SYUKUR DAN PERBUATAN BAIK

ephesians

SYUKUR DAN PERBUATAN BAIK
Efesus 2:8-10.

1.Dalam ayat 8 Paulus kembali lagi kepada apa yang telah ia katakan dalam ayat 5 dan serentak menjelaskannya lebih lanjut. Ia katakan: Sebab karena kasih-karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan usahamu, tetapi pemberian Allah. Kata Iman dalam arti ini kita banyak dapati dalam surat-surat Paulus. Kecuali dalam nas kita, kata itu .disebut dalam Kolose (2:12 sebagai alat (tangan) yang menerima kebangkitan dalam Kristus, dalam Efesus 3:17 sebagai alat (jalan) yang membawa Kristus masuk dan berdiam di dalam hati anggota-anggota jemaat, dalam Roma 3:22 sebagai jalan yang memimpin kepada dikaiosunê (= kebenaran), dalam Filipi 3:9 (bandingkan Roma 3:30; Galatia 2:16) sebagai jalan yang memimpin kepada dikaiôthenai (= kebenaran), dalam Galatia 3:20 sebagai jalan yang memimpin kepada status anak.

2,Seluruh bagian ini sangat personal langsung mengenai tiap-tiap anggota Jemaat.. Hal ini dapat kita lihat antara lain pada kata “kamu/ kalian” yang beberapa kali dipakai dalam ayat 8 ini dan ayat 9. Tetapi dengan pistis (iman) segi subyektifnya secara khusus menonjol ke muka. Paulus mengetahui. hal itu. Dan ia juga mengetahui, bahwa perkataannya dapat disalah-tafsirkan. Karena itu ia menjelaskan: Itu bukan usahamu! Sebenarnya tertulis: Itu bukan dari kamu . Itu adalah pemberian Allah . Anggota-anggota jemaat harus tahu, bahwa keselamatan mereka bukanlah hasil usaha mereka sendiri, tetapi pemberian Allah.

3.Dalam ayat yang berikut – ayat 9 – Paulus lanjutkan penjelasan ini: Itu bukan pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri!
Yang dimaksud dengan pekerjaan, adalah erga nomou (= pekerjaan hukum Taurat, Roma 3:20; 28; Galatia 2: 16; 3:2,5,10), yaitu pekerjaan/perbuatan yang salah menafsirkan hukum Taurat dan yang karena itu menonjolkan diri sendiri sebagai prestasi manusia (tanpa “bantuan” dari pihak Allah). Kemudian dalam ayat yang berikut – ayat 10 – Paulus berkata-kata tentang erga agatha (= pekerjaan baik) sebagai lawan dari erga nomou. Untuk meniadakan anggapan yang salah ini, demikian penafsir-penafsir itu, maka Paulus menegaskan: Itu bukan pekerjaan kamu (= ouk ex ergon)! Itu adalah pemberian Allah. Karena itu jangan kamu memegahkan diri!

“Jangan kamu memegahkan diri” artinya: Jangan kamu menyangka bahwa pekerjaan yang kamu kerjakan di dalam atau di luar jemaat itu adalah suatu jasa, dan bahwa karena itu keselamatanmu dapat kau peroleh berdasarkan jasa-jasamu, ataupun berdasarkan kesalehan melakukan ketentuan-ketentuan Taurat itu sehingga kamu mengharapkan segala sesuatu dari dirimu sendiri. Semuanya adalah kasih-karunia Allah.

4.Dalam ayat 10 Paulus memberikan motivasi dari perkataannya itu. Ia katakan: Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, sebagai lingkungan hidup kita. Yang dimaksudkan di sini dengan “kita” ialah anggota-anggota jemaat, yang dibangkitkan dari antara orang-orang mati dan ditempatkan bersama-sama dengan Kristus di sorga. Mereka adalah ciptaan baru.
Anggota-anggota jemaat tidak diselamatkan oleh pekerjaan/perbuatan baik, tetapi diciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan/perbuatan baik. Keselamatan itu bukan pekerjaan/perbuatan manusia, tetapi pekerjaan/perbuatan Allah. Segala sesuatu, yang kita butuhkan untuk keselamatan kita, Ia berikan. Malahan keselamatan kita sendiri adalah pemberian-Nya. Tugas kita ialah: menerima pemberian itu dan – sebagai tanda pengucapan syukur kita meneruskannya kepada (membagi-bagikannya dengan) orang lain. Untuk itu Ia telah mempersiapkan pekerjaan/perbuatan baik bagi kita, supaya kita boleh hidup di dalamnya.

RENUNGAN
Banyak kepercayaan mengajarkan untuk berbuat baik agar mendapat hadiah sorga; Alkitab mengajarkan, kita diselamatkan Oleh kasih karunia dan selanjutnya untuk berbuat baik. Hasil dari perbuatan baik, banyak atau sedikitnya tidak menjadi pengukur untuk masuk sorga. Sorga sudah dijamin didalam Kristus, tugas kita tinggal bersyukur dan mewujudkannya dalam melakukan pekerjaan baik
Untuk itu mari kita menaikkan syukur yang tidak henti hentinya kepada Tuhan Allah Bapa kita dan dengan pertolongan Roh Kudus banyak melakukan perbuatan baik untuk kemuliaan Allah.

Leave a Comment