PENDERITAAN ADALAH FAKTA

TEODISI IV.ALKITAB DAN PENDERITAAN   01.PENDERITAAN ADALAH FAKTA 1.Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan adalah fakta, bukan imaginasi atau ilusi. Ada pandangan Teodisi yang berpendapat bahwa kejahatan dan penderitaan itu ilusi saja. Itu merupakan kesalahan dalam persepsi pemikiran.  Bertolak dari sana ada yang mengembangkan ajaran teologia bahwa sakit itu juga ilusi dan bukan fakta. Untuk menyembuhkan penyakit … Read morePENDERITAAN ADALAH FAKTA

HARAPAN MASA DEPAN

TEODISI IV.BERBAGAI PANDANGAN KRISTEN   01.HARAPAN ESKATOLOGIS (MASA DEPAN) 1.Dalam pemahaman ini dimengerti bahwa Tuhan  berjanji bahwa kejahatan dan penderitaan  hanya untuk waktu yang terbatas dalam sejarah manusia. Allah akan mengakhiri semuanya, dan kejahatan akan dijawab dengan benar melalui kehancurannya. Lebih jauh, harapan masa depan yang Tuhan tawarkan akan menghakimi, memberi kompensasi , Dia tempatkan … Read moreHARAPAN MASA DEPAN

TINJAUAN DARI KITAB AYUB

TEODISI III.ALKITAB DAN TEODISI   04.BUKU AYUB 1.Brueggemann memperlakukan Kitab Ayub yang alkitabiah sebagai contoh utama dari “tantangan teodisi  yang baru dimunculkan ” terhadap  “penyelesaian teodisi Kitab Ulangan”. Pekerjaan “tidak bercela dan lurus, orang yang takut akan Allah dan berbalik dari kejahatan,” [Ayub 1: 1] tetapi meskipun demikian ia menderita “semua kejahatan yang dibawa Tuhan … Read moreTINJAUAN DARI KITAB AYUB

TINJAUAN DARI KITAB ULANGAN

TEODISI III.ALKITAB DAN TEODISI   04.PENJELASAN TEODISI KITAB ULANGAN 1.Brueggemann mengamati bahwa, sementara berbagai buku Alkitab tidak menyetujui suatu teodisi, ada “penyelesaian teodisi” sementara dalam Kitab Ulangan yang Alkitabiah.  “Penjelasan teodisi” dalam Kitab Ulangan menafsirkan semua kesengsaraan sebagai hukuman yang adil untuk dosa, yaitu, sebagai pembalasan. Brueggemann mendefinisikan “gagasan teologis tentang pembalasan” sebagai “asumsi atau … Read moreTINJAUAN DARI KITAB ULANGAN

ALLAH DAN KEJAHATAN

TEODISI III. ALKITAB DAN TEODISI   01-ALLAH DAN KEJAHATAN DI DALAM ALKITAB 1.Alkitab memuat banyak contoh tentang Allah yang mengirim kejahatan (evil) , baik dalam bentuk “kejahatan moral” yang dihasilkan oleh manusia yang berbuat dosa dan “kejahatan fisik” atau  penderitaan.  Dua penggunaan alkitabiah dari kata evil parallel definisi Kamus Bahasa Inggris Oxford dari kata (a) … Read moreALLAH DAN KEJAHATAN

TEODISI AGUSTINUS

TEODISI II.TINJAUAN SEJARAH GEREJA   02.TEODISI AGUSTINUS SIAPA AGUSTINUS? Agustinus dari Hippo (dalam bahasa Latin: Aurelius Augustinus Hipponensis, lahir 13 November 354 – meninggal 28 Agustus 430 pada umur 75 tahun), juga dikenal sebagai Santo Agustinus, atau Saint Augustine , adalah seorang filsuf  dan teolog Kristen awal yang tulisannya mempengaruhi perkembangan Kekristenan Barat dan filsafat Barat. Ia adalah uskup Hippo Regius(sekarang Annaba, Aljazair), yang terletak di Numidia(provinsi Romawi di Afrika). Ia dipandang sebagai salah seorang Bapa Gereja terpenting dalam Kekristenan … Read moreTEODISI AGUSTINUS

TEODISI IRENEUS

TEODISI II.TINJAUAN SEJARAH GEREJA   TEODISI IRENEUS SIAPA IRENEUS ? Ireneus (atau Irenæus, Irenaeus; ±130–202M) adalah seorang Kristen mula-mula yang dikenal menjabat sebagai Uskup di Lugdunum, Gallia, (sekarang Lyon/Lyons, Prancis).[1][2] Ia dihormati sebagai salah satu Bapa gereja perdana dan pakar apologetik Kristen mula-mula. Tulisan-tulisannya sangat kaya akan informasi mengenai perkembangan awal teologi Kristen. Ia merupakan murid (atau “pendengar”; hearer) dari Polikarpus,[3] yang secara tradisional merupakan murid langsung dari Yohanes sang Penginjil, yaitu salah seorang dari Keduabelas … Read moreTEODISI IRENEUS

KESIMPULAN

TEODISI I.TINJAUAN FILSAFAT   KESIMPULAN DAN PENUTUP Penderitaan manusia dan eksistensi Allah bukanlah sesuatu yang selayaknya dipertentangkan. Dalam penderitaan, manusia membuka dimensi terhadap yang transenden, ia membuka pintu bagi transendensi. Kendati mengalami penderitaan, banyak orang, meskipun tidak selalu, tetap memiliki kepercayaan dan harapan kepada Allah. Dengan demikian, eksistensi Allah tidaklah dapat dipahami sebagai entitas yang … Read moreKESIMPULAN

TEODISI KLASIK

TEODISI I.TINJAUAN FILSAFAT   04.TEODISEA KLASIK DAN KETERBATASANNYA 1.Ada yang berpendapat bahwa penderitaan haruslah ditempatkan di dalam keseluruhan realitas. Dengan demikian akan kelihatan, bahwa ia memang perlu ada, antara lain demi kebaikan dan terang yang lebih besar. Ibaratnya sebuah lukisan, keindahan justru didapatkan kalau kita memasukkan warna gelap ke dalam lukisan itu. Filsuf Perancis Rene … Read moreTEODISI KLASIK

ALLAH MATI,LALU?

TEODISI I.TINJAUAN FILSAFAT   03.APA YANG TERJADI SETELAH ALLAH MATI? 1.Pertanyaan diatas  semakin mendesak ketika dihadapkan pada fakta bahwa penderitaan ternyata tetap ada, bahkan penderitaan tersebut tampil dalam bentuk yang baru dan lebih mengerikan? Dengan menyatakan bahwa Allah telah mati, permasalahan teodisea tidak otomatis terselesaikan, manusia tidak otomatis terbebaskan. Ketika Allah dinyatakan mati, manusia kehilangan … Read moreALLAH MATI,LALU?