TAFSIRAN -DUA PENDEKATAN YANG BERBEDA

A C T S
TAFSIRAN KISAH RASUL
DUA PENDEKATAN YANG BERBEDA

Bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada pihak lain. Dalam menafsirkan Alkitab yang benar dan akurat senantiasa harus diingat pula akan jenis tulisan dari Alkitab. Menafsirkan Mazmur lain dari menafsirkan Injil misalnya.

JENIS TULISAN KISAH PARA RASUL
A. Kisah bagi PB adalah seperti kitab Yosua sampai II Raja-raja bagi PL: yaitu kisah sejarah. Kisah sejarah Alkitabiah adalah bersifat fakta, namun fokusnya tidak pada kronologi atau pencatatan secara lengkap suatu peristiwa. Kitab ini memilih peristiwa-peristiwa tertentu yang menerangkan siapa Allah itu, siapa kita, bagaimana kita dijadikan benar, kehidupan seperti apa yang diinginkan Allah untuk kita jalani.

B. Permasalahan dalam menafsirkan kisah alkitabiah adalah bahwa para penulisnya tidak pernah mencantumkan di dalam naskah tersebut (1) apakah maksud tujuan mereka, (2) apakah kebenaran utamanya, atau (3) bagaimana kita harus berusaha menyamai hal-hal yang dicatat tersebut. Para pembaca perlu untuk berpikir melalui pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Mengapa peristiwa tersebut dicatat? 2. Bagaimana hal itu berhubungan dengan bahan alkitabiah sebelumnya? 3. Apakah kebenaran teologis pokoknya? 4. Adakah arti pentingnya terhadap konteks kesastraannya? (Peristiwa apa yang mendahului atau mengikuti? Apakah pokok bahasan ini telah dibahas di bagian lain?) 5. Seberapa besarkah konteks kesastraannya? (Kadang-kadang sejumlah besar kisah membentuk satu tema atau maksud teologis.)

C. Kisah sejarah tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber doktrin. Sering hal-hal yang dicatat kecil artinya bagi maksud dari si penulis. Kisah sejarah memang bisa melukiskan kebenaran-kebenaran yang dicatat di bagian-bagian lain Alkitab. Namun hanya karena telah terjadi tidak berarti dikehendaki Allah bagi semua orang percaya di segala jaman (mis. bunuh diri, poligami, perang suci, memegang ular, dsb.)

D. Diskusi singkat yang terbaik mengenai bagaimana menafsirkan kisah sejarah adalah dalam karya Gordon Fee dan Douglas Stuart Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Memperoleh Semua Manfaatnya, hal. 78-93 dan 94-112.

DUA MACAM TAFSIRAN
Dalam sejarah penafsiran terhadap Kisah Rasul (dan 1 Korintus) khususya kena mengena dengan karunia karunia Roh Kudus, maka sejarah penafsiran mencatat dua macam tafsiran:

1.Cessationist = golongan yang menganggap bahwa karunia karunia Roh dan segala karunia tanda tanda ajaib telah berhenti alias tidak ada lagi untuk gereja zaman sekarang.

2.Continuationism atau kadang kadang disebut sebagai non-cessationist adalah golongan gereja yang menganggap karunia karunia Roh dengan karunia karunia tanda ajaib masih berkelanjutan sampai sekarang ini.

Cessationism vs Continuationism
http://justcontent2beason.blogspot.sg/2014/07/kontroversi-seputar-karunia-karunia-roh.html

1.Mereka yang menganut pandangan cessationism ini umumnya diwakili oleh orang-orang Calvinist atau Reformed, contoh yang terkenal sekarang ini adalah seperti John MacArthur yang anti pentakosta dan kharismatik yang tahun lalu menyelenggarakan Strange Fire Conference untuk membuktikan kalau orang-orang pentakosta dan kharismatik salah.

2.Tapi tidak semua orang-orang Reformed atau Calvinist menganut pandangan ini, mereka ini adalah orang-orang seperti Wayne Grudem, Sam Storms, D.A Carson, John Piper, dll. Orang-orang Puritan juga dianggap kebanyakan orang cessationist tapi dalam suatu interview Wayne Grudem mengatakan bahwa orang-orang Puritan seperti Richard Baxter tidaklah cessationists seperti yang dianggap kebanyakan orang, Wayne Grudem memberikan contoh seperti karyanya Richard Baxter “The Christian Directory” Richard Baxter memiliki pandangan yang sama tentang nubuatan dengan Wayne Grudem .

3.Sedangkan mereka yang menganut pandangan continuationism kebanyakan adalah orang-orang Pentakosta dan Kharismatik.

BACAAN LANJUTAN
CONTINUITY OR DISCONTINUITY
https://bible.org/article/two-views-sign-gifts-continuity-vs-discontinuity
Author : Daniel B. Wallace has taught Greek and New Testament courses on a graduate school level since 1979. He has a Ph.D. from Dallas Theological Seminary, and is currently professor of New Testament Studies at his alma mater. His Greek Grammar Beyond the Basics: An Exegetical Syntax of the New Testament …

Continuationism and Cessationism: An Interview with Dr. Wayne Grudem
http://www.challies.com/interviews/continuationism-and-cessationism-an-interview-with-dr-wayne-grudem0
Dr. Wayne Grudem is Research Professor of Bible and Theology at Phoenix Seminary. He holds a B.A. from Harvard University, M.Div. from Westminster Theological Seminary and Ph.D. from the University of Cambridge

CATATAN:
Perbedaan kedua tafsiran tadi tidak usah sampai dipertandingkan mencari siapa sebagai pemenang. Yang terpenting dipegang adalah kesatuan pemahaman essensial bahwa Yesus adalah sungguh Manusia dan sungguh Allah dan dipercayai sebagai Juru Selamat orang berdosa yang telah berkorban dikayu salib, bangkit dari antara orang mati dan Dia juga adalah Tuhan penguasa dan yang dipertuan dalam kehidupan orang yang telah diselamatkan. Inilah yang menjadi pokok pemberitaan Injil para rasul.
THANK YOU

Leave a Comment