Relevansi Kitab Imamat bagi orang Kristen, dengan penekanan pada hubungan antara sistem pengorbanan dan pengorbanan Kristus:
1. Kekudusan Allah dan Panggilan untuk Hidup Kudus:
• Kitab Imamat berulang kali menekankan kekudusan Allah. Ini bukan hanya atribut Allah, tetapi juga panggilan bagi umat-Nya. “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Imamat 19:2).
• Bagi orang Kristen, ini berarti panggilan untuk hidup yang terpisah dari dosa dan dipersembahkan kepada Allah. Ini tercermin dalam ajaran Perjanjian Baru tentang hidup sebagai “umat pilihan, imamat yang rajani, bangsa yang kudus” (1 Petrus 2:9).
• Kekudusan Allah, yang diungkapkan dalam Imamat, membantu orang Kristen memahami betapa seriusnya dosa dan betapa besar kasih karunia Allah yang memungkinkan mereka untuk mendekati-Nya.
2. Sistem Pengorbanan dan Pengorbanan Kristus:
• 2.1.Sistem pengorbanan dalam Imamat adalah gambaran yang kuat tentang kebutuhan manusia akan pendamaian. Pengorbanan hewan, meskipun sementara, menunjukkan bahwa dosa memiliki konsekuensi dan bahwa diperlukan sesuatu untuk menutupi dosa.
• 2.2.Pengorbanan Kristus di kayu salib adalah penggenapan sempurna dari sistem ini. Ibrani 10 menjelaskan bagaimana pengorbanan Kristus melampaui pengorbanan hewan:
o 2.3.Pengorbanan Kristus adalah satu kali untuk selamanya, tidak seperti pengorbanan hewan yang harus diulang terus-menerus.
o 2.4.Darah Kristus, bukan darah hewan, yang benar-benar menghapus dosa.
o 2.5.Kristus, sebagai Imam Besar yang sempurna, mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.
• Dengan memahami KITAB Imamat, orang Kristen dapat lebih menghargai betapa besarnya pengorbanan Kristus dan betapa berharganya pendamaian yang ditawarkan-Nya.
3.Meskipun tidak ada korban hewan yang dilakukan dalam Perjanjian Baru, kita dapat melihat contoh korban rohani seperti:
3.1.- Korban pujian dan syukur: Orang Kristen didorong untuk memberikan korban pujian dan syukur kepada Allah (Ibrani 13:15). Ini berarti hidup dalam ketaatan dan rasa syukur kepada-Nya.
3.2.- Korban pelayanan: Orang Kristen dipanggil untuk melayani sesama sebagai bentuk korban kasih dan pengabdian (Roma 12:1). Ini bisa berupa berbagai bentuk pelayanan, seperti membantu orang miskin, menolong yang sakit, atau menyebarkan Injil.
-3.3. Korban diri: Orang Kristen juga dipanggil untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah (Roma 12:1-2). Ini berarti hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan mengutamakan Dia dalam segala hal.
Jadi, meskipun tidak ada korban hewan dalam Perjanjian Baru, kita tetap dipanggil untuk memberikan korban rohani kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur dan pengabdian kepada-
4. Hukum Moral dan Penerapannya:
• Kitab Imamat berisi banyak hukum moral yang mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk keadilan, kasih terhadap sesama, dan kemurnian seksual.
• Meskipun beberapa hukum dalam Imamat terkait dengan praktik ritual yang tidak lagi berlaku, prinsip-prinsip moralnya tetap relevan.
• Yesus sendiri meringkas hukum Taurat menjadi kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama (Matius 22:37-40), yang mencakup banyak prinsip yang ditemukan dalam Imamat.
• Orang Kristen dipanggil untuk menerapkan prinsip-prinsip moral ini dalam kehidupan mereka sehari-hari, sambil memahami bahwa mereka hidup di bawah perjanjian baru kasih karunia.
5. Konsep Dosa dan Pengampunan:
• Imamat memberikan pemahaman yang mendalam tentang dosa sebagai pelanggaran terhadap kekudusan Allah.
• Kitab ini juga menunjukkan bahwa Allah menyediakan jalan pengampunan melalui pengorbanan.
• Bagi orang Kristen, ini mengingatkan mereka akan realitas dosa dan kebutuhan mereka akan pengampunan yang terus-menerus.
• Namun, mereka juga memiliki kepastian pengampunan melalui Kristus, yang telah membayar harga penuh untuk dosa-dosa mereka.
6. Imamat Orang Percaya:
• Konsep imamat orang percaya, yang dikembangkan dalam Perjanjian Baru (1 Petrus 2:9), memiliki akar dalam Imamat.
• Dalam Imamat, imam-imam Lewi memiliki peran khusus dalam mempersembahkan korban dan melayani di hadapan Allah.
• Dalam Perjanjian Baru, setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi imam, yang berarti mereka memiliki akses langsung kepada Allah melalui Kristus dan dipanggil untuk melayani-Nya.
• Hal ini sangat penting, karena menghilangkan kebutuhan akan perantara manusia lainya untuk dapat bertemu dengan Tuhan.
Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang Imamat, orang Kristen dapat memperoleh wawasan yang lebih kaya tentang iman mereka dan menghargai lebih dalam lagi pengorbanan yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus.