AWAN GELAP DALAM HIDUP

peta-perj-padang-gurun
AWAN GELAP DALAM HIDUP
BILANGAN 20:1-29

GARIS BESAR
Bilangan 20:1 = Miryam mati
Bilangan 20:2-13 = Dosa Musa dan Harun
Bilangan 20:14-21 = Edom menolak permintaan orang Israel melalui negerinya
Bilangan 20:22-29 = Harun mati

1.Peristiwa-peristiwa dalam pasal ini dimulai pada tahun ke-40 setelah mereka ke luar dari Mesir (lihat Bilangan 20:22-29; 33:38). Bangsa itu telah mengembara di padang gurun selama 39 tahun. Sebagian besar angkatan pertama telah mati tanpa menerima apa yang dijanjikan karena ketidakpercayaan mereka (lihat Bilangan 13:1-14:45); tidak lama kemudian anak-anak mereka akan memasuki negeri yang dijanjikan.

Dalam pasal 20 ini, ada tiga peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan umat.
2.Peristiwa Pertama, Dapat kita baca di Bil.20:13
2.1.Dipicu oleh gerutuan umat, Musa dan Harun kehilangan kendali. Seharusnya Musa berkata kata saja dihadapan bukit batu tetapi ia memukulkan tongkatnya ke bukit batu itu dan akhirnya dari sana keluar air.

2.2.Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.
Kitab Keluaran 17, 40 tahun yang sebelumnya, Musa juga mencatat sebuah tempat bernama Meriba (Rafidim) secara sekilas. Namun di sini, di “Meriba dekat Kadesh di Padang Gurun Zin”, Musa dan Harun berdosa yang menyebabkan mereka tidak akan masuk Kanaan. (Bilangan 27:12-14).. Tidak diketahui apakah Meriba Rafidim tersebut sama atau berbeda dengan Meriba Kadesh.
2.3.Kita belajar bahwa pemimpin rohani seharusnya lebih menaati perintah Tuhan daripada mengikuti emosinya.Meski sangat manusiawi, tetapi seorang pemimpin mendapatkan tuntutan dari Allah yang lebih berat daripada tuntutan-Nya kepada umat.
3.Peristiwa Kedua ialah, Israel ditolak oleh ‘saudara’ senenek moyang mereka, Edom untuk melewati tanah mereka (Bil.20:14-21). Walau bersaudara, kedua bangsa ini juga kerap bermusuhan. Umat belajar untuk bersabar mengikuti pimpinan Tuhan. Sikap yang sabar itu menghindarkan perang antars audara.Kesabaran sesungguhnya membuat kita lebih bijak dalam melihat kemana Tuhan sedang memimpin hidup kita.Sabar membuat kita tidak mengandalkan emosi saja, tetapi logika yang sehat ikut bekerja.
4.Peristiwa ketiga Peristiwa Kematian Miryam dan Harun (Bil.20:1, 22-29). Kematian Miryam tidak tercatat respons umat, tidak demikian dengankematian Harun, umat menangisinya Karena Harun adalah imam besar mereka. Mungkin kehilangan Harun mengingatkan mereka akan hukuman Tuhan atas Harun dan Musa yang tidak boleh masuk ke tanah perjanjian. Kematian Harun menandai peralihan kepemimpinan dari Harun kepada Eleazar.
5.Berbagai peristiwa hidup terjadi dalam kehidupan umat Israel dan khusus dalam fasal ini berbagai peristiwa pahit dan duka. Gerutuan umat, pemimpin yang menjadi marah, penolakan saudara, dan kematian pemimpin. Dalam Peristiwa peristiwa diatas ada hal hal yang dapat dihindari sebenarnya.
5.1.Hal menggerutu ini bisa dihindari kalau kita mampu untuk mengalhikan perhatian dari hal yang tidak menyenangkan kepada berkat berkat Tuhan yang telah diterima. Dari pada menggerutu yang tidak memecahkan masalah dan lebih memberatkan hidup lebih baik bersyukur dan bersyukur. Ini meringankan hidup dan memuliakan Tuhan dan Tuhan akan memberi pertolonganNya tepat waktu.
5.2.Kehilangan kendali dan menjadi marah seperti Musa. Ini dapat dihindari sebelum emosi mencapai titik didih. Mohon pertolongan Roh Kudus. Dalam situasi emosi segera alihkan dan fokuskan pikiran kepada Roh Kudus dan katakan Roh Kudus tolong saya.Kemarahan tidak mengerjakan kehendak Allah.
5.3.Kematian tidak dapat kita hindari. Pada waktunya semua dari kita akan mati dan meninggalkan dunia ini. Isi hidup dengan karya pelayanan bagi kemuliaan Tuhan dan berkat bagi sesama.

Leave a Comment