DONGGALA DAN PALU

DONGGALA DAN PALU

Tiba tiba saja nama Donggala dan Palu di Pulau Sulawesi menjadi pusat pemberitaan, bukan saja dalam negeri Indonesia tetapi juga didunia internasional. SEbabnya tidak lain karena bencana alam yang menerjang dan memporakporandakan kedua kota tadi pada tgl. 28 September 2018. Tiga bencana terjadi : gempa bumi, tsunami dan tanah yang amblas.

Mengiringi bencana alam ini disana sini terdengar berita berita sbb.:
1.Ratusan korban yang meninggal, yang luka luka, dan yang kehilangan harta benda mereka. Batalnya berbagai acara yang semula direncanakan oleh Kementrian Pariwisata diwilayah tsb.
2.Ada berita penjarahan pusat perbelanjaan . Bahan makanan dijarah, tetapi juga menyasar ke toko elektronik. Apakah ini aksi spontan? Ataukah diorganisir dengan maksud menjatuhkan kredibilitas pemerintah?
3.Kisah Heroik dari Bp. Antonius Gunawan Agung , petugas Menara pengawas udara yang berhasil memandu pesawat Batik Air lepas landas dengan berhasil, sedang dirinya harus loncat dari Menara pengawas yang mau ambruk karena gempa. Akhir kisah dia meninggal dirumah sakit.
4.Kisah kesaksian pilot Batik Air yang gelisah dan ingin cepat cepat terbang, sehingga dengan izin Menara pengawas ia menerbangkan pesawatnya 3 menit sebelum jadwal seharusnya. Setibanya di Makassar baru ia tahu adanya gempa di Palu. Beda 3 menit yang memberi keselamatan kepada pilot dan semua penumpang. Pilot ini mengembalikan segala puji syukur kepada Tuhan Yesus yang telah menolongnya.
5.Kisah kesaksian pertolongan Tuhan lainnya yang menyentuh hati dan masih banyak lagi kisah kisah yang bersifat pribadi yang tidak dituliskan disini, belum lagi berbagai berita hoaks yang beredar.

Berhadapan dengan bencana alam, manusia menjadi kecil dan tidak berdaya. Tehnologi mutakhir peringatan dini pun tidak menolong banyak. Dengan tehnologi modern ruang angkasa telah ditaklukkan, tetapi bencana alam: banjir, gempa bumi,tsunami, belum dapat ditaklukan dan dihilangkan keberadaannya. Oh ya, bencana ini bukan yang terakhir, masih ada bencana bencana lain yang menyusul diberbagai tempat yang berbeda. Dengan demikian bumi kita ini bukan tempat yang aman untuk didiami.
Menurut Alkitab ini semua disebabkan karena kejatuhan manusia pertama kedalam dosa. Akibatnya, hubungan antar manusia terganggu, demikian juga binatang buas memangsa manusia dan tidak ketinggalan bumi tempat kita berdiam disana sini menimbulkan bencana bagi manusia. Lalu apa pengharapan kita? Dalam hal ini ilmu pengetahuan dan tehnologi tidak dapat menyelamatkan. Satu satunya pengharapan seharusnya ditujukan kepada Tuhan Yesus sendiri. Dia berjanji akan mendatangkan bumi yang baru bebas dari gangguan bencana alam. Wahyu 21:1 -Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Wahyu 21:5- Ia yang duduk diatas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”
Siapa saja yang berhak untuk masuk ke langit baru dan bumi baru? Tidak lain mereka yang mau percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat. “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engakau akan selamat,engkau dan seisi rumahmu.”(Kis.Ras.16:31)

Doa Syafaat: untuk para korban, untuk bantuan makanan, obat obatan, untuk petugas pemerintah, polisi, tentara, untuk para relawan dalam dan luar negeri, untuk semua pihak agar makin peka terhadap tanda tanda zaman.