Seri 1: “Kewajiban Seumur Hidup: Memahami Hakikat Mematikan Dosa
PENDAHULUAN
Pernahkah Anda membiarkan rumput liar tumbuh di halaman rumah hanya karena mereka terlihat “kecil dan tidak berbahaya”? Dalam waktu singkat, rumput itu akan menguasai tanah, mematikan bunga-bunga indah, dan merusak fondasi pagar.
Dalam bukunya yang legendaris, The Mortification of Sin, John Owen memberikan peringatan yang jauh lebih keras tentang dosa: “Be killing sin or it will be killing you.” (Bunuhlah dosa, atau dosa yang akan membunuhmu). Owen tidak sedang berlebihan. Baginya, kehidupan spiritual adalah medan perang, bukan taman rekreasi.
I.Musuh yang Tidak Pernah Tidur
Masalah utama banyak orang Kristen modern adalah kita terlalu sering mencoba “menjinakkan” dosa, bukan mematikannya. Kita berpikir bahwa selama dosa itu tidak terlihat secara publik atau tidak merugikan orang lain, kita bisa hidup berdampingan dengannya.
Namun, Owen mengingatkan bahwa dosa di dalam hati kita bersifat agresif. Dosa tidak pernah puas hanya diam di pojokan; ia selalu berusaha untuk tumbuh, mendominasi, dan akhirnya memisahkan kita dari persekutuan yang intim dengan Allah. Jika kita berhenti menyerang dosa, maka saat itulah dosa mulai menggerogoti vitalitas rohani kita.
II.Mengapa Kita Harus Bertindak Sekarang?
Owen menekankan bahwa mematikan dosa (mortification) bukanlah tugas sekali jalan, melainkan tugas seumur hidup. Mengapa harus sekarang?
- Dosa Menggelapkan Pandangan: Semakin kita membiarkan satu dosa kecil menetap, semakin tumpul nurani kita terhadap kebenaran.
- Dosa Melemahkan Kekuatan: Dosa bertindak seperti virus yang menguras energi rohani, membuat kita malas berdoa dan enggan membaca Firman.
- Dosa Merampas Sukacita: Anda tidak bisa menikmati kedamaian Tuhan sambil menggenggam dosa kesayangan di tangan lainnya.
III.Aplikasi Praktis: Bagaimana Cara Mulai “Membunuh”?
Mematikan dosa terdengar sangat abstrak, namun Owen memberikan landasan yang sangat praktis untuk kita mulai hari ini:
- Identifikasi “Dosa Kesayangan” Anda: Jangan bicara tentang dosa secara umum. Apa kecenderungan spesifik Anda? Apakah itu kemarahan yang terpendam, pornografi, kesombongan intelektual, atau kecanduan pengakuan orang lain? Berilah nama pada musuh Anda.
- Jangan Beri Makan: Jika Anda tahu media sosial memicu rasa iri, batasi penggunaannya. Jika lingkungan tertentu memicu gosip, batalkan pertemuan itu. Membunuh dosa berarti memutus jalur suplainya.
- Andalkan Roh, Bukan Kekuatan Tekad: Ini poin krusial Owen. Mematikan dosa dengan kekuatan sendiri hanyalah moralisme yang akan membuat Anda lelah. Mintalah Roh Kudus untuk memberikan kebencian terhadap dosa tersebut. Kita membunuh dosa dengan cara mengarahkan hati kita pada keindahan Kristus yang jauh lebih memuaskan.
Kesimpulan
Pilihannya hanya dua: Anda yang menghunuskan pedang, atau Anda yang menjadi korban. Dosa di dalam diri kita tidak akan pernah mau bernegosiasi atau berdamai. Ia ingin Anda mati secara rohani.
Hari ini, mari kita berhenti membuat alasan. Mari kita berhenti berkata, “Ah, ini kan cuma hal kecil.” Mulailah berdoa dengan jujur: “Tuhan, tunjukkan aku dosa yang sedang mencoba membunuhku, dan berikan aku keberanian untuk mematikannya hari ini.”