JEBAKAN MORALITAS

Setelah kita memahami urgensi mematikan dosa (Seri 1) dan cara mendeteksi akarnya di dalam hati (Seri 2), sekarang kita akan membahas kekeliruan yang paling sering dilakukan banyak orang: Mencoba menjadi suci dengan kekuatan sendiri.

John Owen memberikan peringatan keras bahwa usaha manusia yang tanpa didasari oleh Injil justru akan menjebak kita dalam frustrasi.

Seri 3: Jebakan Moralitas: Mengapa Disiplin Diri Saja Tidak Cukup

PENDAHULUAN

1.Pernahkah Anda berjanji pada diri sendiri, “Mulai besok saya tidak akan marah lagi,” atau “Saya akan berhenti kecanduan gadget,” namun hanya bertahan dua hari lalu gagal lagi? Akhirnya, Anda merasa lelah, merasa menjadi orang Kristen yang gagal, dan merasa Tuhan marah kepada Anda.

2.Jika itu yang Anda rasakan, Anda mungkin sedang terjebak dalam apa yang disebut John Owen sebagai “Self-Mortification” (Mematikan dosa dengan kekuatan sendiri). Ini adalah upaya mengubah perilaku luar melalui disiplin ketat tanpa melibatkan kuasa Roh Kudus.

 

II.Mengapa Disiplin Diri Bisa Menjadi Jebakan?

Owen menjelaskan bahwa banyak orang mencoba melawan dosa hanya karena mereka takut dihukum atau merasa malu, bukan karena mereka mencintai Tuhan. Inilah masalahnya jika kita hanya mengandalkan “otot” disiplin diri:

  1. Hanya Mengobati Gejala: Disiplin diri tanpa Roh Kudus seperti menempelkan plester pada luka infeksi yang dalam. Kelihatannya tertutup, tapi di dalamnya pembusukan terus terjadi.
  2. Melahirkan Kesombongan atau Keputusasaan: Kalau Anda berhasil disiplin, Anda akan menjadi sombong dan menghakimi orang lain. Kalau Anda gagal, Anda akan sangat terpuruk dan menjauh dari Tuhan.
  3. Mengabaikan Kristus: Sering kali, kita terlalu sibuk memandangi dosa kita sehingga kita lupa memandangi Kristus. Kita pikir kita bisa “membayar” kesalahan kita dengan cara menjadi lebih rajin beribadah.

 

III.Prinsip Utama: Membunuh Dosa Melalui Roh

John Owen menekankan satu kalimat kunci dari Roma 8:13: “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Perhatikan kata “Oleh Roh”. Artinya, senjata utama kita bukan sekadar jadwal puasa atau janji-janji kosong, melainkan ketergantungan total pada kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam kita.

 

IV.Aplikasi Praktis: Keluar dari Jebakan Moralitas

Lalu, bagaimana cara praktis mematikan dosa tanpa terjebak dalam moralitas yang melelahkan?

  • 1.Ubah Motivasi Anda: Berhentilah melawan dosa hanya karena takut “kena sial” atau takut ketahuan. Mulailah melawan dosa karena Anda sadar betapa jahatnya dosa itu melukai hati Tuhan yang sudah sangat mengasihi Anda di salib.
  • 2.Andalkan “Kasih Karunia” Sebelum “Usaha”: Sebelum Anda mencoba disiplin, ingatlah kembali bahwa Anda sudah diterima dan dikasihi oleh Allah di dalam Kristus. Kita melawan dosa bukan supaya diterima Tuhan, tapi karena kita sudah diterima-Nya. Ini memberikan energi yang berbeda.
  • 3.Berdoa Meminta “Kebencian” terhadap Dosa: Mintalah Roh Kudus untuk memberikan mata yang melihat dosa sebagai sesuatu yang menjijikkan, bukan sesuatu yang manis tapi terlarang. Roh Kuduslah yang mampu mengubah selera hati kita.
  • 4.Gunakan Sarana Anugerah dengan Benar: Membaca Alkitab dan berdoa bukan sebagai “setoran” agar Tuhan senang, tapi sebagai cara untuk mengisi “baterai” rohani agar kita punya kekuatan untuk berkata “Tidak” pada godaan.

 

Kesimpulan

Disiplin itu perlu, tapi disiplin tanpa ketergantungan pada Roh Kudus hanyalah penjara moralitas. Jangan biarkan perjuangan Anda melawan dosa membuat Anda menjauh dari salib. Sebaliknya, biarlah setiap kegagalan membuat Anda berlari lebih cepat kepada Kristus, satu-satunya yang mampu memberi kemenangan sejati.