KEDISIPLINAN MENTAL

Seni Melatih Diri: Tinjauan Alkitabiah terhadap Kedisiplinan Mental   PENDAHULUAN Menjinakkan Impuls: Garis Besar Ringkasan Buku 1.Audiobook berjudul “Train Your Mind to Stay Disciplined Every Day” menyajikan sebuah panduan praktis mengenai cara melatih pikiran agar tetap disiplin ketika motivasi mulai memudar. Karya ini menekankan bahwa kedisiplinan bukanlah perasaan sesaat yang datang dan pergi, melainkan sebuah … Read more

KONTINGENSI 6_JALAN KELUAR DAN PENGHARAPAN

Hidup di Tengah Ketidakpastian — Jalan Keluar dan Pengharapan yang Nyata I. Sampai pada Langkah Akhir Kita telah menempuh lima artikel bersama. Kita belajar bahwa dunia ini kontingen, bisa saja berbeda. Kita mendengar suara para filsuf, dari Barat maupun Timur, dan kita mendengar suara Alkitab yang menunjuk kepada Allah yang tidak berubah dan Kristus sebagai … Read more

KONTINGENSI 5_TUHAN TIDAK BERUBAH

Dunia yang Berubah, Tuhan yang Tidak Berubah — Pandangan Alkitabiah I. Sampai kepada Jawaban yang Sesungguhnya Kita sudah menempuh perjalanan panjang. Kita melihat para filsuf Barat mencari sebab di balik perubahan. Kita mendengar filsafat Timur menawarkan pelepasan dan pelampauan. Kita juga mendengar suara modern yang berkata hidup ini tanpa alasan. Sekarang tibalah saatnya kita mendengar … Read more

KONTINGENSI 4_FILSAFAT BARAT

Suara Filsafat Modern — Keberadaan Tanpa Alasan? I.Ketika Manusia Merasa Sendirian Kita sudah melihat pandangan Timur tentang perubahan. Sekarang mari kita dengarkan suara-suara dari abad ke-20, saat sebagian pemikir Barat merasa dunia ini tidak lagi memiliki sandaran. Mereka menyaksikan perang besar dan penderitaan yang dahsyat, dan banyak yang mulai bertanya, apakah hidup ini sungguh punya … Read more

KONTINGENSI 3_FILSAFAT TIMUR

Filsafat Timur dan Perubahan — Melepaskan, Mengalir, atau Melampaui I.Bukan Hanya Barat yang Bertanya Di artikel sebelumnya kita melihat bagaimana para pemikir Barat memikirkan perubahan. Ternyata bangsa-bangsa di Timur juga sudah lama memikirkannya. Mereka melihat hal yang sama: segala sesuatu berubah. Namun jalan keluar yang mereka tawarkan berbeda-beda. Mari kita kenali tiga di antaranya. II.Buddhisme: … Read more

KONTINGENSI 2: MENGAPA SEMUA BERUBAH?

Mengapa Semua Berubah? — Jejak Pemikiran dari Aristoteles hingga Ibnu Sina I.Pertanyaan yang Sudah Lama Ditanyakan Di artikel sebelumnya kita belajar bahwa dunia ini kontingen, artinya bisa ada dan bisa tidak ada. Sejak dahulu, manusia bertanya: mengapa semuanya berubah? Apa yang membuat dunia ini tetap ada? Mari kita berkenalan dengan tiga tokoh yang sudah lama … Read more

KONTINGENSI 1-APA TU?

I.Apa Itu Kontingensi? — Segala Sesuatu Bisa Saja Berbeda Sebuah Kata yang Terdengar Sulit Kata “kontingensi” mungkin terdengar rumit. Tetapi artinya sangat dekat dengan hidup kita. Kontingen berarti sesuatu yang bisa ada, tetapi bisa juga tidak ada. Sesuatu yang bisa terjadi, tetapi bisa juga tidak terjadi. Ia tidak harus begitu. Ia bisa saja berbeda. II.Dari … Read more

VAPING_PENGGANTI ROKOK?

VAPING: KETIKA “PENGGANTI ROKOK” JUGA MENJADI MASALAH I.Apa Itu Vaping? Vaping adalah penggunaan rokok elektronik (electronic cigarette/e-cigarette) atau alat sejenis yang memanaskan cairan (e-liquid) sehingga menghasilkan aerosol yang kemudian dihirup. Istilah “vaping” berasal dari kata vapor, walaupun secara teknis yang dihasilkan bukan sekadar uap air. Cairan tersebut biasanya mengandung nikotin, bahan pelarut seperti propylene glycol … Read more

KUANTITAS VS KUALITAS HIDUP_TEOLOGI REFORMED

Kuantitas versus Kualitas Hidup: Tinjauan Bioetika Modern dari Perspektif Teologi Reformed Bioetika kontemporer telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Jika dahulu prinsip utama dalam dunia medis adalah mempertahankan hidup selama mungkin secara biologis, kini banyak pemikir bioetika menggeser fokus pada mempertahankan hidup yang dianggap “bermakna”, dengan autonomy atau otonomi pribadi ditempatkan sebagai nilai moral tertinggi. … Read more

KUALITAS ATAU KWANTITAS HIDUP ?

I.Dua Kematian sebagai Premis Reflektif 1.Kisah Gene Hackman dan Daniel Kahneman menghadirkan dua cara manusia menutup hidupnya. Hackman, yang pada masa akhir hidupnya tenggelam dalam Alzheimer stadium lanjut, meninggal bukan karena penyakit yang membunuh tubuhnya, tetapi karena hilangnya kemampuan dasar untuk bertahan ketika orang yang merawatnya lebih dahulu wafat. Ia hidup sampai 95 tahun, namun … Read more