PENDAHULUAN
Siapakah Emmet Fox? Tokoh Kontroversial di Balik Ajaran “The Mind of Christ”
Dalam dunia spiritualitas modern, nama Emmet Fox mungkin tidak begitu familiar bagi umat Kristen Indonesia. Namun, pengaruhnya terhadap gerakan New Age dan penafsiran kontroversial tentang “The Mind of Christ” sangat signifikan. Mari kita mengenal sosok di balik ajaran yang sering menyesatkan ini.
I.Profil Emmet Fox (1886-1951)
Emmet Fox adalah seorang pemimpin spiritual New Thought asal Irlandia yang menjadi sangat berpengaruh di Amerika Serikat, terutama selama masa Great Depression hingga kematiannya pada 1951. Lahir dari keluarga terpandang—ayahnya seorang dokter dan anggota Parlemen—Fox mendapat pendidikan di Stamford Hill Jesuit College sebelum memulai karir spiritualnya.
Yang menarik, meski dididik dalam lingkungan Katolik, Fox kemudian mengembangkan ajaran yang jauh menyimpang dari kekristenan ortodoks. Dia menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan New Thought di abad ke-20.
II.Karir dan Pengaruh
Fox terkenal karena kebaktian Divine Science-nya yang besar di New York City. Dia dikenal sebagai Minister, Author, Teacher, Healer, dan Mystic yang menarik audiens lebih luas daripada pemimpin spiritual lainnya pada masanya. Kemungkinan lebih dari pemimpin New Thought lainnya, Fox telah mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dengan pesan yang berani dan dinamis.
Karya terkenalnya, “The Sermon on the Mount,” mengeksplorasi makna yang lebih dalam dari ajaran Yesus namun dengan perspektif New Thought yang menyimpang dari interpretasi alkitabiah yang sejati.
III.Karya dan Ajaran Utama Fox
Fox menghasilkan berbagai karya yang berpengaruh, termasuk “Alter Your Life” (1931), “Power Through Constructive Thinking” (1932), “The Sermon on the Mount: The Key to Success in Life” (1934), “Find and Use Your Inner Power” (1937), dan “Make Your Life Worthwhile” (1942).
Topik-topik Kotbah Populer di YouTube:
- “The Sermon on the Mount” – Interpretasi metafisik dari kotbah Yesus
- “The Golden Key” – Salah satu pamflet yang paling banyak dibaca
- “The Seven Main Aspects of God” – Pamflet yang juga sangat populer
- “The Lord’s Prayer” – Dianggap sebagai “dokumen Kristen yang paling penting” dengan interpretasi New Thought
- “Power Through Constructive Thinking” – Ajaran tentang kekuatan pikiran
- “Find Your Inner Power” – Konsep tentang divinity dalam diri manusia
IV.Ajaran “The Mind of Christ” versi Fox
Fox mengajarkan “The Mind of Christ” sebagai “perjalanan suci ke dalam pemikiran yang lebih tinggi” di mana seseorang dipanggil untuk “berpikir dengan Roh, melihat dengan mata Kristus batiniah, membebaskan diri dari kebisingan eksternal.”
Pesan intinya adalah bahwa pikiran kita membentuk realitas kita. Filosofi utamanya tercermin dalam kutipannya: “If you could only love enough, you could be the most powerful person in the world” dan “There is no difficulty that enough love will not conquer: no disease that love will not heal”.
V.Peringatan Teologis
Meski menggunakan terminologi Kristen dan mengutip Alkitab, ajaran Fox tentang “Mind of Christ” berbeda fundamental dengan teologi Kristen ortodoks. Dia menafsirkan konsep alkitabiah melalui lensa New Thought yang menekankan:
- Kekuatan pikiran untuk mengubah realitas
- Divinity (Ke ilahian ) alami dalam setiap manusia
- Penyembuhan melalui perubahan consciousness (kesadaran)
- Spiritualitas universal tanpa kebutuhan akan keselamatan melalui Kristus
Kesimpulan
Emmet Fox adalah pelopor gerakan New Thought yang berhasil “mengemas ulang” ajaran Timur dalam bahasa Kristen. Meskipun pesannya terdengar rohani dan menggunakan istilah alkitabiah, ajarannya lebih dekat dengan spiritualitas universal dan metafisika New Age daripada iman Kristen yang sejati.
Bagi umat Kristen, penting untuk mengenali tokoh-tokoh seperti Fox agar dapat membedakan antara ajaran yang alkitabiah dengan yang hanya menggunakan “kulit” Kristen untuk menyampaikan pesan yang menyimpang. Ingatlah nasihat Rasul Paulus: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21).