BUAH PERTOBATAN1

HASILKAN BUAH PERTOBATAN 1

Lukas 3:7-9

1.Gaya kotbah Yohanes Pembaptis termasuk frontal dan menantang pada pendengarnya. Kata katanya keras tidak pakai bungkus yang indah. Apa adanya itu disampaikan seperti tegurannya kepada kaum Farisi dan Saduki , dua kelompok pemuka agama:  “Hai kamu keturunan ular beludak´ Pemuka agama yang terhormat dimata masyarakat Yahudi ketika datang kepada Yohanes Pembaptis dikatakan sebagai orang orang yang licik, penuh tipu muslihat dan memiliki bisa yang mematikan. Artinya tipu muslihat mereka membawa kematian rohani.

2.Teguran selanjutnya Yohanes mengatakan agar mereka jangan mengandalkan diri dan berbangga diri sebagai keturunan Abraham yang diberkati Tuhan. Itu tidak menjamin keselamatan kalau kelakuan mereka jauh dari tindakan beriman dari Bapa Abraham.

3.Mereka semua diajak untuk bertobat.Meninggalkan hidup lama dengan segala status kebanggaan keagamaan , tetapi kelakuannya jauh dari menyenangkan Allah. Mereka diajak bertobat. Tinggalkan hidup lama dan mulai hidup baru dan menghasilkan buah buah pertobatan, yaitu hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dalam kekudusan,kebenaran, keadilan , kebaikan, kemurahan hati dan menjauhi hidup keagamaan yang penuh kepura puraan. Jangan lagi melaksanakan kewajiban agama untuk show supaya dapat pujian, tetapi kewajiban keagamaan untuk menyenangkan Tuhan dan berkat bagi sesame manusia.

4.Teguran dan peringatan ini berlaku juga bagi kita orang orang Kristen. Tidak bisa untuk keselamatan kita mengandalkan orang tua Kristen atau nenek dan kakek moyang Kristen tujuh turunan. Tujuh keturunan Kristen tetapi kalau yang bersangkutan tidak pernah kegereja, tidak pernah berdoa, tidak pernah membaca Alkitab dan hidup kebenarannya mengandalkan kebaikan moral sendiri semata, maka mereka tidak akan selamat.

5.Kalau ada diantara sdr sdr pembaca yang demikian, maka kepada anda diajak untuk bertobat, meninggalkan hidup lama. Mulai hidup baru, dengan mengandalkan karya penebusan Kristus disalib sebagai pembuka hubungan dengan Allah Bapa. Untuk keselamatan mengandalkan pengorbanan Kristus dan mengandalkan kebaikan dan kesempurnaan hidup Kristus. Dilanjutkan dengan hidup berterima kasih kepada Allah Bapa dan Yesus Kristus serta mengandalkan pimpinan Roh Kudus untuk melakukan apa yang baik dan berkenan dihadapan Allah dan manusia.