HUKUMAN DAN DIDIKAN TUHAN

peta-perj-padang-gurun
HUKUMAN DAN DIDIKAN TUHAN
Bilangan 14:1-10,26-34

1.Mari kita lihat dulu Bilangan 13 yang mengkisahkan pengintaian tanah Kanaan oleh 12 orang pengintai mewakili suku suku Israel. Apa yang mereka laporkan sebagai hasil pengintaian? Laporan terbagai 2 macam laporan. Laporan pertama dari 10 pengintai melaporkan fakta yang mereka lihat tetapi dengan kesimpulan negative bahwa mereka tidak mungkin memasuki tanah Kanaan Karena bangsa yang mendiami negeri itu kuat dan besar. Laporan kedua oleh Yosua dan Kaleb, memberi laporan yang sama bahwa negeri itu subur, penduduknya kuat dan besar , tetapi diakhiri dengan rekomendasi sbb.: “Kita akan maju dan menduduki negeri itu sebab kita pasti akan mengalahkannya”. (Bilangan 13:30).

2.Sangat disayangkan bangsa Israel mudah menjadi gentar dan lebih memilih laporan ke 10 pengintai yang hanya melihat kesulitan, kesukaran Karena penduduknya besar besar.
Seharusnya tidak ada alasan bagi generasi yang telah melihat campur tangan Tuhan yang dahsyat, seperti: tiang awan, tiang api, manna, air yang keluar dari cadas, dll, ini untuk mempercayai laporan sepuluh pengintai tersebut. Pertanyaannya ialah bagaimana mereka dapat memilih secara salah lebih mempercayai kespuluh pengintai yang kurang beriman, sehingga menyebabkan mereka memberontak kepada Tuhan.

3.Kesalahan bangsa Israel adalah mereka melakukan penafsiran yang sangat keliru. Tuhan akan membawa mereka ke negeri Kanaan yang berlimpah susu dan madunya, tetapi mereka memandangnya sebagai tempat yang mematikan. Mereka melihat secara terbalik dengan apa yang Tuhan lihat. Apa yang dikatakan baik oleh Tuhan, mereka katakan buruk, dan sebaliknya. Mereka lebih memilih untuk kembali ke Mesir walaupun Mesir adalah tempat perbudakan, tempat pembinasaan, tidak ada kasih, tidak ada anugerah, dan janji kepada Abraham tidak pernah terwujud. Orang yang berhati jahat akan memiliki mata yang kotor sehingga menghalangi mereka melihat dari cara pandang Tuhan. Kebenaran Tuhan dan janji Tuhan tidak bisa mereka lihat.

4.Pada akhirnya, hati yang jahat tersebut membuahkan pemberontakan. Bangsa Israel menolak Tuhan, dan hendak mengangkat pemimpin baru untuk membawa mereka kembali ke Mesir. Pada saat itulah Kaleb dan Yosua bersaksi kepada mereka bahwa yang menyertai bangsa Kanaan sudah meninggalkan Kanaan. Yosua dan Kaleb adalah saksi/ pembawa suara Kebenaran bagi bangsa Israel. Kalau mereka mau mendengarkan kedua orang tersebut maka mereka akan selamat. Tetapi bangsa Israel yang sudah dikuasai dosa justru mau merajam kedua orang itu.

5.Hukuman Tuhan atas bangsa Israel diulang berkali-kali yaitu dalam Bilangan 14:22-23, 26-34. Tuhan menghukum mereka sesuai dengan apa yang mereka katakan (ayat 28). Bangsa Israel menjadi generasi yang dimurkai, Kalau bukan karena syafaat Musa (13-19), tentu Tuhan sudah menghabisi umat yang tidak tahu diri ini. Sehingga sebagai ganti, hukuman diperingan. Seluruh orang dewasa yang keluar dari Mesir harus mati di padang gurun, Hanya generasi kedua yang boleh masuk ke tanah perjanjian (31).

6.Kita harus hidup beriman dan berserah. Meyakini akan rencana Tuhan itu baik. Jangan terperangkap kepada kesulitan kesulitan yang kelihatan, lalu mencoba hidup sesuai dengan jalan dan rencana kita sendiri. Dengan cara tersebut sebenarnya kita memberontak terhadap Tuhan dan rencanaNya. Disana sini kita juga melakukan kesalahan yang sama seperti bangsa Israel. Syukur bahwa Tuhan Yesus sudah memikul hukuman kita diatas kayu salib. Kemudian kalau kita dalam hidup baru masih melawan dan memberontak, maka Allah Bapa akan mendisiplin dalam rangka mendidik kita untuk menjadi anak anakNya yang lebih baik dan dapat dipakai untuk menjadi alat bagi kemuliaanNya.

Leave a Comment