Renungan 4: Konsumen vs Ciptaan
Ayub 1:21
“TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
Budaya konsumerisme mengajarkan kita bahwa pelanggan adalah raja. Kita berhak komplain jika tidak puas, menuntut ganti rugi jika dirugikan. Tanpa sadar, sikap ini terbawa dalam hubungan kita dengan Tuhan.
Ayub kehilangan segalanya dalam sekejap—harta, anak-anak, kesehatan. Namun responsnya mengejutkan: bukan komplain atau gugatan, tetapi pujian. “Terpujilah nama TUHAN!”
Ini bukan pasivitas atau penerimaan buta. Ini adalah pemahaman mendalam tentang posisi kita: kita adalah ciptaan, bukan konsumen. Tuhan tidak berhutang apapun kepada kita. Sebaliknya, hidup itu sendiri adalah anugerah yang tidak pantas kita terima.
Ketika kita datang sebagai ciptaan yang bersyukur, bukan konsumen yang menuntut, kita menemukan damai sejati di tengah badai kehidupan.
CATATAN:
Renungan Harian Ini terhubung dengan Renungan Mingggu Roti Hidup 24 Agustus 2025 yang berjudul :MELEPASKAN SIKAP “BERHAK” DI ERA DIGITAL