1.John Lennox adalah seorang profesor matematika dan filsafat dari Universitas Oxford yang juga seorang teolog dan penulis buku tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama. Ia lahir pada tahun 1943 di Irlandia Utara dan dibesarkan dalam keluarga Kristen.
Meskipun dibesarkan dalam keluarga Kristen, John Lennox tidak memahami makna sebenarnya dari kepercayaannya sampai ia memasuki masa remajanya. Pada saat itu, ia memutuskan untuk membaca Alkitab dan mulai merenungkan makna dari tulisan-tulisan tersebut.
2.Namun, pengalaman pertobatan Lennox yang paling berpengaruh terjadi ketika ia menjadi seorang mahasiswa di Universitas Cambridge. Saat itu, ia merasa terusik dengan argumen-argumen yang dilontarkan oleh anggota klub ateis di kampusnya. Ia kemudian memutuskan untuk mempelajari argumen-argumen tersebut dan meresponnya dengan argumen-argumen yang berasal dari sudut pandang kekristenan.
3.Pada akhirnya, pengalaman ini membawa Lennox pada kesimpulan bahwa kepercayaannya pada Tuhan merupakan sebuah pilihan yang rasional dan berbasis bukti-bukti. Ia mengatakan bahwa kepercayaannya pada Tuhan memberikan dasar bagi keyakinannya bahwa ada arti dan tujuan dalam hidupnya.
4.Sejak saat itu, Lennox menjadi seorang Kristen yang militan dan memusatkan perhatiannya pada hubungan antara ilmu pengetahuan dan keberadaan Tuhan. Ia menganggap bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat saling melengkapi, dan bahwa bukti-bukti ilmiah dapat mendukung keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Ia juga percaya bahwa kepercayaannya pada Tuhan memberikan dasar bagi keyakinannya bahwa manusia memiliki makna dan tujuan dalam hidupnya.