KRISTUS RAJA


KRISTUS RAJA
Mzm 2:1-6

1.Kalau mazmur sebelumnya berbicara tentang moral, dan menunjukkan kepada kita kewajiban kita, maka mazmur 2 ini bersifat Injili, dan menunjukkan kepada kita Juruselamat kita. Di bawah lambang kerajaan Daud (yang berdiri atas didasarkan pada ketetapan ilahi, dan yang menjumpai banyak perlawanan, namun berjaya pada akhirnya), Kerajaan Mesias, Anak Daud, dinubuatkan, yang merupakan maksud dan tujuan utama dari mazmur ini.
Dalam mazmur ini lambangnya kurang banyak dibicarakan dan yang diperlambangkan lebih banyak dibicarakan, dibandingkan dengan mazmur-mazmur Injili yang lain, sebab di dalamnya tidak ada yang lain selain yang ditujukan kepada Kristus, dan ada beberapa hal yang sama sekali tidak berlaku bagi Daud seperti, “Anak-Ku Engkau” (ay. 6-7), “Ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (ay. 8), dan “Ciumlah kaki-Nya” (ay. 11). Semua itu ditafsirkan sebagai ayat-ayat yang berbicara tentang Kristus (Kis. 4:24; Kis. 13:33; Ibr. 1:5). Di sini Roh Kudus menubuatkan,

2.Mazmur 2 adalah pernyataan Mesias (“yang diurapi”) (ayat 2). Karena para pemimpin dunia berontak melawan Allah, Allah menetapkan Mesias sebagai Pemimpin Agung Allah untuk memerintah dunia ini. Pemberontakan para pemimpin dunia melawan Allah hanya membuat Allah menertawakan mereka (ayat 4). Yang sesungguhnya raja adalah Allah di dalam kepemimpinan sang Mesias (ayat 6,7). Allah memberikan otoritas dan kuasa penuh kepada-Nya atas dunia ini (ayat 8-9). Allah sudah menetapkan-Nya, maka sia-sialah para pemimpin dunia memberontak terhadap-Nya (ayat 1-3). Dengan wibawa Ilahi Mesias mengimbau para pemimpin dunia untuk bersikap bijaksana (ayat 10), taat dan mengakui kedaulatan Allah (ayat 11). Dengan demikian mereka tidak akan menerima murka Allah (ayat 12ab), melainkan aman berlindung kepada-Nya (ayat 12c).

3.Dia dilantik di Sion, gunung kekudusan Allah, sebuah pelambang bagi jemaat Injil, sebab di atasnyalah Bait Allah dibangun, dan oleh karena itulah seluruh gunung itu disebut kudus. Takhta Kristus didirikan di dalam jemaat-Nya, yaitu di dalam hati semua orang percaya dan di dalam perkumpulan-perkumpulan yang mereka bentuk. Hukum Injili Kristus dikatakan keluar dari Sion(Yes. 2:3; Mi. 4:2), dan oleh sebab itu Sion dikatakan sebagai markas besar bagi panglima ini, kursi kerajaan bagi penguasa ini, yang di dalam Dia anak-anak manusia akan bersuka.

4.Tuhan Yesus adalah Mesias. Dialah Pemimpin Agung yang diutus Allah untuk mendirikan Kerajaan Allah di muka bumi ini.
Pada masa masa ini kita perlu menyadari betapa dunia membutuhkan pemimpin yang baik dan bijak untuk membawa dunia ke masa depan lebih baik. Tuhan Yesus tidak saja menyelamatkan, tetapi juga memimpin kehidupan agar damai sejahtera Allah terwujud.

5.Kita harus menyanyikan ayat-ayat Mazmur ini dengan lompatan kegirangan yang kudus, merayakan kemenangan atas semua musuh Kerajaan Kristus (tanpa ragu bahwa mereka semua akan segera dijadikan tumpuan kaki-Nya), dan merayakan kemenangan di dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya orang kepercayaan yang diberi kuasa. Kita harus berdoa, dengan percaya teguh akan jaminan yang diberikan di sini, “Bapa di sorga, datanglah kerajaan-Mu. Kiranya kerajaan Anak-Mu datang.”
Tahun tahun mendatang realitas hidup umat Tuhan tidak semakin ringan. Justru tantangan semakin kuat untuk menolak ketuhanan Yesus dan kesaksian Kristen terhadap Dia. Namun Dia yang sudah melalui penderitaan dahsyat kini memerintah sebagai Tuhan dan Raja. Kita bukan hanya bisa bertahan bahkan mampu menyuarakan kebenaran tentang Kristus ini kepada semua orang dengan nada kemenangan!