Mesias yang Dinantikan: Tiga Cara Memahami Sang Juru Selamat
PENDAHULUAN
1.Siapa yang tidak pernah menantikan sesuatu? Mulai dari menunggu gajian di akhir bulan, menantikan liburan, hingga menunggu orang tercinta pulang. Penantian adalah bagian dari hidup manusia. Namun ada satu penantian yang telah berlangsung ribuan tahun dan masih terus berlanjut hingga hari ini: penantian akan Mesias.
2.Kata “Mesias” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “yang diurapi.” Dalam tradisi kuno, raja dan imam diurapi dengan minyak sebagai tanda bahwa mereka dipilih Tuhan. Namun Mesias yang dinantikan bukan raja biasa – Dia adalah Juru Selamat yang akan membawa perdamaian dan keadilan ke seluruh dunia.
3.Pertanyaannya: siapa Mesias itu? Kapan Dia datang? Sudahkah Dia datang atau masih akan datang? Mari kita lihat bagaimana tiga tradisi keagamaan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
I.Pandangan Dispensasi: Yesus yang Akan Datang Kembali
1.Bagi penganut teologi Dispensasi, jawabannya jelas: Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Namun, mereka percaya bahwa karya Mesias terbagi dalam dua tahap.
1.1.Kedatangan Pertama: Yesus sudah datang 2000 tahun lalu sebagai “Anak Domba Allah” yang mati untuk menebus dosa manusia. Namun pada saat itu, bangsa Israel menolak-Nya sebagai Raja mereka. Karena penolakan ini, rencana Allah tentang Kerajaan Israel ditunda sementara.
1.2.Kedatangan Kedua: Yesus akan datang kembali sebagai “Raja segala raja” untuk mendirikan kerajaan-Nya secara literal di bumi. Kali ini Dia akan memerintah dari Yerusalem selama 1000 tahun (Milenium). Semua janji kepada bangsa Israel dalam Perjanjian Lama akan digenapi secara harfiah.
3.Penganut Dispensasi percaya bahwa sebelum kedatangan kedua, ada masa yang disebut “Kesengsaraan Besar” – tujuh tahun penuh penderitaan di bumi. Di akhir masa ini, bangsa Israel akan mengakui Yesus sebagai Mesias mereka.
4.Praktisnya, orang Kristen Dispensasi sangat mendukung negara Israel modern. Mereka melihat berdirinya Israel tahun 1948 sebagai tanda bahwa kedatangan Yesus sudah semakin dekat. Mereka juga yakin bahwa Bait Allah akan dibangun kembali di Yerusalem.
II.Pandangan Reformed: Yesus yang Sudah Memerintah
1.Teologi Reformed setuju bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi mereka memahami cara kerja-Nya secara berbeda. Bagi mereka, Yesus sudah menggenapi semua nubuatan mesianis – tidak perlu menunggu kedatangan kedua untuk melihat kerajaan-Nya.
2.Kerajaan yang Sudah Ada: Sejak kebangkitan-Nya, Yesus sudah memerintah sebagai Raja dari surga. Kerajaan-Nya bukan kerajaan politik di bumi, melainkan kerajaan rohani yang ada di hati setiap orang percaya. Gereja adalah manifestasi kerajaan Kristus di dunia.
3.Israel dan Gereja: Berbeda dengan Dispensasi, Reformed percaya bahwa gereja adalah “Israel yang baru.” Semua janji kepada Israel dalam Perjanjian Lama sudah digenapi secara rohani dalam gereja yang terdiri dari orang-orang dari segala bangsa.
4.Penggenapian Bertahap: Kerajaan Kristus berkembang secara bertahap melalui pemberitaan Injil. Semakin banyak orang yang percaya, semakin luas kerajaan-Nya. Kedatangan kedua Kristus akan menyempurnakan apa yang sudah dimulai.
5.Orang Kristen Reformed fokus pada misi gereja untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Mereka percaya bahwa melalui gereja, Kristus sudah membawa perdamaian dan keadilan – meskipun belum sempurna.
III.Pandangan Yahudi: Mesias yang Belum Datang
Tradisi Yahudi memiliki pandangan yang sangat berbeda. Mereka percaya bahwa Mesias belum datang dan Yesus bukanlah Mesias yang dinubuatkan.
1.Mesias Manusia: Dalam pemahaman Yahudi, Mesias adalah seorang manusia pilihan Allah – raja keturunan Daud yang akan memulihkan kerajaan Israel. Dia bukan Allah yang menjelma, melainkan pemimpin yang luar biasa yang dipilih dan diberkati Tuhan.
2.Tanda-tanda Kedatangan: Mesias akan datang ketika dunia dalam keadaan sangat buruk. Dia akan mengumpulkan semua orang Yahudi dari perantauan kembali ke Israel, membangun Bait Allah yang ketiga, dan membawa perdamaian dunia. Perang akan berakhir, semua bangsa akan mengakui Tuhan Yang Esa.
3.Persiapan Aktif: Orang Yahudi tidak hanya menunggu pasif. Mereka percaya pada konsep “tikkun olam” – memperbaiki dunia. Dengan melakukan kebaikan dan keadilan, mereka mempersiapkan kedatangan Mesias. Semakin baik dunia ini, semakin dekat Mesias datang.
4.Era Mesianis: Ketika Mesias datang, akan dimulai era perdamaian abadi. Tidak ada lagi penyakit, kelaparan, atau perang. Semua manusia akan hidup dalam harmoni dan pengenalan akan Tuhan.
IV.Apa Artinya Bagi Kita Hari Ini?
Meskipun ketiga pandangan ini berbeda, semuanya mengajarkan hal yang sama: ada pengharapan untuk masa depan yang lebih baik. Entah melalui kedatangan kedua Yesus, perkembangan kerajaan Kristus, atau kedatangan Mesias yang ditunggu-tunggu, semuanya menunjuk pada realitas bahwa dunia ini tidak akan selamanya seperti sekarang.
1.Pengharapan yang Aktif: Semua tradisi mengajarkan bahwa penantian bukan berarti duduk diam. Kita dipanggil untuk berperan aktif mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Entah itu melalui pemberitaan Injil, pelayanan kasih, atau perjuangan keadilan sosial.
2.Hidup dengan Makna: Percaya pada Mesias memberi makna pada penderitaan dan ketidakadilan yang kita lihat sekarang. Ini semua bersifat sementara. Ada harapan bahwa keadilan dan perdamaian akan menang.
3.Persatuan dalam Keberagaman: Meskipun berbeda cara memahami, semua tradisi rindu akan dunia yang dipenuhi damai sejahtera. Ini bisa menjadi titik temu untuk bekerja sama menciptakan dunia yang lebih baik.
Kesimpulan: Terus Berharap, Terus Bekerja
1.Penantian akan Mesias mengajarkan kita bahwa hidup ini punya tujuan dan arah. Kita tidak hidup tanpa makna dalam dunia yang acak. Ada Tuhan yang peduli dan punya rencana untuk memulihkan segala sesuatu.
2.Sambil menantikan, kita dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi. Apakah kita percaya Yesus sudah datang atau masih akan datang, tugas kita sama: menjadi agen damai sejahtera dan keadilan di dunia ini. Karena pada akhirnya, Mesias yang kita nantikan adalah Dia yang membawa damai sejahtera – dan kita bisa mulai membawa damai itu hari ini juga.