MARILAH KITA BERPERKARA

YESAYA 1  =MARILAH KITA BERPERKARA

https://id.wikipedia.org/wiki/Yesaya_1

1.Yesaya 1 (disingkat Yes 1) adalah pasal pertama Kitab Yesaya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Berisi Firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Nabi ini hidup pada zaman raja UziaYotamAhas dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM.[2][3]

2.Struktur

Yesaya 1:1 = Judul

Yesaya 1:2-9 = Pengaduan tentang bangsa yang tidak setia itu

Yesaya 1:10-20 = Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban

Yesaya 1:21-31 = Hukuman atas Yerusalem

3.Ayat 9-  Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.[7]

Rujukan: Kejadian 19.  Dikutip pada: Roma 9:29
Kota Sodom dan Gomora binasa sama sekali karena dahsyatnya dosa mereka (Kejadian 19:1-25). Yesaya menyamakan Yehuda dengan kedua kota ini karena ketidaksetiaan mereka yang hebat.[8]

4.Ayat 18 – Terjemahan Baru (LAI, 1974)

“Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–  Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”[9]

Ayat 18 catatan

Kata-kata “sha·nim” (diterjemahkan “kirmizi”) dan “to·la” (diterjemahkan “kain kesumba”) sebenarnya bersama-sama dalam bahasa Ibrani membentuk nama suatu serangga Kermes ilicis darimana diperoleh zat pewarna “merah kirmizi” yang terkenal berasal dari daerah sekitar Laut Tengah, termasuk Israel.

Ayat ini mengandung janji Allah, bahwa UMAT Yehuda  (dan umat manusia) yang sudah berdosa berat dapat disucikan dari dosa oleh kuasa Allah.[10] Allah tidak ingin mengutuk dan membinasakan umat-Nya. Ia menawarkan pengampunan penuh jikalau mereka mau bertobat, membuang kejahatan, berusaha melakukan yang benar, dan menaati firman-Nya (Yesaya 1:16-19). Pengampunan Allah kini tersedia bagi semua orang, yang sekalipun telah berbuat dosa, mengakui dosa-dosa mereka, bertobat, dan menerima penyucian Allah melalui darah Yesus Kristus (Lukas 24:46-471 Yohanes 1:9). Orang yang menolak kemurahan Allah dan malah memilih untuk mengikuti jalannya sendiri dalam pemberontakan akan dibinasakan (Yesaya 1:20).[8]