KRISTUS DAN KEBUDAYAAN 5

4.KRISTUS DAN KEBUDAYAAN DALAM PARAKDOKS ( CHRIST AND CULTURE IN PARADOX)

1.Setiap pandangan yang telah kita diskusikan mengakui kepentingan dari relasi Kristus dan kebudayaan. Pandangan pertama mengakui realitas peperangan rohani. Pandangan kedua menyadari bahwa ada yang baik dalam kebudayaan. Pandangan ketiga mengakui bahwa Kristus berbeda dari apa yang terbaik di dalam kebudayaan. Sekarang pandangan keempat disebut oleh Niebuhr sebagai “dualisme,” yaitu pandangan yang mengakui keberdosaan dari kebudayaan, lebih dari ke tiga pandangan sebelumnya. Pandangan ini biasanya diasosiasikan dengan tradisi Lutheran, tetapi pandangan ini telah dipegang oleh banyak orang reformed juga, khususnya di tahun belakangan ini.

2.Inti dari pandangan ini adalah bahwa, sebagaimana Gene Veith katakan, Allah menjalankan “kedaulatan ganda.”13 Ia memiliki “dua kerajaan.” Ia memerintah dengan satu cara di gereja, dan dengan cara yang lain di dunia secara umum: “Di gereja, Allah memerintah melalui pekerjaan Kristus dan memberikan Roh Kudus, mengekspresikan kasih-Nya dan anugerah-Nya melalui pengampunan dosa dan kehidupan beriman.”14 Di dunia secara umum, Allah “menyatakan otoritas-Nya dan kontrol providensial-Nya” melalui “hukum alam” (dari fisika, kimia, dan lain-lain). Demikian juga, Allah memerintah bangsa-bangsa.

PENILAIAN

3.Dalam teologi reformed, kedaulatan Allah adalah komprehensif, atas segala sesuatu. Segala sesuatu terjadi seturut dengan kehendak-Nya (Ef. 1:11). Jadi, saya pikir ada suatu kesatuan dalam kedaulatan Allah dan bahwa doktrin dua kerajaan agak kabur.. Kritik konvensional dari teori dua kerajaan ialah bahwa hal itu terlalu konservatif. Menurut kritik ini, pandangan dua kerajaan menghindari segala macam aktivisme Kristen, karena teori tersebut menghendaki untuk membiarkan yang sekular menjadi sekular. Sebagian orang telah menyalahkan pandangan dua kerajaan untuk kepasifan gereja Jerman pada masa Nazi.

SUMBER:

VERITAS 6/1 (April 2005) 1-27

KEKRISTENAN DAN KEBUDAYAAN (Bagian 1 )

* JOHN M. FRAME