APAKAH LEBIH BAIK TIDAK DILAHIRKAN ?

  Apakah Lebih Baik Tidak Dilahirkan? Anti‑Natalisme dan Harapan dari Iman Kristen Pertanyaan “Apakah lebih baik tidak dilahirkan?” terdengar ekstrem, bahkan menakutkan. Namun bagi sejumlah filsuf besar, ini bukan sekadar provokasi, melainkan refleksi serius tentang kondisi manusia. Anti‑natalisme—pandangan bahwa melahirkan anak adalah tindakan moral yang meragukan—muncul dari kejujuran melihat dunia apa adanya: penuh penderitaan, ketidakpastian, … Read more

BUKU Candide, ou l’Optimisme

Membedah Candide: Antara Satir Voltaire dan Kedaulatan Allah PENDAHULUAN Dunia sastra abad ke-18 diguncang oleh sebuah karya kecil namun mematikan berjudul Candide, ou l’Optimisme. Di zaman Voltaire istilah “novel” belum ketat seperti sekarang. Buku ini dulu disebut conte philosophique – cerita filosofis. Tapi sekarang dikategorikan sebagai novel pendek fiksi satir. Ditulis oleh Voltaire pada tahun … Read more

DIBATAS AKHIR HIDUP

Studi Kasus Perbandingan Antara Filosofi Schopenhauer dan Perspektif Kristiani Pendahuluan Kehidupan sering kali menghadapkan kita pada situasi yang menguji batas ketabahan manusia. Salah satu ujian terberat adalah ketika seseorang harus menghadapi penyakit terminal, seperti kanker stadium akhir di usia paruh baya. Dalam kondisi sesulit ini, cara seseorang memandang penderitaan akan menentukan bagaimana ia menghabiskan sisa … Read more

WABI SABI ?

Menerima Retakan: Wabi-Sabi, Luka Manusia, dan Suara Iman Kristen Pendahuluan: Dunia yang Menuntut Kesempurnaan Kita hidup di zaman ketika kesempurnaan menjadi standar baru. Segala sesuatu harus tampak rapi, mulus, dan tanpa cacat—baik wajah, karier, maupun hidup pribadi. Tanpa sadar, kita mulai percaya bahwa nilai diri ditentukan oleh seberapa baik kita menyembunyikan kekurangan. Namun berabad-abad lalu, … Read more

MENGATASI KETIDAK PUASAN?

Menemukan Jangkar di Tengah Ayunan Bandul: Analisis Kristiani Terhadap Schopenhauer PENDAHULUAN Filsuf Arthur Schopenhauer memberikan diagnosa yang sangat jujur tentang kondisi manusia: kita adalah makhluk yang sulit merasa puas. Namun, jika Schopenhauer berhenti pada kesimpulan bahwa hidup hanyalah tragedi tanpa akhir, iman Kristiani menawarkan perspektif yang berbeda tentang mengapa kekosongan itu ada dan bagaimana kita … Read more

SELALU TIDAK PUAS ?

Labirin Keinginan: Memahami Ketidakpuasan Manusia lewat Kacamata Schopenhauer PENDAHULUAN Pernahkah Anda merasa bahwa setelah mencapai sesuatu yang sangat diinginkan—entah itu ponsel baru, kenaikan jabatan, atau kelulusan—rasa bahagianya hanya bertahan sekejap? Tak lama berselang, hati kembali terasa hambar, dan kita mulai melirik target berikutnya. Filsuf Jerman, Arthur Schopenhauer, memiliki penjelasan yang cukup tajam untuk fenomena ini: … Read more

KUNCI HIDUP TENANG

Kunci Hidup Tenang: Belajar dari Epictetus dan Iman Kristen PENDAHULUAN Bayangkan hidup ini seperti sebuah panggung sandiwara. Seringkali kita stres karena kita sibuk memikirkan penonton yang tidak suka, cuaca yang buruk, atau naskah yang berubah mendadak. Padahal, semua itu di luar kendali kita.   Memahami “Dikotomi Kendali” Istilah kunci dari  Filsuf Epictetus adalah Dikotomi Kendali. … Read more

MENGAPA ALLAH TIDAK MENGHAPUS KEJAHATAN?

Saat Kita Meminta Tuhan Menghapus Kejahatan, Siapkah Kita Jadi Korbannya? PENDAHULUAN Pernahkah Anda melihat berita tentang kejahatan yang begitu keji lalu berteriak dalam hati, “Tuhan, kalau Engkau memang ada dan baik, kenapa Engkau tidak hapus saja semua kejahatan di dunia ini sekarang juga?” Itu adalah pertanyaan yang sangat manusiawi. Kita merasa dunia ini sudah terlalu … Read more

KETIKA FRIEDRICH NIETZSCHE BERTEMUA MUSA

DIALOG  IMAGINER Ketika Friedrich Nietzsche Bertemu Musa: Sebuah Dialog Imajiner di Mazmur 90 1.Bayangkan sebuah percakapan lintas zaman. Di satu sisi ada Friedrich Nietzsche, filsuf Jerman yang terkenal dengan seruannya, “Allah telah mati”. Di sisi lain ada Musa, nabi tua yang dalam Mazmur 90 berdoa kepada Allah yang kekal. Keduanya bertemu dalam sebuah dialog imajiner … Read more

MELAMPAUI KALENDER: REFLEKSI 1 JANUARI

Melampaui Kalender: Refleksi 1 Januari 2026 dalam Kosmologi, Filsafat, dan Teologi PENDAHULUAN Memasuki hari pertama tahun 2026 adalah sebuah permulaan kolektif, sebuah titik henti dan sekaligus titik tolak bagi seluruh umat manusia. Waktu, dalam konteks ini, melampaui hitungan pukul dan detik; ia adalah kosmologi, filsafat, dan kisah manusia yang terus bergulir. KOSMOLOGIS-ALKITABIAH Secara kosmologis, 1 … Read more