PENDAHULUAN SURAT EFESUS

ephesians
SURAT RASUL PAULUS KEPADA JEMAAT EFESUS

Penulis : Paulus
Tema : Kristus dan Gereja
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 M

Latar Belakang
1.Surat Efesus merupakan salah satu puncak dalam penyataan alkitabiah dan menduduki tempat yang unik di antara surat-surat Paulus. Surat ini tidak ditulis sebagai jawaban terhadap suatu kontroversi doktrinal atau persoalan pastoral seperti banyak surat lain, sebaliknya Efesus memberikan kesan akan luapan penyataan yang melimpah sebagai hasil dari kehidupan doa pribadi Paulus.

2.Surat Efesus termasuk dalam kelompok kronologis yang sama dengan surat Paulus kepada jemaat di Kolose, Filemon dan Filipi yang secara kolektif disebut sebagai “surat-surat penjara” sebab ditulis ketika Paulus dipenjara untuk pertama kalinya di Roma. Tampaknya Paulus tiba di Roma pada musim semi tahun 61. Kisah Para Rasul mengisahkan bahwa Paulus tinggal selama dua tahun penuh di sana di sebuah rumah yang disewa olehnya (Kis. 28:30), yang berarti dia tinggal di sana hingga musim semi tahun 63. Mungkin dia dibebaskan sesaat sebelum Roma dibakar pada tahun 64. Di dalam surat Filipi disebutkan bahwa dia menantikan pembebasan tersebut (1:19-26), sebuah harapan yang juga diungkapkannya dalam Filemon 22. Surat Efesus, Kolose dan Filipi dikirimkan pada saat yang bersamaan oleh utusan-utusan yang sama pula (Ef. 6:21, 22; Kol. 4:7-9; Flm. 12, 23, 24).

Tujuan
Tujuan Paulus dalam menulis surat ini tersirat dalam Ef 1:15-17. Dengan tekun ia berdoa sambil merindukan agar para pembacanya bertumbuh dalam iman, kasih, hikmat, dan penyataan Bapa yang mulia. Dia sungguh-sungguh menginginkan agar hidup mereka layak di hadapan Tuhan Yesus Kristus (mis. Ef 4:1-3; Ef 5:1-2). Oleh karena itu, Paulus berusaha untuk menguatkan iman dan dasar rohani mereka dengan menyatakan kepenuhan maksud kekal Allah dari penebusan “dalam Kristus”(Ef 1:3-14; Ef 3:10-12) untuk gereja (Ef 1:22-23; Ef 2:11-22; Ef 3:21; Ef 4:11-16; Ef 5:25-27) dan untuk setiap orang (Ef 1:15-21; Ef 2:1-10; Ef 3:16-20; Ef 4:1-3,17-32; Ef 5:1–6:20).

Isi Surat Ini.
1.Bersama dengan surat Kolose, surat ini menekankan kebenaran bahwa Gereja adalah tubuh dengan Kristus sebagai Kepalanya. Sekalipun Paulus telah mengemukakan kebenaran yang sama sebelumnya dalam Roma 12 dan I Korintus 12, di sini dia mengembangkannya lebih lengkap lagi.

2.Tidak ada pokok penyataan yang lebih tinggi daripada yang dicapai dalam surat ini yang menunjukkan orang percaya sebagai duduk bersama dengan Kristus di surga dan yang menghimbau orang Kristen untuk hidup sesuai dengan panggilan yang tinggi tersebut.

3.Sesungguhnya surat ini terbagi menjadi dua bagian utama, masing-masing terdiri atas tiga pasal.
3.1.Dalam Efesus 1-3 sang rasul mengatakan kepada orang percaya bagaimana kedudukan mereka di dalam Kristus,
3.2.dalam Efesus 4-6 dia mengemukakan apa yang harus dilakukan orang Kristen karena keberadaan mereka di dalam Kristus tersebut.

4.Sering ditunjukkan bahwa isi surat ini dapat dirangkum dengan tiga kata duduk, berjalan dan berdiri.
4.1.Menurut kedudukannya, orang Kristen berada bersama dengan Kristus di surga (2:6);
4.2.tanggung jawabnya adalah hidup sesuai dengan panggilannya (4:1);
4.3.orang percaya dipanggil untuk tetap berdiri teguh terhadap semua rencana jahat Iblis dan terhadap “roh-roh jahat di udara” yang hebat sekali (Ef 6:10-20).

Ciri-ciri Khas
Empat ciri utama menandai surat ini.
1. Penyingkapan kebenaran teologis akbar dalam pasal 1-3 (Ef 1:1–3:21) dihentikan sejenak oleh dua doa rasuli yang paling berkuasa dalam PB: yang pertama memohon hikmat dan wahyu dalam pengenalan akan Allah (Ef 1:15-23); yang kedua berfokus pada mengenali kasih, kuasa, dan kemuliaan Allah (Ef 3:14-21).

2. Maksud dan tujuan abadi Allah bagi gereja ditekankan dalam surat Efesus.

3.Beraneka segi dari peranan Roh Kudus di dalam kehidupan Kristen ditekankan (Ef 1:13-14,17; Ef 2:18; Ef 3:5,16,20; Ef 4:3-4,30; Ef 5:18; Ef 6:17-18).

4.Surat Efesus kadang-kadang dianggap sebagai “surat kembar” dengan Kolose, karena persamaan dalam isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama (bd. Garis Besar kedua surat itu).

SALAM UNTUK ANDA
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Kita dapat dikuatkan bahwa di sepanjang hidup kita, Tuhan akan memberi kita kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera yang kita butuhkan untuk menjalani hidup bagi-Nya..

Dia b’ri kasih karunia yang lebih besar saat beban semakin besar,
Dia kirim kekuatan yang lebih besar ketika pekerjaan bertambah;
‘Tuk penderitaan yang bertambah, Dia tambahkan rahmat-Nya,
‘Tuk cobaan berganda, Dia menggandakan damai sejahtera.

Kasih karunia Tuhan tak terukur, rahmat-Nya tak terbatas,
damai sejahtera-Nya tak terkatakan.

Leave a Comment