BUBAR JALAN

KARAMAZOV BERSAUDARA (THE KARAMAZOV BROTHERS)

BUKU   2-PERTEMUAN TANPA PENYELESAIAN

 

FS 5-8-BUBAR-JALAN

1.Ketika Elder  Zossima dan Alyosha kembali ke ruangan lain biara , Ivan sedang berbicara dengan para biarawan tentang pemisahan gereja dan negara. Dia tidak menganjurkan pemisahan, karena dia percaya bahwa jika gereja adalah institusi yang menghukum kejahatan, kejahatan akan benar-benar tidak ada. Penjahat akan lebih takut dikucilkan gereja daripada hukuman penjara.

Elder Zossima menanggapi refleksi  Ivan dengan mengatakan bahwa satu-satunya hukuman yang efektif adalah “kesadaran akan nurani sendiri.”

2.Namun, sebelum mereka dapat memperdebatkan masalah ini, Dmitri secara tiba tiba masuk  ke dalam ruangan. Dia meminta maaf atas keterlambatannya, mengatakan bahwa Smerdyakov mengatakan kepadanya waktu yang salah untuk pertemuan itu. Elder Zossima tidak marah, dan dia menyambut  Dmitri dengan hangat. Dmitri duduk, dan para pria melanjutkan debat teologis mereka. Ivan berpendapat bahwa “tidak ada kebajikan jika tidak ada keabadian.” Para laki laki akan saling memakan  satu sama lain  baik secara kiasaan maupun secara harafiah. Tanpa kepercayaan pada keabadian, kejahatan menjadi tidak terhindarkan.

3.Dmitri dan  Fyodor yaitu ayahnya mulai bertengkar. Fyodor Karamazov sang ayah  menuduh Dmitri berutang uang kepadanya .Dmitri menuduh Karamazov tua mengejar Grushenka, seorang gadis yang dia kejar. Karamazov menjadi sangat marah sehingga dia menantang Dmitri untuk berduel, dan Dmitri yang marah berseru, “mengapa orang seperti ini hidup didunia ?” Ketika mereka sedang  bertengkar dan berteriak, Elder Zossima membungkuk dan mencium kaki Dmitri. Semua orang terkejut; mereka tidak tahu harus harus berbuat apa. . Semua orang keluar dan melanjutkan makan siang dengan Elder Zossima kecuali Fyodor. Dia memutuskan untuk tidak menghadiri makan siang.

4.Sementara Alyosha sedang berjalan pulang, Zossima mengatakan kepadanya bahwa ia sebaiknya  meninggalkan biara dan bergabung kembali dengan dunia. Dia memberi tahu Alyosha untuk “tetap dekat dengan kedua kakakmu.  Alyosha sangat kesal dengan nasehat ini karena dia ingin bersama Elder  Zossima, yang sedang menderita suatu penyakit. Terganggu oleh nasihat Elder  Zossima, Alyosha tetap melanjutkan percakapan. Dia membahas tindakan Elder  dengan Rakitin, seorang “siswa teologi”  atau seorang seminarian. Rakitin, memprediksi pembunuhan Karamazov tua  oleh Dmitri. Alyosha sedikit terkejut. Rakitin berhipotesis bahwa Ivan ingin menikahi Katerina untuk mas kawinnya. Alyosha menolak untuk percaya ini. Dia mengatakan bahwa Ivan mengejar “hal-hal yang lebih tinggi … mungkin penderitaan dan siksaan yang dia kejar.” Rakitin tidak menyukai Ivan.

5.Fyodor berubah pikiran dan memutuskan untuk pergi makan siang, dengan menu lima macam. Setelah menceritakan kisah-kisah yang tidak menyenangkan dan menyerang para biarawan karena mengambil keuntungan dari orang-orang percaya, dengan mengatakan bahwa mereka “menghisap darah orang miskin, “Ivan membawa ayahnya ke kereta. Ketika mereka pergi, Fyodor berteriak pada Alyosha untuk meninggalkan biara dan kembali dengan Fyodor. Ketika ayah dan putranya pulang, Fyodor menjanjikan minuman kepada Ivan.

SUMBER:

https://www.gradesaver.com/the-brothers-karamazov/study-guide/summary-book-2

http://www.ccel.org/d/dostoevsky/karamozov/htm/

 

UNTUK DIRENUNGKAN:

1.Ivan yang senang berdiskusi pokok pokok teologis

2.Fyodor dan Dmitri yang sifatnya hampir sama, kurang mempedulikan orang lain, sangat egoistis, bertengkar dimuka umum dan saling membuka kejelekan masing masing.

3.Bapak Zossima seorang rohaniwan yang sabar, bijak, banyak memberi nasehat  dan petunjuk rohani. Seorang yang patut menjadi teladan.

  1. Rakitin, seorang “siswa teologi” atau seorang seminarian yang hatinya kurang lurus.

5.Pelajaran apa yang dapat anda tarik dari berbagai sifat orang orang tersebut diatas?

NOTE:

Buku Ini adalah drama spiritual yang bergumul mengenai masalah Allah, iman, Teodisi, kebimbangan, penghakiman dan akal budi. Buku ini berhasil mencatatkan dirinya dalam  kelas literatur dunia.

 

 

 

 

 

Leave a Comment