POLEMIK_95 DALIL LUTHER

Luther dan 95 Dalil: Berpolemik atau Mengundang Polemik? Jawaban Singkat Keduanya, tetapi urutannya penting. Bentuk dokumen itu adalah undangan berpolemik; isi dan dampaknya bersifat polemis. Dan Luther sendiri, pada awalnya, tidak menyadari betapa jauh dokumen itu akan membawanya. Bentuk: Undangan Disputasi Akademik Pada 31 Oktober 1517, Luther menulis Disputatio pro declaratione virtutis indulgentiarum (“Disputasi untuk … Read more

METODE POLEMIK_APOLOGETIKA

Metode Polemik dalam Apologetika Kristen Pengertian Kata polemik berasal dari bahasa Yunani polemikos (berkenaan dengan perang). Dalam apologetika, polemik adalah sisi ofensif atau kritis: membongkar kelemahan, inkonsistensi, dan presuposisi keliru dalam sistem kepercayaan lain. Apologetika sendiri (apologia, 1 Ptr. 3:15) lebih bersifat defensif dan positif, yaitu membela dan memaparkan kebenaran iman. Keduanya saling melengkapi. Paulus … Read more

ROCKY GERUNG_PEMIKIRAN FILSAFATNYA

Rocky Gerung: Satu Pilar Dipertahankan, Dua Dilepaskan I. Pendahuluan Rocky Gerung (lahir di Manado, 1959) dikenal sebagai pengamat dan dosen filsafat yang menjadikan “akal sehat” sebagai poros argumennya. Esai ini menelaah hubungan pemikirannya dengan dua fase pendidikannya: sekolah Katolik Don Bosco dan Fakultas Filsafat. Tesisnya: pendidikan Don Bosco menanamkan tiga pilar, tetapi dalam perjalanan intelektualnya … Read more

KONTINGENSI 5_TUHAN TIDAK BERUBAH

Dunia yang Berubah, Tuhan yang Tidak Berubah — Pandangan Alkitabiah I. Sampai kepada Jawaban yang Sesungguhnya Kita sudah menempuh perjalanan panjang. Kita melihat para filsuf Barat mencari sebab di balik perubahan. Kita mendengar filsafat Timur menawarkan pelepasan dan pelampauan. Kita juga mendengar suara modern yang berkata hidup ini tanpa alasan. Sekarang tibalah saatnya kita mendengar … Read more

KONTINGENSI 4_FILSAFAT BARAT

Suara Filsafat Modern — Keberadaan Tanpa Alasan? I.Ketika Manusia Merasa Sendirian Kita sudah melihat pandangan Timur tentang perubahan. Sekarang mari kita dengarkan suara-suara dari abad ke-20, saat sebagian pemikir Barat merasa dunia ini tidak lagi memiliki sandaran. Mereka menyaksikan perang besar dan penderitaan yang dahsyat, dan banyak yang mulai bertanya, apakah hidup ini sungguh punya … Read more

KONTINGENSI 3_FILSAFAT TIMUR

Filsafat Timur dan Perubahan — Melepaskan, Mengalir, atau Melampaui I.Bukan Hanya Barat yang Bertanya Di artikel sebelumnya kita melihat bagaimana para pemikir Barat memikirkan perubahan. Ternyata bangsa-bangsa di Timur juga sudah lama memikirkannya. Mereka melihat hal yang sama: segala sesuatu berubah. Namun jalan keluar yang mereka tawarkan berbeda-beda. Mari kita kenali tiga di antaranya. II.Buddhisme: … Read more

KONTINGENSI 2: MENGAPA SEMUA BERUBAH?

Mengapa Semua Berubah? — Jejak Pemikiran dari Aristoteles hingga Ibnu Sina I.Pertanyaan yang Sudah Lama Ditanyakan Di artikel sebelumnya kita belajar bahwa dunia ini kontingen, artinya bisa ada dan bisa tidak ada. Sejak dahulu, manusia bertanya: mengapa semuanya berubah? Apa yang membuat dunia ini tetap ada? Mari kita berkenalan dengan tiga tokoh yang sudah lama … Read more

KONTINGENSI 1-APA TU?

I.Apa Itu Kontingensi? — Segala Sesuatu Bisa Saja Berbeda Sebuah Kata yang Terdengar Sulit Kata “kontingensi” mungkin terdengar rumit. Tetapi artinya sangat dekat dengan hidup kita. Kontingen berarti sesuatu yang bisa ada, tetapi bisa juga tidak ada. Sesuatu yang bisa terjadi, tetapi bisa juga tidak terjadi. Ia tidak harus begitu. Ia bisa saja berbeda. II.Dari … Read more

KUANTITAS VS KUALITAS HIDUP_TEOLOGI REFORMED

Kuantitas versus Kualitas Hidup: Tinjauan Bioetika Modern dari Perspektif Teologi Reformed Bioetika kontemporer telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Jika dahulu prinsip utama dalam dunia medis adalah mempertahankan hidup selama mungkin secara biologis, kini banyak pemikir bioetika menggeser fokus pada mempertahankan hidup yang dianggap “bermakna”, dengan autonomy atau otonomi pribadi ditempatkan sebagai nilai moral tertinggi. … Read more

KUALITAS ATAU KWANTITAS HIDUP ?

I.Dua Kematian sebagai Premis Reflektif 1.Kisah Gene Hackman dan Daniel Kahneman menghadirkan dua cara manusia menutup hidupnya. Hackman, yang pada masa akhir hidupnya tenggelam dalam Alzheimer stadium lanjut, meninggal bukan karena penyakit yang membunuh tubuhnya, tetapi karena hilangnya kemampuan dasar untuk bertahan ketika orang yang merawatnya lebih dahulu wafat. Ia hidup sampai 95 tahun, namun … Read more