JOHN OWEN_MEMATIKAN DOSA

TOPIK  yang dibahas merujuk pada karya klasik karya tokoh Puritan John Owen, khususnya karya terbesarnya mengenai pematikan dosa (The Mortification of Sin). Berikut adalah ringkasan komprehensif dari kelima seri tulisan tersebut: Mematikan Dosa dalam Kehidupan Orang Percaya: Ringkasan Pemikiran John Owen I. Pendahuluan: Peperangan Tanpa Kompromi (Seri 1) Ketinggian spiritualitas seseorang tidak diukur dari seberapa … Read more

KAUM PURITAN_DOKTRIN-PRAKTEK HIDUP

Berikut adalah esai berdasarkan ringkasan pemikiran Pdt. Agus Marjanto mengenai warisan kerohanian kaum Puritan: Mempertautkan Doktrin dan Kehidupan: Warisan Kerohanian Kaum Puritan bagi Gereja Modern I. Pendahuluan Gereja masa kini sering kali dihadapkan pada dikotomi yang tajam antara kebenaran doktrinal dan pengalaman praktis. Di satu sisi, ada kecenderungan terjebak dalam intelektualisme kering yang memisahkan teologi … Read more

KEKUDUSAN_MENGEJAR ATAU MENGAMALKAN?

Mengejar Kekudusan: Perspektif Teologi Puritan vs. Pelagianisme   I.Dilema Istilah: Mengejar dari Titik Nol? Dalam tradisi teologi Kristen, dikotomi antara istilah mengejar atau mengamalkan kekudusan (holiness) memegang peranan krusial untuk memahami dinamika kehidupan rohani orang beriman. Secara permukaan, penggunaan kata “mengejar” sering kali disalahartikan sebagai sebuah usaha manusia yang bertolak dari titik nol—sebuah perjuangan moral … Read more

KEKUDUSAN_SYARAT ATAU BUAH ?

Mengejar Kekudusan: Syarat Keselamatan atau Buah Anugerah? PENDAHULUAN Dalam dinamika teologi Kristen, pencarian akan kekudusan (holiness) merupakan panggilan universal bagi setiap orang beriman. Alkitab secara eksplisit menegaskan pentingnya hidup kudus, salah satunya dalam Ibrani 12:14 yang menyatakan bahwa tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Namun, ketika pertanyaan teologis digali lebih dalam—apakah kekudusan merupakan … Read more

KONTINGENSI 6_JALAN KELUAR DAN PENGHARAPAN

Hidup di Tengah Ketidakpastian — Jalan Keluar dan Pengharapan yang Nyata I. Sampai pada Langkah Akhir Kita telah menempuh lima artikel bersama. Kita belajar bahwa dunia ini kontingen, bisa saja berbeda. Kita mendengar suara para filsuf, dari Barat maupun Timur, dan kita mendengar suara Alkitab yang menunjuk kepada Allah yang tidak berubah dan Kristus sebagai … Read more

KONTINGENSI 5_TUHAN TIDAK BERUBAH

Dunia yang Berubah, Tuhan yang Tidak Berubah — Pandangan Alkitabiah I. Sampai kepada Jawaban yang Sesungguhnya Kita sudah menempuh perjalanan panjang. Kita melihat para filsuf Barat mencari sebab di balik perubahan. Kita mendengar filsafat Timur menawarkan pelepasan dan pelampauan. Kita juga mendengar suara modern yang berkata hidup ini tanpa alasan. Sekarang tibalah saatnya kita mendengar … Read more

KONTINGENSI 2: MENGAPA SEMUA BERUBAH?

Mengapa Semua Berubah? — Jejak Pemikiran dari Aristoteles hingga Ibnu Sina I.Pertanyaan yang Sudah Lama Ditanyakan Di artikel sebelumnya kita belajar bahwa dunia ini kontingen, artinya bisa ada dan bisa tidak ada. Sejak dahulu, manusia bertanya: mengapa semuanya berubah? Apa yang membuat dunia ini tetap ada? Mari kita berkenalan dengan tiga tokoh yang sudah lama … Read more

KONTINGENSI 1-APA TU?

I.Apa Itu Kontingensi? — Segala Sesuatu Bisa Saja Berbeda Sebuah Kata yang Terdengar Sulit Kata “kontingensi” mungkin terdengar rumit. Tetapi artinya sangat dekat dengan hidup kita. Kontingen berarti sesuatu yang bisa ada, tetapi bisa juga tidak ada. Sesuatu yang bisa terjadi, tetapi bisa juga tidak terjadi. Ia tidak harus begitu. Ia bisa saja berbeda. II.Dari … Read more

KUANTITAS VS KUALITAS HIDUP_TEOLOGI REFORMED

Kuantitas versus Kualitas Hidup: Tinjauan Bioetika Modern dari Perspektif Teologi Reformed Bioetika kontemporer telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Jika dahulu prinsip utama dalam dunia medis adalah mempertahankan hidup selama mungkin secara biologis, kini banyak pemikir bioetika menggeser fokus pada mempertahankan hidup yang dianggap “bermakna”, dengan autonomy atau otonomi pribadi ditempatkan sebagai nilai moral tertinggi. … Read more

KUALITAS ATAU KWANTITAS HIDUP ?

I.Dua Kematian sebagai Premis Reflektif 1.Kisah Gene Hackman dan Daniel Kahneman menghadirkan dua cara manusia menutup hidupnya. Hackman, yang pada masa akhir hidupnya tenggelam dalam Alzheimer stadium lanjut, meninggal bukan karena penyakit yang membunuh tubuhnya, tetapi karena hilangnya kemampuan dasar untuk bertahan ketika orang yang merawatnya lebih dahulu wafat. Ia hidup sampai 95 tahun, namun … Read more