I.Apa Itu Kontingensi? — Segala Sesuatu Bisa Saja Berbeda
Sebuah Kata yang Terdengar Sulit
Kata “kontingensi” mungkin terdengar rumit. Tetapi artinya sangat dekat dengan hidup kita. Kontingen berarti sesuatu yang bisa ada, tetapi bisa juga tidak ada. Sesuatu yang bisa terjadi, tetapi bisa juga tidak terjadi. Ia tidak harus begitu. Ia bisa saja berbeda.
II.Dari Mana Kata Ini Berasal
Kata ini datang dari bahasa Latin, contingere, yang berarti “menyentuh” atau “kebetulan terjadi”. Bayangkan dua sahabat yang bertemu di jalan tanpa janji. Pertemuan itu terjadi, tetapi bisa saja tidak terjadi. Jika salah satu berangkat lima menit lebih lambat, mereka tidak akan bertemu. Itulah kontingen.
III. Contoh dalam Hidup Sehari-hari
Lihatlah sekeliling kita. Hari ini cerah, besok bisa hujan. Musim berganti. Bunga mekar, lalu layu. Anak-anak bertumbuh, orang tua menua. Pekerjaan yang kita miliki hari ini bisa hilang. Kesehatan yang kita nikmati bisa berubah. Bahkan kita sendiri: kita ada di dunia ini, padahal kita bisa saja tidak pernah lahir. Tidak seorang pun dari kita yang meminta untuk ada.
Bandingkan dengan kebenaran seperti “dua ditambah dua sama dengan empat”. Hasilnya tidak berubah, kapan pun dan di mana pun. Hal seperti ini disebut perlu, artinya memang harus demikian. Sedangkan hampir semua hal dalam hidup kita bersifat kontingen.
IV.Mengapa Kita Merasa Tidak Aman
Inilah sebabnya hati kita sering gelisah. Kita ingin hidup yang pasti, tetapi kita tinggal di dunia yang berubah. Kita menabung untuk masa depan, tetapi harga-harga naik. Kita menjaga kesehatan, tetapi tetap bisa sakit. Kita mengasihi orang-orang terdekat, tetapi suatu hari kita harus berpisah.
Rasa tidak aman ini bukan tanda bahwa iman kita lemah. Ini tanda bahwa kita sedang menyadari kenyataan tentang dunia tempat kita tinggal. Orang yang jujur kepada dirinya sendiri akan mengakui: tidak ada satu pun yang ada di sekitar kita yang benar-benar bisa kita genggam selamanya.
V.Sebuah Pertanyaan Penting
Jika segala sesuatu bisa saja berbeda, mengapa semuanya ada? Apakah dunia ini muncul begitu saja tanpa alasan? Ataukah ada Pribadi yang menopang segala sesuatu? Para pemikir sepanjang zaman telah bergumul dengan pertanyaan ini. Dalam seri ini, kita akan menelusuri jawabannya bersama-sama, selangkah demi selangkah.
Untuk hari ini, cukuplah kita mengerti satu hal: dunia yang kita huni tidak berdiri di atas dirinya sendiri, dan hati yang gelisah ini sedang mencari sandaran yang tidak goyah.
VI.Ayat Penutup
“Ya Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
— Mazmur 90:1-2
VII. Doa
Ya Bapa yang kekal, kami mengakui bahwa hidup kami rapuh dan dunia kami berubah-ubah. Sering kali hati kami takut dan gelisah. Ajarlah kami melihat bahwa Engkau tidak berubah, dan Engkaulah tempat kami berlindung. Tolonglah kami belajar bersandar kepada-Mu, hari demi hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Bersambung ke KOTINGENSI 2: Mengapa Semua Berubah?