TRINITARIAN VS ONENESS

TRINITARIAN BERDEBAT DENGAN ONENESS PENTACOSTALISM

1.Kelompok Trinitarian ( yaitu mereka yang percaya Allah Trinitas- 3 pribadi ialhi yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus tetapi Satu Hakekat/Substansi /Kodrat ilahi) . Juru bicara yang vocal adalah : Pdt. Muriwali Yanto Matalu, Dr Decky Nggadas, Pdt Esra Alfred Soru. Di Youtube mereka beroposisi dengan sangat gencar melawan  kelompok Oneness Pentacostalism ( Keesaan Pentakosta – yang percaya hanya kepada Satu pribadi Allah dengan 3 cara berada sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus) di wakili oleh Dr Joshua Tewuh dkk).

2.Sebenarnya golongan yang menolak ajaran Allah Trinitas bukan saja Oneness Pentacsotalism (Keesaan Pentakosta) tetapi masih ada benyak aliran dan gereja lain yang akan dipaparkan dalam artikel dibawah ini. Walaupun banyak gereja/aliran ini tetap merupakan minoritas dibandingkan gereja/aliran Trinitarian yang merupakan arus utama dan mayoritas.

 

NON TRINITARIAN (ANTI TRINITARIAN )

https://id.wikipedia.org/wiki/Anti-Tritunggal

Nontrinitarianisme mengacu pada sistem-sistem keyakinan di dalam Kekristenan yang menolak doktrin Kekristenan arus utama mengenai Trinitas (Tritunggal), yaitu, ajaran bahwa Allah merupakan tiga hipostasis atau pribadi berbeda yang sama kekalnya, sederajat, dan bersatu tanpa terpisahkan dalam satu hakikat atau ousia. Kelompok-kelompok tertentu yang timbul selama Reformasi Protestan secara historis dikenal sebagai antitrinitarian atau anti-Tritunggal.

Menurut gereja-gereja yang memandang keputusan konsili-konsili ekumenis adalah final, Trinitarianisme telah dinyatakan secara definitif sebagai doktrin Kristen atau Kristiani pada konsili-konsili ekumenis abad ke-14,[1][2][3] yakni Konsili Nicea I (325), yang menyatakan keilahian sepenuhnya Putra,[4] dan Konsili Konstantinopel I (381), yang menyatakan keilahian Roh Kudus.[5]

Dalam hal jumlah penganut, denominasi nontrinitarian merupakan minoritas kecil dalam Kekristenan modern. Hingga saat ini, tiga denominasi nontrinitarian terbesar adalah Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (“Mormon”), Saksi-Saksi Yehuwa, dan Iglesia ni Cristo, walaupun terdapat sejumlah denominasi lain yang lebih kecil, misalnya KristadelfianChristian ScienceDawn Bible Students AssociationLiving Church of GodPentakostalisme KeesaanMembers Church of God InternationalUnitarian Universalist Christian FellowshipSang Jalan InternasionalThe Church of God International, dan United Church of God.[6]

Pandangan di antara kelompok-kelompok nontrinitarian mengenai kodrat Allah, Yesus dan Roh Kudus, sangat beragam. Pandangan nontrinitarian seperti AdopsionismeMonarkianisme, dan Subordinasionisme telah ada sebelum penetapan resmi doktrin Trinitas pada tahun 325, 381, dan 431, berturut-turut di NiceaKonstantinopel, dan Efesus.[7] Nontrinitarianisme kemudian diperbarui oleh kaum Katar pada abad ke-11 sampai ke-13, dalam gerakan Unitarian selama Reformasi Protestan, dalam Abad Pencerahan pada abad ke-18, dan dalam beberapa kelompok yang timbul selama Kebangunan Besar Kedua pada abad ke-19.

Doktrin Kristen tentang Trinitas tidak terdapat dalam agama Abrahamik besar lainnya  yaitu agama Yudaisme dan Islam.