Saksi Yehuwa vs Oneness: Dua Ekstrem tentang Identitas Kristus
I.Memahami Istilah “Oneness”
Istilah “Oneness” dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “Kesatuan” atau “Modalisme.” Teologi Oneness Pentakosta mengajarkan bahwa Allah hanya satu pribadi yang memanifestasikan diri dalam tiga modus berbeda: sebagai Bapa dalam Perjanjian Lama, sebagai Anak (Yesus) dalam Injil, dan sebagai Roh Kudus setelah Pentakosta. Mereka menolak Tritunggal tradisional yang mengajarkan tiga pribadi yang berbeda dalam satu Allah.
II.Perbedaan Fundamental
Saksi Yehuwa dan Oneness berada di dua kutub berlawanan mengenai identitas Yesus Kristus. Saksi Yehuwa menurunkan status Yesus dengan mengajarkan bahwa Dia adalah ciptaan pertama Allah, malaikat agung Mikhael, bukan Allah sejati. Mereka menyangkal keilahian Kristus sepenuhnya.
Sebaliknya, kelompok Oneness meninggikan Yesus secara berlebihan dengan mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Allah—Dia sendiri adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bagi mereka, tidak ada tiga pribadi yang berbeda; yang ada hanyalah satu pribadi (Yesus) yang memakai tiga “topeng” berbeda.
Perbedaan ini mencolok: Saksi Yehuwa mengatakan “Yesus bukan Allah,” sementara Oneness mengatakan “Yesus adalah satu-satunya Allah, tidak ada Bapa atau Roh Kudus sebagai pribadi terpisah.”
III.Persamaan yang Mengejutkan
Meskipun bertolak belakang, keduanya memiliki persamaan krusial: keduanya menolak doktrin Tritunggal ortodoks. Tritunggal mengajarkan bahwa Allah adalah satu dalam esensi namun tiga dalam pribadi—Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda namun setara dalam keilahian.
Saksi Yehuwa menolak Tritunggal karena mereka tidak percaya Yesus adalah Allah. Oneness menolak Tritunggal karena mereka tidak percaya ada tiga pribadi yang berbeda. Keduanya juga menggunakan terjemahan atau interpretasi Alkitab yang disesuaikan untuk mendukung pandangan mereka.
IV.Perspektif Alkitabiah
Alkitab mengajarkan keseimbangan yang ditolak oleh kedua kelompok ini. Yesus adalah sepenuhnya Allah (Yohanes 1:1, Filipi 2:6), namun Dia juga adalah pribadi yang berbeda dari Bapa (Yohanes 14:16, Matius 3:16-17). Saat Yesus dibaptis, ketiga pribadi Tritunggal hadir secara bersamaan: Yesus di dalam air, Roh Kudus turun seperti merpati, dan Bapa berbicara dari surga.
Kesimpulan
Saksi Yehuwa dan Oneness menunjukkan bagaimana penyimpangan dari ortodoksi Kristen dapat terjadi dari arah yang berlawanan. Yang satu merendahkan Kristus menjadi ciptaan, yang lain menghapus keberadaan pribadi Bapa dan Roh Kudus. Keduanya gagal memahami misteri Tritunggal yang diajarkan Alkitab: Allah yang Esa namun tiga pribadi, dengan Yesus Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati—Juruselamat yang sempurna bagi umat manusia yang berdosa.
TAMBAHAN PENJELASAN :
Gereja aliran Pentakosta mayoritas memang memegang iman ortodoksi Trinitas, yaitu kepercayaan pada Bapa, Anak (Yesus Kristus), dan Roh Kudus sebagai tiga pribadi yang berbeda namun satu dalam esensi. Namun, ada satu kelompok Pentakosta yang menolak doktrin Trinitas, yaitu Pentakosta Unitarian atau Oneness Pentecostal.
Apa itu Pentakosta Unitarian?
– Mereka menolak konsep Trinitas (Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai tiga pribadi).
– Mereka percaya bahwa Allah adalah satu (monoteisme ketat), dan Yesus Kristus adalah manifestasi Allah (Bapa) sendiri.
– Mereka sering kali membaptis dengan nama “Yesus” saja (bukan “Bapa, Anak, Roh Kudus”).
Contoh Gereja Oneness Pentecostal:
– United Pentecostal Church International (UPCI)
– Pentecostal Assemblies of the World (PAW)
Perbedaan dengan Trinitas:
– Trinitas (mayoritas Pentakosta):
Bapa ≠ Anak ≠ Roh Kudus, tapi satu esensi.
– Oneness Pentecostal:
Allah adalah satu, Yesus adalah Allah (Bapa) yang datang dalam rupa manusia.
Catatan:
– Gereja Oneness Pentecostal adalah minoritas di kalangan Pentakosta (sekitar 10-20% saja).
– Mayoritas gereja Pentakosta (Assemblies of God, Church of God in Christ, dll.) tetap Trinitarian.