“Tidak Akan Mendapat Bagian dalam Kerajaan Allah”
Memahami 1 Korintus 6:9–10 dengan Benar
Pendahuluan
1.Salah satu bagian Alkitab yang sering menimbulkan pertanyaan dan bahkan ketakutan adalah 1 Korintus 6:9–10. Dalam bagian ini Rasul Paulus menuliskan daftar berbagai dosa dan kemudian berkata bahwa orang-orang yang melakukannya “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
2.Banyak orang Kristen lalu bertanya: Apakah ini berarti seorang percaya yang pernah jatuh dalam dosa tertentu otomatis kehilangan keselamatannya? Apakah setiap orang yang pernah berzina, mabuk, mencuri, atau melakukan dosa lainnya pasti tidak masuk surga? Bagaimana dengan orang percaya yang masih bergumul melawan dosa?
3.Untuk memahami bagian ini dengan benar, kita perlu melihat konteks surat Paulus dan maksud sebenarnya dari ungkapan “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
I.Apa yang Dimaksud dengan “Mendapat Bagian dalam Kerajaan Allah”?
1.Paulus menulis:
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?” (1 Korintus 6:9)
Kata yang diterjemahkan “mendapat bagian” berasal dari kata Yunani kleronomeo, yang berarti “mewarisi” atau “menerima warisan.”
Dalam Alkitab, Kerajaan Allah bukan sekadar suatu wilayah geografis, melainkan pemerintahan Allah yang sempurna. Karena itu, “mewarisi Kerajaan Allah” berarti menerima keselamatan yang penuh dan menikmati kehidupan kekal bersama Allah.
2.Dengan demikian, ketika Paulus berkata bahwa orang-orang tertentu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, ia sedang berbicara tentang nasib kekal manusia, bukan sekadar kehilangan penghargaan atau upah rohani.
II.Paulus Sedang Berbicara tentang Pola Hidup
1.Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membaca daftar dosa dalam ayat ini seolah-olah Paulus sedang mengatakan bahwa siapa saja yang pernah melakukan dosa-dosa tersebut pasti binasa.
Namun itu bukan maksud Paulus.
Jika demikian, maka hampir semua orang akan kehilangan harapan. Banyak tokoh Alkitab pernah jatuh dalam dosa yang serius. Daud berzinah dan terlibat dalam pembunuhan. Petrus menyangkal Yesus. Yunus memberontak terhadap panggilan Tuhan.
2.Yang menjadi perhatian Paulus bukanlah dosa yang pernah dilakukan seseorang, melainkan kehidupan yang terus-menerus dikuasai oleh dosa tanpa pertobatan.
Daftar yang diberikan Paulus menggambarkan orang-orang yang menjadikan dosa sebagai gaya hidup, identitas, dan arah hidup mereka. Mereka tidak mau berbalik kepada Allah dan tidak merasa perlu bertobat.
III.Bukti dari Ayat Berikutnya
1.Penjelasan terbaik justru terdapat pada ayat berikutnya:
“Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan dan kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.” (1 Korintus 6:11)
2.Perhatikan kata “dahulu.”
Jemaat Korintus bukanlah orang-orang yang sempurna. Sebagian dari mereka pernah hidup dalam dosa-dosa yang disebutkan Paulus. Namun sekarang mereka telah mengalami perubahan oleh anugerah Kristus.
3.Mereka masih dapat jatuh dalam dosa, tetapi mereka bukan lagi budak dosa. Identitas mereka telah berubah. Mereka telah dibenarkan, dikuduskan, dan disucikan oleh Tuhan.
Inilah inti Injil: bukan bahwa orang percaya tidak pernah berdosa lagi,
melainkan bahwa mereka tidak lagi hidup di bawah kuasa dosa.
IV.Kerajaan Allah Sudah Hadir dan Akan Datang
Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Kerajaan Allah memiliki dua dimensi.
Pertama, Kerajaan Allah sudah hadir sekarang. Orang percaya telah menjadi warga Kerajaan Allah melalui iman kepada Kristus.
Kedua, Kerajaan Allah akan dinyatakan secara sempurna ketika Kristus datang kembali.
Karena itu, orang yang “tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” bukan hanya kehilangan berkat masa depan, tetapi juga menunjukkan bahwa ia tidak hidup sebagai warga Kerajaan Allah pada masa kini.
Kehidupannya tidak menunjukkan tanda-tanda pertobatan maupun karya Roh Kudus.
V.Peringatan dan Penghiburan
Bagian ini mengandung dua pesan sekaligus.
1.Pertama, peringatan. Jangan seorang pun merasa aman dalam dosa. Jika seseorang terus-menerus hidup dalam dosa, membenarkan dosanya, dan menolak panggilan untuk bertobat, ia sedang berada dalam bahaya rohani yang serius.
2.Kedua, penghiburan. Ayat ini bukan ditujukan untuk menghancurkan hati orang percaya yang sedang bergumul melawan dosa. Justru pergumulan itu sendiri sering menjadi tanda bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam dirinya.
***Ada perbedaan besar antara orang yang jatuh dalam dosa lalu menangis di hadapan Tuhan dan orang yang hidup dalam dosa sambil berkata, “Saya tidak peduli apa kata Tuhan.”
Yang pertama sedang berjuang sebagai anak Allah. Yang kedua sedang menolak pemerintahan Allah atas hidupnya.
Penutup
Ketika membaca 1 Korintus 6:9–10, pertanyaan yang paling penting bukanlah, “Apakah saya pernah melakukan dosa-dosa itu?” Melainkan, “Apakah saya terus hidup di dalam dosa itu tanpa pertobatan?”
Kabar baik Injil adalah bahwa Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh darah-Nya. Jemaat Korintus adalah bukti hidup dari anugerah tersebut.
Karena itu, jika kita datang kepada Kristus dengan pertobatan dan iman, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, kita dapat hidup dalam syukur karena Allah yang telah membenarkan kita juga sedang menguduskan kita hari demi hari sampai akhirnya kita menerima warisan penuh dalam Kerajaan-Nya yang kekal.