Amilenialisme Reformed: Sebuah Penjelasan Komprehensif
PENDAHULUAN
1.Amilenialisme adalah pandangan eskatologi yang dianut banyak Gereja Reformed. Ia memahami Kerajaan Seribu Tahun (milenium) dalam Kitab Wahyu sebagai masa kini, yaitu periode antara kedatangan pertama dan kedua Kristus, bukan sebagai pemerintahan harfiah di bumi di masa depan. Amilenialis percaya janji-janji Allah kepada Israel digenapi secara rohani dalam Kristus dan Gereja-Nya
2.Artikel ini akan membahas dan menjelaskan pandangan teologi Amilenialisme Reformed sebagai respons terhadap pertanyaan apakah Amilenialisme mengajarkan kebenaran, terutama yang mengajukan pertanyaan biasanya dari latar belakang teologi dispensasional. Kami akan menguraikan bagaimana Amilenialisme memahami janji-janji Allah, sifat Kerajaan-Nya, peran Gereja, dan pandangannya terhadap peristiwa akhir zaman dan konflik terkini.
I.Israel dan Gereja: Penggenapan Janji
1.Dari sudut pandang teologi Amilenialisme Reformed, janji-janji Allah kepada Israel dalam Perjanjian Lama dipahami telah digenapi secara rohani dalam Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Ini tidak berarti meniadakan signifikansi Israel historis, melainkan mengakui bahwa rencana keselamatan Allah selalu berpusat pada Kristus.
2.Gereja, yang terdiri dari orang-orang percaya dari segala bangsa (baik Yahudi maupun non-Yahudi), adalah “Israel sejati” atau “Israel rohani” yang mewarisi janji-janji perjanjian Allah. Perjanjian-perjanjian Allah dengan Israel, termasuk janji tanah, dipandang telah mencapai penggenapan puncaknya dalam Kristus.
3.Konsep “perjanjian abadi” dipahami dalam konteks kekekalan janji Allah yang mencapai kepenuhannya dalam Kristus, bukan terbatas pada kepemilikan geografis tertentu secara harfiah di masa depan, seperti yang sering diyakini dalam pandangan dispensasional.
II.Kerajaan Allah: Sudah dan Belum
1.Amilenialisme mengakui bahwa Kerajaan Allah telah diresmikan dengan kedatangan Kristus yang pertama, sebuah realitas masa kini, tetapi akan mencapai kepenuhannya pada kedatangan-Nya yang kedua. Ini adalah prinsip “sudah dan belum” (already and not yet) dari Kerajaan Allah.
2.Penekanan pada masa kini adalah untuk hidup dalam Kerajaan yang telah datang, mendorong orang percaya untuk mewujudkan nilai-nilai Kerajaan dalam kehidupan mereka. Namun, pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua dan pembaharuan segala sesuatu tetap menjadi inti iman Amilenialis.
3.Ini berbeda dengan dispensasionalisme yang sering melihat Kerajaan Seribu Tahun sebagai masa pemerintahan harfiah Kristus di bumi di masa depan.
III.Misi Gereja dan Tuduhan Anti-Semitisme
1.Mengenai pentingnya penginjilan, Amilenialisme sama sekali tidak mengesampingkan urgensi Amanat Agung. Justru, karena Kerajaan Allah sedang berkembang melalui pemberitaan Injil, penginjilan menjadi sangat mendesak. Gereja dipanggil untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa, membawa mereka ke dalam Kerajaan Kristus, dan mempersiapkan mereka untuk kedatangan-Nya yang kedua.
2.Tuduhan bahwa Amilenialisme melahirkan anti-Semitisme adalah klaim serius yang perlu dibedakan dari penyalahgunaan teologi. Meskipun beberapa tokoh sejarah yang menganut pandangan Amilenial mungkin menunjukkan sikap anti-Semit, ini bukanlah konsekuensi inheren dari teologi Amilenial itu sendiri.
3.Teologi Reformed Amilenial menekankan kasih Allah bagi semua manusia dan panggilan untuk mengasihi sesama, termasuk orang Yahudi. Kebencian terhadap orang Yahudi adalah dosa dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Kristen yang fundamental.
IV.Konflik di Timur Tengah: Sebuah Sudut Pandang
1.Terkait dengan konflik di Timur Tengah, Amilenialisme cenderung menafsirkan nubuatan Alkitab secara simbolis atau tipologis, bukan secara harfiah-futuristik. Konflik geopolitik saat ini tidak secara langsung diidentifikasi sebagai penggenapan nubuatan akhir zaman yang spesifik mengenai Israel, melainkan sebagai bagian dari pergumulan umum antara kebaikan dan kejahatan di dunia yang jatuh.
2.Ini berbeda dengan pandangan dispensasional yang sering melihat konflik ini sebagai tanda-tanda khusus nubuat yang akan segera digenapi. Dukungan terhadap kelompok tertentu atau pandangan politik tertentu tidak secara otomatis berasal dari atau mewakili seluruh teologi Amilenial.
3.Singkatnya, Amilenialisme Reformed melihat Kristus sebagai pusat penggenapan semua janji Allah, dengan Gereja sebagai penerima berkat-berkat perjanjian yang diperluas secara rohani. Ini adalah pandangan yang menempatkan Kerajaan Allah sebagai realitas yang sudah ada dan sedang berkembang, sambil tetap memegang teguh pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua dan pembaharuan total.