Renungan 5: Transaksional vs Relasional
Ayub 42:5
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”
Era digital sering membuat hubungan kita menjadi transaksional. Follow for follow, like for like, bahkan dalam doa: “Tuhan, jika Engkau beri A, aku akan lakukan B.” Ini adalah agama konsumeris—hubungan berbasis pertukaran.
Ayub menemukan sesuatu yang lebih dalam. Dia tidak pernah mendapat jawaban langsung mengapa dia menderita. Tetapi dia menemukan Tuhan yang layak disembah terlepas dari keadaan. “Mataku sendiri memandang Engkau.”
Inilah iman dewasa: menyembah Tuhan bukan karena apa yang Dia berikan, tetapi karena siapa Dia. Bukan karena berkat-Nya, tetapi karena kemuliaan-Nya. Bukan karena jawaban-Nya, tetapi karena kehadiran-Nya.
Hubungan sejati dengan Tuhan adalah relasional—”Aku menyembah-Mu karena Engkau layak disembah, apapun keadaanku.” Inilah perbedaan mendasar antara agama dan iman.
CATATAN:
Renungan Harian Ini terhubung dengan Renungan Mingggu Roti Hidup 24 Agustus 2025 yang berjudul :MELEPASKAN SIKAP “BERHAK” DI ERA DIGITAL