KONTINGENSI 5_TUHAN TIDAK BERUBAH

Dunia yang Berubah, Tuhan yang Tidak Berubah — Pandangan Alkitabiah

I. Sampai kepada Jawaban yang Sesungguhnya

Kita sudah menempuh perjalanan panjang. Kita melihat para filsuf Barat mencari sebab di balik perubahan. Kita mendengar filsafat Timur menawarkan pelepasan dan pelampauan. Kita juga mendengar suara modern yang berkata hidup ini tanpa alasan. Sekarang tibalah saatnya kita mendengar apa kata Alkitab.

II. Dunia Ini Memang Kontingen, tetapi Tidak Tanpa Alasan

Alkitab setuju bahwa dunia ini kontingen. Dunia bisa saja tidak ada. Tetapi Alkitab tidak berhenti di situ. Kejadian 1:1 berkata, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Dunia ada karena Allah menghendakinya ada. Ia tidak muncul begitu saja tanpa sebab, dan Ia juga tidak ada karena keterpaksaan. Allah menciptakan dengan bebas, karena kasih dan kehendak-Nya sendiri, bukan karena Ia membutuhkan dunia ini.

III. Allah yang Bebas dan Bijaksana

Inilah bedanya jauh dari rantai sebab-akibat yang dingin dan mekanis. Allah bukan mesin pertama yang tidak berperasaan. Ia adalah Pribadi yang berpikir, mengasihi, dan berencana. Ia menciptakan bukan karena terpaksa, melainkan karena Ia ingin. Itulah sebabnya Alkitab bisa berkata bahwa ciptaan ini “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Dunia yang kontingen ini bukan kebetulan yang hampa makna, melainkan hasil kehendak Allah yang bijaksana.

IV. Kristus, Jangkar yang Tidak Bergoyang

Di tengah dunia yang berubah, Alkitab menunjuk kepada satu Pribadi yang tidak berubah: Yesus Kristus. Ibrani 13:8 berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ketika segala sesuatu di sekitar kita goyah, ada satu yang tidak pernah goyah.

Yakobus 1:17 menambahkan bahwa pada Allah “tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Manusia berubah pikiran, keadaan berubah cuaca, tetapi kasih dan kesetiaan Allah tidak pernah berkurang atau berganti.

V. Bukan Melarikan Diri, tetapi Berpegang Teguh

Berbeda dari filsafat yang mengajak melepaskan atau melampaui dunia, iman Kristen mengajak kita tetap hidup di dalam dunia yang berubah ini, sambil berpegang kepada Pribadi yang tidak berubah. Kita tidak perlu takut menghadapi perubahan, sebab jangkar kita bukan pada dunia ini, melainkan pada Kristus. Dialah dasar yang kokoh ketika segala sesuatu di sekeliling kita bergoyang.

VI. Ayat Penutup

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
— Ibrani 13:8

VII. Doa

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur bahwa di tengah dunia yang terus berubah, Engkau tidak pernah berubah. Ketika hati kami goyah karena keadaan yang tidak pasti, ingatkanlah kami bahwa Engkaulah jangkar kami yang teguh. Ajarlah kami berpegang kepada-Mu, bukan kepada dunia yang sementara. Dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.


Bersambung ke Kontingensi 6: HIDUP DI TENGAH KETIDAKPASTIAN