GEREJA ANTIOKHIA

A C T S
GEREJA ANTIOKHIA
Kis Ras. 11:19-30

1.Sampai sejauh ini, para rasul tidak menunjukkan tanda-tanda adanya maksud untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia, tetapi tetap tinggal di Yerusalem sambil bersaksi kepada orang-orang Yahudi. Lukas sekarang mengisahkan permulaan perluasan gereja ke seluruh Yudea dan Samaria. Perluasan ini terjadi bukan karena visi dan rencana gereja, tetapi karena tindakan pengaturan Allah yang menyebarkan orang-orang percaya karena penganiayaan terhadap Stefanus. Penganiayaan ini terjaadi sekitar 5 tahun yang lalu.
Mereka yang melarikan diri karena penganiayaan tidak melarikan diri dari pekerjaan mereka. Meskipun pada saat itu mereka menghindari penderitaan, tetapi mereka tidak menghindari pelayanan.

2.Mereka mula mula hanya menginjili orang-orang Yahudi saja tetapi juga kemudian kepada orang orang Yunani yang ada di Antiokhia. Orang Yunani disini adalah orang Yunani asli maupun Yahudi yang berkebudayaan Yunani. Antiokhia adalah ibu kota Siria dan merupakan kota ketiga terbesar dalam kekaisaran Romawi setelah Roma dan Alexandria.
Banyak di antara para pemberita Injil itu adalah orang Yudea dan Yerusalem asli. Namun begitu, beberapa dari mereka lahir di Siprus dan Kirene, seperti Barnabas (4:36) dan Simon (Mrk. 15:21).

3.Sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan, mereka menjadi percaya. Mereka berbalik kepada Allah. Orang Yahudi meninggalkan kebenaran dari Hukum Taurat dan orang Yunani meninggalkan kepercayaan mereka yang lama. Mereka berbalik dari cara hidup yang menuruti kedagingan, lalai, dan duniawi, untuk menjalani hidup yang kudus, sorgawi, rohani, serta ilahi.
Di Antiokhia kelahiran baru yang besar ini tidak menyebabkan adanya pemberontakan di sinagoge Yahudi, karena orang-orang Yahudi di ibukota ini sudah mendengar khotbah dari Nikolaus, seorang Yahudi penyembah berhala yang tadinya beralih menjadi penganut Yudaisme dan kemudian menjadi percaya kepada Kristus. Jadi sangat jelas bahwa kebebasan di Antiokhia jauh lebih besar dibandingkan dengan yang ada di Yerusalem. Dengan demikian, pemberitaan Injil bisa berlangsung tanpa gangguan.

4.Gereja di Yerusalem mengutus Barnabas dari sana, untuk memelihara gereja yang baru lahir ini, dan untuk menguatkan baik tangan para pemberita Injil maupun jemaat, serta meneguhkan kepentingan Kristus di sana.
Barnabas mengerjakan apa yang bisa diperbuatnya untuk menguatkan mereka, untuk meneguhkan di dalam iman orang-orang yang telah dimenangkan pada iman tersebut
Barnabas pergi menemui Saulus, mengajaknya bergabung dalam pekerjaan Injil di Antiokhia.
Barnabas mau membawa Saulus ke Antiokhia walaupun kemudian Saulus menjadi lebih terkenal, dan meredupkan dia di sana. Namun Barnabas sangat rela untuk menjadi kurang menonjol jika itu berguna bagi pelayanan.

5. Melalui pelayanan Barnabas dan Saulus, gereja ini bertumbuh pesat dan dalam waktu hanya satu tahun mereka mampu:
5.1.Berkoinonia: bertumbuh dalam persekutuan dengan rekan-rekan seiman dari berbagai suku bangsa dibawah bimbingan Barnabas dan Saulus (ay.26)
5.2.Berdiakonia: sepakat untuk menyisihkan uang dan mengumpulkannya bagi mereka yang membutuhkan (ay. 29,30)
5.3. Mengutus misionaris – menaati tuntunan Roh Kudus yang berbicara dalam pertemuan doa mereka untuk menyerahkan orang-orang tertentu kedalam tangan Tuhan, untuk pekerjaan yang diembankan Tuhan kepada mereka (bnd. 13:2-3).
• Gereja Antiokhia menjadi gereja pengutus dan penunjang misi Allah kepada berbagai bangsa, menjadi basis misi bagi Paulus dan rekan-rekannya selanjutnya.

6.Kehormatan apa yang sekarang diberikan kepada jemaat di sana. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Tahun berdirinya gereja di Antiokhia tidak dinyatakan dengan jelas. Nampaknya ia berdiri tidak lama setelah kematian Stefanus, mungkin sekitar tahun 33 hingga 40
Secara bergantian, Petrus, Barnabas, Titus, Yohanes Markus, Yudas Barsabas, Silas, dan bila naskah Barat benar, penulis dari buku ini sendiri, semuanya dihubungkan dengan gereja di Antiokhia. Patut untuk diperhatikan bahwa dapat dikatakan mereka semuanya terlibat dalam misi kepada bangsa-bangsa lain dan disebut-sebut dalam Surat Kiriman Paulus maupun di dalam Kisah Para Rasul.

RENUNGAN
1.Penganiyaan dan berbagai peristiwa yang nampaknya buruk tidak senantiasa harus berakibat buruk. Dalam kaca mata iman harus dicari akan rencana Allah dibalik itu semua yang dapat membawa kebaikan bagi pribadi dan kemajuan pekerjaan Tuhan.

2.Tuhan bukan saja memakai kaum pejabat gereja, tetapi juga anggota anggota biasa yang tidak terlatih untuk mengembangkan pekerjaan Tuhan. Sampai sejauah mana sdr bersedia dipakai Tuhan?

Leave a Comment