Menyingkap Rahasia “Buah” yang Satu: Apakah Kita Harus Sempurna dalam Sembilan Sifat Roh?
PENDAHULUAN
Pernahkah Anda berdiri di depan sebuah pohon buah yang rindang, lalu menyadari sesuatu yang unik tentang bahasanya? Dalam Galatia 5:22-23, Rasul Paulus tidak menulis “buah-buah Roh”, melainkan “Buah Roh”—dalam bentuk tunggal (singular). Dari satu buah ini, memancar sembilan rasa atau sifat: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Pertanyaan yang kemudian sering menggelitik hati kita adalah: Jika buah ini tunggal, apakah berarti kita harus memilikinya secara lengkap dan sempurna barulah kita bisa disebut hidup dipimpin oleh Roh? Bagaimana jika kita merasa punya kasih, tapi masih sering meledak-ledak dan kurang kelemahlembutan?
Mari kita renungkan bersama dengan hati yang tenang dan hangat.
I.Analogi Sebutir Buah Jeruk
Bayangkan Buah Roh seperti sebutir buah jeruk. Jeruk adalah satu buah utuh, namun di dalamnya terdapat banyak ulas atau sekat. Anda tidak bisa membeli buah jeruk yang hanya berisi sekat “manis” tanpa kulit atau daging buah lainnya. Semuanya adalah satu kesatuan organik.
Ketika Roh Kudus diam di dalam hidup kita, Dia tidak memberikan sifat-sifat ini secara eceran. Dia membawa seluruh diri-Nya ke dalam hati kita. Oleh karena itu, secara prinsip:
- Jika Anda memiliki Kasih yang sejati dari Allah, di dalam kasih itu pasti ada benih Kelemahlembutan.
- Jika Anda memiliki Kesetiaan, di dalamnya pasti terkandung Penguasaan Diri.
Jadi, argumen bahwa sifat-sifat ini tidak bisa dipisahkan adalah benar. Sifat-sifat ini saling menganyam dan melengkapi.
II.Antara “Kepemilikan Benih” dan “Kematangan Buah”
Untuk menjawab pertanyaan “Apakah semua 9 sifat itu harus dimiliki baru kita bisa bilang hidup kita dipimpin Roh?”, kita perlu membedakan antara kehadiran benih dan proses kematangan.
Jawabannya adalah: Ya, semua sifat itu sudah ada di dalam diri Anda sejak Anda dipimpin Roh, tetapi tingkat kematangannya berbeda-beda.
Saat seseorang berserah pada pimpinan Roh Kudus, kesembilan sifat itu langsung ditanam sebagai “benih” di dalam rohnya. Namun, sebuah pohon memerlukan waktu untuk membuat buahnya matang ranum.
- Hari ini, mungkin aspek Kebaikan dan Kesetiaan Anda sedang terlihat sangat ranum dan manis.
- Namun di sisi lain, aspek Kesabaran atau Kelemahlembutan Anda mungkin masih hijau, kecil, dan sedang dalam proses pertumbuhan yang menyakitkan.
Apakah buah yang masih hijau dan asam itu bukan buah? Tetap buah! Ia hanya belum matang. Begitu pula dengan hidup kita. Ketidaksempurnaan kita dalam kelemahlembutan tidak berarti Roh Kudus tidak memimpin kita; itu berarti kita sedang berada di “laboratorium pertumbuhan” milik Tuhan.
III. Bahaya Tuntutan “Kesempurnaan Instan”
Jika kita berpikir bahwa kita harus menjadi manusia supranatural yang sempurna dalam 9 sifat tersebut baru boleh mengklaim dipimpin Roh, kita akan jatuh dalam dua lubang berbahaya:
- Keputusasaan: Kita akan merasa selalu gagal menjadi Kristen yang “cukup baik” karena mendapati diri kita masih bisa kesal atau kurang sabar.
- Legalime/Kepalsuan: Kita akan mulai memakai “topeng” kelemahlembutan yang dipaksakan demi terlihat rohani, padahal di dalamnya rapuh.
Tuhan Yesus adalah seorang Gembala yang sabar. Dia tahu bahwa proses mematikan kedagingan kita adalah proses seumur hidup. Pimpinan Roh Kudus tidak diukur dari kesempurnaan hasil akhir yang instan, melainkan dari arah hidup dan ketaatan kita untuk terus dibentuk.
Catatan Pastoral untuk Hati Anda
Sahabat, jika hari ini Anda merenung dan merasa, “Tuhan, kasihku ada, tapi kelemahlembutanku masih sangat tipis,” jangan berkecil hati. Pengakuan jujur itu sendiri adalah tanda bahwa Roh Kudus sedang bekerja di dalam hati Anda, memberi Anda kepekaan.
Pohon tidak pernah stres atau berteriak untuk menumbuhkan buahnya; pohon hanya perlu tinggal melekat pada pokoknya dan membiarkan nutrisi mengalir. Tugas kita bukanlah mencoba dengan kekuatan sendiri mematangkan sembilan sifat itu sekaligus. Tugas kita adalah tetap melekat pada Kristus setiap hari melalui doa, firman, dan penyerahan diri.
Percayalah, Roh Kudus yang memulai pekerjaan baik di dalam Anda, adalah Roh yang sama yang akan menumbuhkan kesembilan sifat itu hingga matang indah pada waktunya.
Apakah ada satu dari sembilan sifat ini yang belakangan ini terasa paling menantang untuk ditumbuhkan dalam keseharian Anda?