Gereja Universalis Bersatu: Pandangan tentang Yesus Kristus
I.Latar Belakang Gereja Universalis Bersatu
1.Gereja Universalis Bersatu (Unitarian Universalist Church/UU Church) memiliki sejarah yang unik. Organisasi ini terbentuk dari penggabungan dua tradisi pada tahun 1961: Unitarianisme dan Universalisme. Untuk memahami pandangan mereka tentang Yesus Kristus, kita perlu memahami kedua akar teologis ini.
2.Bukan Trinitarian—Melainkan Unitarian
Gereja Universalis Bersatu sama sekali bukan Trinitarian. Justru namanya sendiri—Unitarian—menunjukkan penolakan eksplisit terhadap doktrin Tritunggal.
II.Apa Itu Unitarianisme?
A.Unitarianisme berasal dari kata Latin “unitas” yang berarti “kesatuan.” Teologi ini menekankan bahwa Allah adalah satu pribadi tunggal, bukan tiga pribadi. Mereka menolak doktrin Tritunggal sebagai tidak alkitabiah dan tidak rasional.
B.Pandangan tentang Yesus Kristus
Dalam teologi Unitarian Universalist, Yesus bukan Allah. Pandangan mereka tentang Kristus sangat bervariasi, tetapi umumnya:
- Yesus adalah manusia biasa yang memiliki wawasan spiritual yang luar biasa
- Guru moral yang agung seperti Buddha, Konfusius, atau Muhammad
- Teladan etis, bukan Juruselamat yang mati untuk menebus dosa
- Nabi atau reformis sosial yang mengajarkan kasih dan keadilan
Beberapa anggota UU bahkan tidak percaya Yesus lebih istimewa daripada guru-guru spiritual lainnya. Bagi mereka, Yesus adalah salah satu dari banyak jalan spiritual yang valid.
C.Penolakan terhadap Doktrin Kristen Ortodoks
Gereja Universalis Bersatu menolak hampir semua doktrin fundamental Kekristenan ortodoks:
- Menolak Tritunggal – Allah hanya satu pribadi, bukan tiga
- Menolak keilahian Kristus – Yesus bukan Allah yang berinkarnasi
- Menolak penebusan substitusioner – Tidak percaya Yesus mati untuk menebus dosa manusia
- Menolak kebangkitan literal – Sering dipahami sebagai simbol atau metafora
- Menolak keunikan Kristus – Semua agama dianggap jalan yang sama-sama valid
D.Universalisme: Semua Orang Diselamatkan
1.Aspek “Universalis” dari nama mereka merujuk pada keyakinan bahwa semua orang pada akhirnya akan diselamatkan, tanpa memandang iman atau perbuatan mereka. Beberapa varian bahkan tidak percaya pada konsep neraka sama sekali.
2.Ini menciptakan sistem teologis di mana:
- Tidak ada kebutuhan untuk pertobatan
- Tidak ada penghakiman Allah
- Tidak ada konsekuensi kekal dari pilihan moral
- Semua jalan spiritual menuju tujuan yang sama
E.Pluralisme Agama Radikal
Yang membedakan UU dari banyak kelompok lain adalah pluralisme agama radikal mereka. Gereja ini secara resmi tidak mengharuskan anggotanya untuk percaya pada Yesus sama sekali. Anda bisa menjadi:
- Atheis
- Buddha
- Humanis sekuler
- Pagan
- Wiccan
- Atau kombinasi dari berbagai tradisi
Dan tetap diterima sepenuhnya sebagai anggota Gereja Universalis Bersatu.
III.Evaluasi dari Perspektif Ortodoksi Kristen
Dari sudut pandang Kekristenan ortodoks dan teologi Reformed, Gereja Universalis Bersatu telah meninggalkan iman Kristen secara fundamental:
Yohanes 14:6 – Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Ini menegaskan keunikan Kristus yang ditolak UU.
1 Yohanes 2:23 – “Setiap orang yang menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa.” Penolakan terhadap keilahian Kristus memutuskan hubungan dengan Allah yang sejati.
Kisah Para Rasul 4:12 – “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Kesimpulan
1.Gereja Universalis Bersatu bukan hanya non-Trinitarian, tetapi lebih tepat disebut post-Kristen atau para-Kristen. Mereka telah bergerak begitu jauh dari ortodoksi sehingga banyak teolog mempertanyakan apakah mereka masih dapat dianggap sebagai denominasi Kristen.
2.Ironisnya, meskipun menggunakan nama “gereja” dan kadang menggunakan istilah Kristen, sistem kepercayaan mereka lebih mirip dengan humanisme religius yang menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual tanpa komitmen eksklusif pada satu pun.
3.Bagi orang Kristen yang berpegang pada Alkitab dan pengakuan iman historis, Gereja Universalis Bersatu mewakili penyimpangan fundamental dari iman yang “sekali untuk selamanya diserahkan kepada orang-orang kudus” (Yudas 1:3).