HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Hidup Ini Adalah Kesempatan ( Suyapto T )
http://pondok-renungan.blogspot.co.nz/2017/07/hidup-ini-adalah-kesempatan-suyapto-t.html
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Galatia 6:10

Hidup ini adalah kesempatan
Reff.: Oh Tuhan pakailah hidupku
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Selagi aku masih kuat
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi
Hidup ini hanya sementara
Hidup ini sudah jadi berkat
Lagu ini diciptakan oleh Pdt Wilhelmus Latumahina S.Th Gembala Sidang GBI Bethesda, Sarua Ciputat. Dia menulis lagu ini setelah mengalami musibah dengan meninggalnya anak sulungnya pada tahun 2004 karena kecelakaan lalu lintas. Dalam perenungannya dia menyadaribetul bahwa ada tenggang waktu yang Tuhan beri buat kita. Artinya hidup ini ada batasnya. Tidak selamanya kita muda, kuat, jaya dan tidak selamanya kita hidup. Suatu saat kita akan stuck dan tidak dapat berbuat apa-apa, sehingga perlu diingat bahwa: Menit-menit, hari-hari, minggu-minggu bahkan tahun-tahun yang kita jalani adalah waktu yang menentukan kekekalan. Sorga yang kekal ataukah neraka yang kekal. Untuk itu waktu yang Tuhan beri merupakan kesempatan yang terbaik untuk Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.” (Pengkotbah 9:10).
Selagi Tuhan memberi kesempatan, gunakan sebaik mungkin untuk melayani Tuhan supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari!
berbuat bakti dan melayani Tuhan, sehingga hidup ini tidaklah menjadi sia-sia.
Ada kata bijak yang menyatakan bahwa kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Oleh karena itu jangan pernah sia-siakan setiap kesempatan yang ada. Banyak orang yang menyesal begitu rupa saat kesempatan itu tidak diguna-kan denganbaik. Yang ada tinggallah penyesalan. Kisah orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31), saat di dunia si kaya hidup dalam gelimang harta, tapi ia lupa diri dan tidak pernah menabur atau memperhatikan orang2 lemah. Akhirnya ia mengalami kebinasaan kekal. Ia lupa bahwa hidup di dunia ini adalah kesempat-an bagi kita untuk mempersiapkan hidup di dalam kekekalan. Jadi tugas kita menemukan kesempatan dalam setiap situasi yang ada, sebab jika hidup ini berakhir tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik dan melayani Tuhan. Raja Salomo menasihati,”
Gembala Sidang Anda: Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa MTh.