TEODISI SEBAGAI ILMU

TEODISI

TEODISI SEBAGAI ILMU

1.Manusia khususnya yang terkena celaka, dan penderitaan kadang kadang bertanya tanya, mengapa dalam dunia ini ada celaka, kejahatan  dan penderitaan? Bukankah dunia ini diciptakan oleh Tuhan Allah? Mengapa dunia yang diciptakan Tuhan Allah  ini berisi celaka,kejahatan dan penderitaan? Mengapa Tuhan Allah membiarkan semuanya itu? Apakah memang Allah itu maha baik dan maha kuasa? Apakah Dia tidak mampu meniadakan celaka, kejahatan dan penderitaan? Mungkin Dia adalah Tuhan Alllah yang maha kuasa tetapi tidak mau mengenyahkan semuanya itu? Kalau demikian halnya maka Dia menjadi Allah yang tidak perduli lagi terhadap dunia dan manusia ciptaanNya?  Ataukah Dia mau menolong tetapi tidak mampu  menolong? Kalau demikian Dia bukan Allah yang maha kuasa.  Atau kemungkinan lain, Allah itu tidak ada. Kalau demikian halnya manusia harus memikirkan celaka, kejahtan dan penderitaan jangan lagi menyangkutkan dengan Allah yang tidak ada.Manusia harus mengusahakan jawaban oleh manusia sendiri mengenai semua masalah kejahatan dan penderitaan.

2.Demikianlah pertanyaan pertanyaan yang menjadi pergumulan manusia sepanjang masa ketika menghadapi masalah kejahatan, kecelakaan dan penderitaan. Ada sebuah cabang ilmu yang menggeluti masalah ini. Nama cabang ilmu ini adalah Teodisi (bhs Inggrisnya Theodicy). Kadang kadang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Teodise. Kata ini berasal dari bahasa Yunani theos “Allah” + dike”keadilan”.  ( Theos is translated “God” and dikē can be translated as either “trial” or “judgement”. Thus, theodicy literally means “justifying God”.)     Ilmu ini  adalah usaha  untuk menjelaskan  masalah kejahatan, penderitaan  dengan  keberadaan Tuhan yang maha pengampun, mahakuasa,  maha tahu dan maha adil.

3.Teodisi adalah suatu cabang ilmu yang banyak variasi  uraiannya karena adanya berbagai sudut pandang. Ada pembahasan secara filsafat, agama Hindu,  agama Yahudi, agama Kristen dan agama Islam. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Teodisi adalah cabang ilmu Filsafat dan Teologia Agama Agama. Uraian dalam fasal fasal berikutnya ditujukan kepada anggota jemaat biasa, dengan demikian  akan dihindari uraian uraian dengan Bahasa Bahasa teoogis dan filosofis  yang rumit. Pemaparan akan dilihat dari sudut pandang  Teodisi Kristen walaupun dalam fasal fasal yang mendahuluinya akan dipresentasikan tinjauan dari sudut filsfat tulisan dari seorang filsuf Indonesia.

 

Leave a Comment