di tindas oleh Antikristus.

Leave a Comment