ORDO SALUTIS 4 A

KONVERSI :
IMAN DAN PERTOBATAN (Convertion: Faith and Repentence)

PENGERTIAN KONVERSI
1.Istilah “konversi” dalam bahasa Inggris “convert” merupakan istilah teologi dari kata Yunani “επιστρεφω-epistrephô”, yang berarti “berbalik atau berpaling”. Kata kerja ini muncul sekitar tiga puluh kali, antara lain dalam Matius 10:13,15; 24:18; Kisah Para Rasul 16:18; Wahyu 1:12).[2] Sedangkan kata bendanya “epistrophe” muncul hanya satu kali dalam Kisah Para Rasul 15:3). Kata epistrephô yang diterjemahkan dengan “berpaling” memiliki arti yang lebih luas dari “μετανοεω-metanoeô” yang diterjemahkan dengan “bertobat”.

2.Berdasarkan pengertian di atas, maka konversi dapat diartikan sebagai “tindakan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang telah mengalami regenerasi (lahir baru) dimana ia berpaling kepada Allah di dalam iman dan pertobatan”. Jadi, konversi merupakan akibat dari regenerasi, dimana seseorang dimampukan untuk percaya dan bertobat. Pada saat seseorang dilahirkan baru maka ia dimampukan percaya kepada Kristus untuk keselamatannya dan bertobat dari dosa-dosanya. Seseorang dapat memberi respon di dalam iman dan pertobatan hanya setelah Tuhan memberikan kehidupan yang baru kepadanya. Iman dan pertobatan ini merupakan dua sisi dari perpalingan/konversi (convertion). Beriman berarti berpaling kepada Kristus untuk mengampuni dosa-dosa dan bertobat merupakan suatu keputusan sadar untuk berpaling dan meninggalkan dari dosa-dosa. Jenis iman ini mengakui bahwa seseorang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan pada saat yang sama mengakui hanya Kristus yang dapat melakukannya (Yohanes 6:44).

IMAN DAN PERTOBATAN: DUA SISI DARI KONVERSI
Seseorang dapat memberi respon di dalam iman dan pertobatan hanya setelah Tuhan memberikan kehidupan baru (regenerasi) kepadanya. Jadi, iman dan pertobatan tersebut merupakan dua sisi dari konversi. Iman (pistis) adalah sisi positifnya dan pertobatan (metanoia) adalah sisi negatifnya. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Sama seperti mata uang menjadi bernilai karena mempunyai dua sisi demikian juga dengan konversi. Selanjutnya Murray menegaskan, “Tidak mungkin memisahkan iman dan pertobatan. Iman yang menyelamatkan disisipi dengan pertobatan, dan pertobatan disisipi dengan iman. Regenerasi menjadi nyata di dalam pikiran kita melalui pelaksanaan iman dan pertobatan”.

I M A N
1.Kata bahasa Inggris untuk “iman” adalah “faith” merupakan terjemahan dari kata Yunani “pistis” (kata benda) dan “pisteuo” (kata kerja) mengandung arti percaya, kepastian, yakin kepada seseorang dan apa yang dikatakannya. Dalam Perjanjian Baru, iman terutama ditujukan kepada Yesus, yaitu percaya kepada-Nya, perkataanNya dan karya penebusanNya, dan bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat, serta mempercayakan diri kepada-Nya.

2.Iman adalah sarana yang olehnya seseorang dibenarkan (Roma 3:28 Galatia 2:16; 3:8, 24) dan tindakan yang melaluinya seseorang menerima kebenaran Kristus Roma 3:22; Filipi 3:9 Filipi 3:9). Kata iman juga juga dikaitkan dengan keyakinan dalam menerima kebenaran Injil.
3.Perjanjian Baru menyebutkan pentingnya iman antara lain: (3.1) Kita menerima anugerah keselamatan melalui iman (Efesus 2:8-9); (3.2) Kita dibenarkan dalam Kristus karena iman (Roma 5:1). (3.3) Tanpa iman tidak mungkin seseorang berkenan kepada Allah.
4.Iman memampukan kita untuk mencari Allah dan bertobat dengan mempercayai fakta keberadaan atau eksistensi Allah (Ibrani 11:6). Iman adalah dasar dari pengharapan orang percaya (Ibrani 11:1).
5.Prinsip dasar dalam pengajaran Kristen adalah iman kepada Allah (Ibrani 6:1,2); iman yang benar adalah iman yang menyelamatkan, yaitu iman kepada Yesus Kristus yang dianugerahkan oleh Allah pada saat kelahiran kembali (Kisah Para Rasul 26:20,21). Iman yang menyelamatkan ini diperlukan dalam menerima Kristus dan segala sesuatu yang Ia tawarkan (Yohanes 11:25-26; 14:1; Kis 16:31; 1 Yohanes 3:23);
6.Alkitab menyebutkan tiga macam iman yang benar, yaitu : iman yang menyelamatkan yang bekerja terus menerus, iman sebagai buah Roh Kudus (Galatia 5:22), dan iman sebagai karunia Roh Kudus (1 Korintus 12:9).

PERTOBATAN
1.Kata bahasa Inggris untuk “pertobatan” adalah “repentence” merupakan terjemahan dari kata Yunani “metanoia” dan “metanoo” yang diterjemahkan dengan kata “bertobat” (misalnya, Matius 4:7; Kisah Para Rasul 3:19; Wahyu 3:19). Arti dari kedua kata di atas ialah perubahan hati, yakni pertobatan nyata dalam pikiran, sikap pandangan dengan arah yang sama sekali berubah, putar balik kepada Allah dan pengabdian kepadaNya.
2.Pertobatan yang sejati akan ditunjukkan dengan perubahan tingkah laku dan sikap yang nampak dalam perbuatan. Roh Kudus yang melahirbarukan seseorang memampukannya untuk bertobat dengan memberikan sifat-sifat baru kepada orang tersebut (2 Korintus 5:15; 7:9,19; Ibrani 12:17).
3.Dengan demikian, pertobatan dapat didefinisikan sebagai “tindakan berbalik dari kesesatan kepada Allah, perubahan dari arah yang salah kepada arah yang benar, perubahan hati dan pikiran dari dosa kepada Allah yang dinyatakan dengan perubahan sikap, perkataan dan perbuatan”. Berita pertama dari Yohanes Pembaptis disertai dengan panggilan untuk bertobat (Matius 3:1-8; Kis 19:4). (3) Berita pertama yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah pertobatan (Matius 4:17; 9:13; 11:20-24). (4) Sesudah hari Pentakosta para rasul mengajak orang-orang untuk bertobat (Kisah Para Rasul 2:37,38; 3:19). (5) Prinsip pertama dalam pengajaran Kristen adalah pertobatan dari perbuatan dosa yang sia-sia (Ibrani 6:1,2); (6) Hasil dari pertobatan antara lain : menerima pengampunan (Yesaya 55:7; Kisah Para Rasul 3:19), menerima karunia Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:38,39), dan menghasilkan buah-buah pertobatan (Matius 3:7,8).

SUMBER:
https://zh-cn.facebook.com/notes/samuel-t-gunawan/konversi-iman-dan-pertobatan/682381121811072/

https://siswakristen.blogspot.co.nz/2017/08/pertobatan-dan-hubungan-antara.html
Iman dan Pertobatan – Pdt. Effendi Susanto, S.Th.