APAKAH GEREJA MENGGANTIKAN ISRAEL?

PENDAHULUAN 

Dalam dunia Kristen ada perdebatan panjang tentang hubungan antara Israel dan Gereja. Sebagian orang  (Teologia Dispensasi) berkata bahwa Allah masih mempunyai rencana khusus bagi bangsa Israel sebagai bangsa. Yang lain (Teologia Reformed) berkata bahwa semua janji Allah sekarang digenapi di dalam Kristus dan berlaku bagi semua orang percaya.

Dari sudut pandang iman Reformed, pertanyaannya bukanlah, “Apakah Gereja menggantikan Israel?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Bagaimana Allah menggenapi janji-Nya?”

 

I.Allah Tidak Membuang Israel

Iman Reformed percaya bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada Israel. Ketika Paulus menulis bahwa Allah tidak menolak umat-Nya (Roma 11:1), itu berarti Allah tetap setia.

Namun, kesetiaan Allah itu mencapai puncaknya dalam Yesus Kristus. Melalui Kristus, pintu keselamatan dibuka bukan hanya bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi semua bangsa.

Karena itu, fokus Perjanjian Baru bukan lagi pada satu bangsa tertentu, melainkan pada Kristus yang mengumpulkan umat-Nya dari seluruh dunia.

 

II.Satu Umat Allah

Bayangkan sebuah pohon besar.

Pada awalnya, bangsa Israel adalah umat yang dipilih Allah untuk menerima janji dan firman-Nya. Ketika Kristus datang, bangsa-bangsa lain juga diundang masuk ke dalam keluarga Allah.

Karena itu, iman Reformed melihat bahwa Allah tidak mempunyai dua keluarga yang berbeda. Ada satu keluarga Allah, yaitu semua orang yang percaya kepada Kristus, baik Yahudi maupun non-Yahudi.

Seperti kata Paulus:

“Tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani … karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

 

III.Bagaimana dengan Janji kepada Abraham?

Allah pernah berjanji kepada Abraham bahwa melalui keturunannya semua bangsa akan diberkati.

Orang Kristen percaya bahwa janji itu digenapi melalui Yesus Kristus, keturunan Abraham yang membawa keselamatan kepada dunia.

Karena itu, janji kepada Abraham tidak dibatalkan. Sebaliknya, janji itu menjadi lebih luas. Berkat yang dahulu dimulai dari satu bangsa kini mengalir kepada semua bangsa.

 

IV.Lalu Bagaimana dengan Israel Saat Ini?

Iman Reformed tetap menghormati bangsa Israel sebagai bangsa yang memiliki tempat penting dalam sejarah keselamatan.

Namun keselamatan tidak diberikan karena seseorang berasal dari bangsa tertentu. Keselamatan diberikan melalui iman kepada Kristus.

Dengan demikian, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi datang kepada Allah melalui jalan yang sama, yaitu Yesus Kristus.

 

Kesimpulan

Banyak orang menggambarkan pandangan Reformed sebagai “Gereja menggantikan Israel.” Namun sebenarnya pandangan Reformed lebih tepat dijelaskan sebagai “Kristus menggenapi janji Allah kepada Israel.”

Allah tidak membuang Israel. Allah tetap setia kepada janji-Nya. Tetapi janji itu mencapai tujuan akhirnya di dalam Yesus Kristus.

Karena itu, pusat perhatian orang Kristen bukanlah kepada sebuah bangsa atau negara, melainkan kepada  Kristus sendiri. Di dalam Dia, orang dari segala suku, bangsa, dan bahasa dipersatukan menjadi satu umat Allah.

Itulah sebabnya teologi Reformed lebih suka berbicara tentang penggenapan janji Allah dalam Kristus, daripada tentang penggantian Israel oleh Gereja.

 

Catatan: Tulisan ini menjelaskan pandangan iman Reformed yang lebih tepat disebut Teologi Penggenapan (Fulfillment Theology), yaitu keyakinan bahwa seluruh janji Allah kepada Israel mencapai penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Karena itu, teologi Reformed umumnya tidak menyebut dirinya Teologi Penggantian (Replacement Theology). Istilah “Replacement Theology” lebih sering digunakan oleh kalangan Dispensasional untuk menggambarkan pandangan Reformed, meskipun banyak teolog Reformed menilai istilah tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan apa yang sebenarnya mereka ajarkan