HARAPAN YANG GOYAH

Seri 4: Harapan yang Goyah

Vladimir dan Estragon dari “Waiting for Godot” adalah contoh sempurna dari harapan yang goyah. Sepanjang drama, mereka berulang kali mempertanyakan apakah Godot benar-benar akan datang. Setiap kali seseorang mendekat dari kejauhan, mereka bertanya-tanya apakah itu Godot, hanya untuk menemukan bahwa itu adalah orang lain. Harapan mereka seperti gelombang, naik dan turun. Mereka bergantian antara keyakinan bahwa Godot akan datang besok dan keputusasaan bahwa dia mungkin tidak akan pernah muncul. Keraguan mereka bukan hanya tentang Godot, tetapi juga tentang tujuan hidup mereka. Penantian mereka yang tidak pasti membuat iman mereka goyah dan membuat mereka mempertanyakan arti dari semua penderitaan mereka.

Kisah mereka mencerminkan perjuangan yang kita semua hadapi. Kita semua mengalami saat-saat di mana harapan kita goyah. Kita berdoa untuk kesembuhan, pekerjaan baru, atau pemulihan hubungan, dan ketika doa kita tampaknya tidak dijawab, kita mulai ragu. Kita bertanya-tanya, “Apakah Tuhan benar-benar mendengarkan? Apakah Dia benar-benar peduli?” Keraguan ini adalah bagian alami dari pengalaman manusia. Kita hidup di dunia yang rusak, dan terkadang, iman kita merasa terancam oleh kenyataan pahit dari kehidupan.

Meskipun kita tidak bisa menghilangkan keraguan kita, kita bisa belajar untuk menghadapinya dengan cara yang benar. Kita bisa melihat contoh dalam Alkitab. Dalam Markus 9:24, seorang ayah berteriak kepada Yesus, “Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Pernyataan yang jujur dan menyentuh hati ini menunjukkan bahwa iman dan keraguan dapat hidup berdampingan. Ayah ini tidak berpura-pura bahwa dia memiliki iman yang sempurna. Sebaliknya, dia mengakui keraguannya dan meminta bantuan Yesus.

Seperti ayah ini, kita bisa datang kepada Tuhan dengan segala keraguan kita. Kita bisa jujur ​​tentang ketakutan kita, kekhawatiran kita, dan keputusasaan kita. Tuhan tidak terkejut dengan keraguan kita. Sebaliknya, Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya dan menemukan kekuatan di tengah kelemahan kita.

Pengharapan kita tidak didasarkan pada perasaan atau pengalaman kita. Pengharapan kita didasarkan pada karakter Tuhan yang tidak pernah berubah. Dia setia, penuh kasih, dan berkuasa. Bahkan ketika kita merasa seperti Vladimir dan Estragon, menunggu dalam kegelapan, kita dapat mempercayai bahwa Tuhan ada di sana, bahkan ketika kita tidak bisa melihat-Nya.

Jadi, ketika kita merasa harapan kita goyah, mari kita ingat bahwa Tuhan selalu setia. Jangan biarkan keraguan menguasai kita, tetapi bawalah keraguan itu kepada Tuhan dan mintalah Dia untuk memperkuat iman kita.

Doa:

Ya Tuhan, kami mengakui bahwa iman kami sering kali goyah. Tolonglah kami yang tidak percaya ini. Bantu kami untuk melihat kesetiaan-Mu, bahkan di saat-saat yang paling sulit. Amin.