KOALISI DENGAN SIAPA?

KOALISI DENGAN SIAPA ?

Yes 7:1-25

1.Negara Aram dan kerajaan Israel( Utara) sepakat menjalin koalisi menghadapi Asyur. Kerajaan Yehuda ( selatan ) diajak untuk masuk koalisi ini . Ketika Kerajaan Yehuda menolak maka merekapun di kepung oleh gabungan kerjaan Israel dan Kerjaan Aram.

Situasi ini menakutkan raja Ahas raja Yehuda. Dalam situasi yang tidak menentu dan mencekam ini , maka nabi Yesaya datang membawa Firman Tuhan agar Raja Ahas berkoalisi dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan. Raja yang menolak pertolongan Tuhan ini , malah meminta bantuan kepada Raja Asyur (yang sedang naik kuasa). (lih. 2Raj 16:5-182Taw 28:16-21).

2.Sekalipun demikian Allah tetap memberi tanda kepada seluruh rumah Daud ini yaitu lahirnya Imanuel (ayat Yes 7:13-17). Memang akhirnya serbuan ke Yehuda oleh  kerajaan Aram dan Israel (Utara ) gagal Karena mereka dikalahkan kerajaan Asyur. Secara politis kerja sama dengan Asyur menguntungkan Karena mengalahkan kerajaan Aram dan Israel (Utara). Tetapi tunggu dulu Karena ada akibat dari kerja sama tadi.  Konsekwensi kerja sama dengan  Raja Asyur,  raja  Yehuda raja Ahas diturunkan dari tahtanya dan kerajaan  Asyur mengangkat raja boneka.

3.Dalam situasi sulit oleh nabi ditawarkan bantuan dari Tuhan Allah asal mau bergantung dan percaya penuh . Di Yesaya 7:4 dikatakan -Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut Karena kedua puntung kayu api yang berasap ini yaitu kepanasan amarah Rezin (kepala Damsyik -Aram)dan anak Remalya (kepala Samaria). Puntung kayu api berarti sebentar lagi  kedua negara ini akan habis dikalahkan.

4..Tinggal tenang – tidak usah berbuat apa apa , tidak usah mengikat perjanjian dengan Asyur  – toh Tuhan Allah sendiri akan memakai Asyur untuk mengalahkan kerajaan Israel (Utara) dan kerajaan Aram. Tapi untuk tinggal tenang dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan bertindak ternyata amat sulit. Gampangnya cepat bertindak dan meminta bantuan langsung kepada Asyur dan kekuasaan ini akhirnya menjerat dan menjajah Yehuda (kerjaaan Selatan).

5.Apa bukti iman sejati? Bukti iman sejati adalah tidak mencari alternatif untuk penyelesaian masalah, tetapi sepenuhnya bergantung kepada Tuhan. Itulah yang dituntut Tuhan dari Raja Ahas, melalui nabi-Nya, Yesaya. Iman Ahas diuji dan ternyata gagal

6.Mudah sekali tergelincir dari iman kalau kita hanya melihat secara sempit apa yang terlihat di depan mata kita. Berbagai kesulitan hidup, ekonomi yang semakin terpuruk, ketiadaan jaminan keamanan untuk beribadah, pendidikan bagi anak-anak kita yang tidak mencerdaskan dan tidak membangun karakter dan moral, sangat menakutkan untuk dihadapi. Namun kita, umat tebusan Kristus, memiliki janji dan jaminan-Nya: Dia akan menyertai kita sepanjang perjalanan hidup kita. Tak ada lagi yang perlu kita takuti. Yesus beserta kita. Dia adalah Imanuel, Allah beserta kita.

 

CATATAN TAFSIR

1.Yesaya 7:14- …… sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel ( Artinya Allah menyertai kita ) .

2.Pertanyaannya siapakah perempuan muda ini dan siapakah anak laki laki yang akan lahir khususnya dalam konteks zaman raja Ahas waktu itu? Karena tanda kelahiran dan pemberian nama Imanuel = Allah beserta kita diberikan kepada Ahas  untuk menandakan kehadiran Allah ditengah situasi sulit dan gawat dalam konteks keselamatan negara Yehuda yang sedang dikepung pihak musuh.

3.Yang pasti ini merujuk kepada orang tertentu dan anak laki laki tertentu pada zaman raja Ahas dimana kelahiran anak ini yang diberi nama Imanuel bertepatan dengan kelepasan Yehuda dari kepungan musuh musuhnya sebagai bukti penyertaan Allah.

Nubuat  Alkitab senantiasa mempunyai makna ganda. Ada arti untuk waktu dekat, dan juga arti untuk waktu yang akan datang.  Kalau Yesaya 7:14 ini dihubungkan dengan Yesaya 9: 5-6 (atau ayat 6 dan 7) Sebab seorang anak telah lahir untu kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa dstnya. Kalau nama ini dihubungkan dengan nama Imanuel – maka kita mendapat gambaran yang lebih komplit – anak ini akan lahir dari keturunan raja Daud yang akan duduk diatas tahta Daud selamanya. Siapa lagi kalau bukan Yesus Kristus . Dan ini dikenakan kepada Maria gadis itu yang melahirkan bayi  yang diberi nama Imanuel ( Matius 1:23).