IMPIAN YANG HANCUR ?


PENDAHULUAN

Ditengah hiruk pikuk dan kegembiraaan Natal, mungkin saat ini Anda sedang berada dalam musim di mana impian-impian Anda hancur. Ketika impian tersebut hancur berkeping-keping, Anda perlu menambatkan diri pada sesuatu yang tidak akan pernah hilang. Atau, lebih tepatnya, Anda perlu menambatkan diri pada Seseorang yang tidak akan pernah melepaskan Anda. Yesus harus menjadi sauh (jangkar) Anda ketika impian Anda hancur lebur. Saat Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, itulah saatnya untuk lari mendekat kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya. Harapan Anda hanya ditemukan di dalam Dia, dan tidak pada hal lainnya.

Ketika impian Anda hancur atau berantakan , Anda dapat tetap hidup dengan pengharapan saat mengingat kemungkinan-kemungkinan ini:

1. Terkadang, impian yang tidak terpenuhi adalah cara Tuhan untuk mengarahkan ulang hidup Anda.

Ada kalanya Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan karena Ia sedang menuntun kita menuju sebuah pengalihan rute. Ia sedang mengarahkan kita pada sesuatu yang lebih baik daripada yang bisa kita bayangkan saat ini.

Bagaimana jika impian Anda yang hancur adalah cara Tuhan untuk mengarahkan Anda pada sesuatu yang mulia yang sebenarnya Anda butuhkan, namun tidak Anda sadari pada awalnya? Mungkin itu tidak benar-benar hancur; mungkin itu hanya sebuah pengalihan. Terimalah perjalanannya dan lihatlah ke mana Tuhan membawa Anda. Ia memiliki rencana yang lebih baik bagi Anda, dan ke mana pun Ia memimpin, itu akan mendatangkan kebaikan.

2. Terkadang, impian yang tidak terpenuhi adalah cara Tuhan untuk membangun kembali kepercayaan yang tulus di dalam diri Anda.

Ingatlah, Tuhan ada bukan hanya untuk memberi kita apa yang kita inginkan. Kita ada untuk menyembah-Nya—bukan karena apa yang Ia berikan, tetapi karena siapa Dia sebenarnya. Terkadang, Tuhan membiarkan impian kita hancur untuk mencegah kita menaruh kepercayaan pada rencana-rencana kita sendiri, dan untuk mengingatkan kita agar percaya kepada Tuhan yang mewujudkan segala impian.

Ada saat-saat di mana impian Anda mungkin hancur demi menumbuhkan kepercayaan yang lebih dalam. Proses ini membawa Anda ke sebuah titik di mana iman Anda kepada Tuhan tidak bergantung pada apa yang Ia berikan, melainkan pada kenyataan bahwa Ia mengasihi Anda—dan Anda mengasihi-Nya.

3. Terkadang, impian yang tidak terpenuhi adalah undangan Tuhan untuk menemukan kembali impian yang baru.

Ada kalanya Tuhan ingin kita bergerak menuju sesuatu yang baru. Secara pribadi, sering kali saya butuh waktu lama untuk menyadari bahwa saya telah tinggal terlalu lama di suatu tempat, dan terkadang saya butuh sebuah pintu tertutup agar saya bisa menyadari adanya pintu baru di sampingnya. Saya pernah mengalami momen-momen di mana saya menangisi sesuatu yang tidak berhasil, namun akhirnya, saya bersyukur hal itu tidak terjadi, karena hal itu membawa saya kepada sesuatu yang baru dan lebih baik.

4. Terkadang, impian yang tidak terpenuhi adalah undangan Tuhan untuk sebuah awal yang menyegarkan.

Ada kalanya memulai kembali adalah pilihan terbaik daripada tetap terjebak dalam suatu situasi. Meskipun awal yang baru bisa terasa sulit, itu sering kali lebih baik daripada tetap berada dalam keadaan stagnan. Seperti pepatah mengatakan, “Untuk setiap kematian, ada kebangkitan.” Sebuah awal yang baru dapat membawa semangat yang pulih, sukacita yang baru, dan anugerah yang baru. Mungkin ada saat-saat di mana Anda merasa frustrasi atau tawar hati oleh tantangan yang dihadapi, namun akhirnya, Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mengenal Tuhan dengan cara yang Anda alami sekarang jika Anda tidak melewati pengalaman-pengalaman tersebut. Kebangkitan itu nyata, namun agar hal itu terjadi, kita harus terlebih dahulu melepaskan impian-impian yang selama ini kita genggam.


DOA:

Ya Tuhan, ada saat-saat di mana aku tidak memperhatikan apa yang sedang Engkau kerjakan dan hanya memperhatikan apa yang bisa kulihat. Bantulah aku untuk percaya pada rencana yang Engkau miliki bagiku dan bantulah aku menjalani hari ini dengan mengetahui bahwa rancangan-Mu adalah untuk membuatku beruntung dan sejahtera, bukan untuk mencelakakanku. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.

Yeremia 29:11 -“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”