HENOKH DIANGKAT ALLAH

HENOKH DIANGKAT ALLAH

Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. SEbab sebelum terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

  1. Bandingkan Ibr 11:5 dengan Kej. 5:22 dimana  kita membaca tentang Henokh

(1) Bahwa ia hidup bergaul dengan Allah, yaitu bahwa ia benar-benar saleh, dan semua orang tahu kesalehannya. Ia giat berbuat saleh, terus berbuat saleh, dan bertekun dalam kesalehannya dengan kepatuhan terhadap Allah, bersekutu dengan Allah, dan puas di dalam Allah.

(2) Bahwa ia diangkat Allah, supaya ia tidak mengalami kematian, tidak pula bagian apa saja dari dirinya ditemukan di bumi. Sebab Allah mengangkatnya, jiwa dan raga, ke dalam sorga, seperti yang akan dilakukan-Nya terhadap orang-orang kudus yang akan didapati hidup pada saat kedatangan-Nya untuk kali kedua.

(3) Bahwa sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian (Ibr.11:5), bahwa ia berkenan kepada Allah. Ia memiliki bukti akan perkenanan Allah di dalam hati nuraninya, dan Roh Allah bersaksi dengan rohnya. Siapa yang dengan iman hidup bergaul dengan Allah di dunia yang berdosa ini, mereka berkenan kepada Allah, dan Allah akan memberi mereka tanda-tanda perkenanan-Nya, dan memberi mereka kehormatan.

  1. Apa yang dikatakan tentang iman seperti Henokh kita baca di Iberani 11:6. Dikatakan bahwa tanpa iman ini, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah, tanpa iman yang dapat membantu kita hidup bergaul dengan Allah, sebuah iman yang aktif. Dan bahwa kita tidak dapat datang kepada Allah kecuali kita percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
  2. Orang harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah adalah sebagaimana adanya Ia, seperti yang sudah Dia nyatakan tentang diri-Nya sendiri dalam Kitab Suci. Dia adalah Keberadaan dengan kesempurnaan-kesempurnaan tak terhingga, yang terdiri atas tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Perhatikanlah, kepercayaan akan keberadaan Allah yang diterapkan dalam perbuatan sehari-hari, sebagaimana yang diwahyukan dalam firman, akan menjadi pengikat yang kuat dalam jiwa sehingga jiwa senantiasa takjub kepada-Nya. Kepercayaan itu akan menjadi kekang untuk menjauhkan kita dari dosa, dan pemacu untuk membuat kita mematuhi Injil dalam segala perilaku kita.
  3. Bahwa Ia memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Di sini amatilah,

[4.1] Karena kejatuhan kita telah kehilangan Allah. Kita telah kehilangan terang, hidup, kasih, keserupaan, dan persekutuan ilahi.

[4.2] Allah dapat kita temukan lagi melalui Kristus, Adam kedua.

[4.3] Allah telah menentukan sarana dan cara-cara yang dengannya Ia dapat ditemukan. Yaitu memperhatikan dengan saksama sabda-sabda-Nya, menjalankan ketetapan-ketetapan-Nya, dan hamba-hamba Tuhan melaksanakan tugas mereka sebagaimana mestinya dan berhubungan dengan jemaat-Nya. Juga dengan mengikuti bimbingan Allah yang penuh dengan maksud pemeliharaan, dan dalam segala sesuatu menantikan dengan rendah hati hadirat-Nya yang penuh anugerah.

[4.4] Siapa yang mau menemukan Allah dengan cara-cara- Nya ini harus mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Mereka harus mencari-Nya pagi-pagi, dengan sungguh-sungguh, dan dengan tekun. Apabila mereka mencari Dia, mereka akan menemukan-Nya; apabila mereka menanyakan Dia dengan segenap hati. Apabila mereka sudah menemukan Dia, sebagai Allah yang sudah berdamai dengan mereka, maka mereka tidak akan pernah menyesali susah payah yang sudah mereka alami dalam mencari Dia.