PENTABHISAN KEDALAM JABATAN

peta-perj-padang-gurun
PENTAHBISAN KEDALAM JABATAN
BILANGAN 8:1-26

1.Pemangku jabatan digereja dilantik ( ditahbiskan ) kedalam jabatannya. Dalam gereja Protestan kita mengenal pelantikan pendeta untuk menunaikan tugasnya sebagai gembala, pemberita firman, melayani sakramen baptisan, sakramen perjamuan kudus, tugas tugas pastoral , dllnya. Disamping jabatan pendeta ada pejabat lain yang disebut penatua dan diaken. Mereka juga dilantik kedalam jabatannya.Dalam Gereja Roma Katolik ada upacara pelantikan Uskup yang melayani suatu wilayah keuskupan, ada juga pelantikan imam (pastor) yang menjadi pelaksana tugas uskup di suatu katedral atau paroki, ada juga petugas lain yang disebut daikon yang membantu tugas tugas imam atau pastor.

2.Di Perjanjian Lama imam dijabat oleh Harun dan keturunannya. Tugas mereka adalah mempersembahkan korban mewakili umat dan membawa nama dan berkat Allah kepada umat. Tempat tugas utama mereka adalah di Kemah Suci dan kemudian hari di bangunan permanen yang bernama Bait Allah. Untuk membantu tugas tugas imam di Kemah Suci maka dipilihlah suku Lewi dengan keturunannya (baca Bilangan 3 dan 4). Di fasal 8 kita dapati upacara pentahbisan suku Lewi ini

3.Sebelum penjelasan penahbisan Lewi, ada instruksi kepada Harun mengenai salah satu tugas rutinnya, yaitu memastikan lampu pada kandil yang terletak di ruang kudus tetap menyala dan menerangi bagian depan, yaitu meja roti sajian (2-4; Kel. 40:22-25). Lampu yang menerangi meja roti sajian itu melambangkan terang berkat kehidupan dari Allah yang menyinari terus menerus kedua belas suku Israel yang dilambangkan dengan dua belas roti sajian. Hal ini menjadi peringatan bagi Harun akan tugasnya, sekaligus mengingatkan kembali pentingnya pelaksanaan ritual kemah suci dijalankan dengan seteliti dan sedetail mungkin.
4.Berangkat dari betapa pentingnya menjaga kekudusan dan ketahiran kemah suci, maka penahbisan Lewi menjadi sangat penting untuk mempersiapkan mereka melayani di kemah suci sebagai pembantu imam. Ditegaskan ulang bahwa kaum Lewi ini merupakan pengganti dari setiap anak sulung suku-suku Israel milik Allah. Hal ini penting mengingat bisa saja kaum Lewi merasa pekerjaan mereka sepele karena yang mendapatkan hak untuk terlibat langsung dalam ritualnya hanyalah keturunan Harun.
5.Belajar dari sini ada pemangku jabatan di gereja yang telah diatur Tuhan agar ada petugas khusus untuk melaksanakan dan melancarkan pekerjaan Tuhan. Ada beberapa jabatan yang berbeda tetapi dengan tujuan yang sama yaitu melayani Tuhan Yesus Kepala Gereja. Kepada pejabat pejabat gereja tadi kita harus menghormati mereka ( 1 Tes.5:12; 1 Tim.5:17 ) dan mendukung pekerjaan pelayanan mereka secara nyata dan tidak ketinggalan doa doa untuk mereka. Perlu diingat pula pembangunan gereja sebagai tubuh Kristus ( I Kor.12) juga mau melibatkan kita sekalian sebagai anggota tubuh dalam koordinasi para pejabat dan Kepala Tubuh yaitu Kristus. Semua kiranya mempunyai visi yang sama yaitu melayani dan mengabdi Kristus agar Kristus makin dinyatakan dan dipermuliakan.

Bagi mereka yang ingin mendalami Bilangan 8 dipersilahakn membaca bagian tanya jawab dibawah ini.
TANYA JAWAB BILANGAN 8
P: Dalam Kitab Bilangan 8:17-19, mengapa Tuhan “menukar” anak sulung bangsa Israel dengan suku Lewi disini?
J: Empat hal penting yang perlu diperhatikan untuk penjelasan yang memungkinkan.
1. Tuhan sebagai Pencipta dapat menyatakan hak atas anak sulung, anak kedua, dan semua anak yang lahir.
2. Perkataan Tuhan ini dijadikan sebagai sebuah pengingat bahwa Tuhan menolong anak sulung bangsga Israel pada Hari Raya Paskah Yahudi, ketika semua anak sulung bangsa Mesir terbunuh.
3. Untuk menjadi sebuah pengingat, Tuhan memerlukan “korban” dari anak sulung dari semua binatang dan manusia. Karena manusia tidak diharuskan terbunuh secara fisik dalam pengorbanan, mereka dapat diberi pada Pekerjaan Tuhan dalam kehidupannya.
4. Daripada anak sulung Israel diberikan pada Pekerjaan Tuhan untuk kehidupan, Allah lebih memilih suku Lewi untuk menggantikannya.

P: Dalam Kitab Bilangan 8:24, apakah seluruh laki-laki Lewi yang berusia 25 tahun dan yang lebih tua datang untuk ambil bagian dalam pekerjaan pada Kemah Pertemuan, atau apakah laki-laki Lewi yang berusia 30 tahun dan yang lebih tua yang datang untuk bekerja di Kemah Pertemuan dihitung dalam sensus, seperti yang dikatakan Bil 4:3?
J: Ini bisa jadi kurang akurat dengan cara menulis, tapi perlu diingat disana juga ada masa magang selama lima tahun. Jabatan resmi mulai dijalani pada usia 30 tahun.

P: Dalam Kitab Bilangan 8:24 apakah suku Lewi harus ambil bagian dalam Bait Suci pada usia 25 tahun, atau suku Lewi yang berusia 20 tahun yang bekerja, seperti yang dikatakan dalam Ezra 3:8?
J: Bil 8:24 memberikan hukum peraturan bagi kaum Lewi dalam zamannya Musa, dan Ezra 3:8 mengatakan apa yang ditetapkan Zerubbabel yaitu suku Lewi usia 20 tahun dan yang diatasnya untuk keadaan yang istimewa di masa yang berbeda.
Aturan dalam Bil 8:24 untuk bangsa Lewi yang berusia 25-50 tahun yang bekerja membantu para imam di Kemah Pertemuan dan nantinya di Bait Suci. Ezra 3:8 berbicara mengenai Zerubbabel yang ditetapkan sebagai pengawas konstruksi bagi suku Lewi yang berusia 20 tahun dan di atasnya.

Leave a Comment