BAIK DAN SUKA DAMAI

2.3. HAL ORANG YANG BAIK DAN SUKA DAMAI Bila kita berusaha agar kita memperoleh damai dalam hati kita, maka barulah kita dapat memberi damai kepada orang lain. Orang yang suka damai lebih berguna daripada orang yang cerdik pandai. Sedang orang yang suka marah-marah akan cenderung menerima sesuatu yang baik sebagai menyakitkan hati dan mudah percaya akan … Read more

SIKAP TUNDUK

2.2. HAL SIKAP TUNDUK DENGAN RENDAH HATI Hendaklah kita jangan terlalu menghiraukan siapa yang menyetujui atau menentang kita, tetapi hendaklah kita berusaha agar Tuhan selalu beserta kita dalam segala perbuatan kita. Kita usahakan hendaknya, agar hati nurani kita murni dan Tuhan tentu akan melindungi kita. Karena barangsiapa dibantu oleh Tuhan, maka kejahatan orang lain tak akan … Read more

PERGAULAN BATIN

2.1. HAL PERGAULAN BATIN Kerajaan Allah berada di antaramu (Luk. 17.21), demikianlah sabda Tuhan. Hendaklah dengan segenap hati kita bertobat kepada Allah; dan kita tinggalkanlah dunia yang penuh kesusahan ini, maka kita tentu akan menemukan ketenteraman bagi jiwa kita. Marilah kita belajar melepaskan diri kita dari benda-benda yang kelihatan ini dan mencurahkan segenap perhatian kita pada … Read more

MEMPERBAIKI DIRI

I.25. HAL RAJIN MEMPERBAIKI HIDUP KITA SENDIRI Haraplah waspada lagi rajin dalam berbakti kepada Tuhan dan ingatlah seringkali: Apakah tujuanmu di sini dan mengapakah engkau telah meninggalkan dunia ? Bukankah untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan dan agar menjadi orang yang mementingkan soal-soal kerohanian ? Oleh sebab itu marilah kita sungguh-sungguh rajin berusaha mencapai kemajuan, karena tak berapa lama … Read more

PENGADILAN TERAKHIR

I.24 HAL PENGADILAN TERAKHIR DAN HUKUMAN DOSA Dalam segala hal hendaklah kita melihat akhirnya dan kita renungkan bagaimana kita nanti akan berdiri di muka Hakim yang Mahatinggi, yang tahu akan segala-galanya, yang tak dapat diberi suap dan yang tak akan menerima alasan-alasan yang tak sah. Tetapi yang akan menjatuhkan pengadilan yang seadil-adilnya (Is. 11.4). Ah, orang berdosa yang … Read more

HIDUP DALAM PENANTIAN

HIDUP DALAM PENANTIAN I Kor.1:4-9  PENDAHULUAN Seperti orang sakit yang mempunyai penantian, tahukah anda bahwa kita orang Kristen mempunyai penantian yang lain? Yang dimaksudkan adalah  penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ( I Kor,1:7, 8). Sekaligus rasul juga menulis bagaimana kita harus hidup dalam penantian ini. MENGUCAP SYUKUR. 1.Rasul mengucapkan syukur karena jemaat … Read more

MERENUNGKAN KEMATIAN

I.23. HAL MERENUNGKAN KEMATIAN Tak lama lagi akan tamatlah riwayat hidup kita di dunia ini; maka baiklah kita selidiki, bagaimana keadaan kita. Hari ini orang masih hidup, tetapi besok dia sudah tidak ada lagi ! Padahal jika orang sudah lenyap dari muka pandangan umum, maka biasanya juga lekas lenyap pula dari ingatan orang banyak. Oh, alangkah … Read more

INVESTASI 11 TAHUN

MEMBAGIKAN KESAKSIAN DARI YASINDO **BATU YANG DIBUANG OLEH TUKANG BANGUNAN TELAH MENJADI BATU PENJURU** Matius 21:42   INVESTASI 11 TAHUN. Yaso Pratikno Lacai bebas dari Rutan Sanggau, Kalbar thn 2008 dan memutuskan utk ke Yasindo. Thn 2008-2010 pembinaan di Yasindo. Thn 2010-2011 dikirim ke Sklh Alkitab PPMT Kalbar sambil mengambil program paket C (setara SMA). … Read more

PENDERITAAN

I.22. HAL PANDANGAN TENTANG PENDERITAAN MANUSIA Di manapun kita berada dan kemanapun kita pergi, kita akan sengsara, jika tidak bertobat kepada Tuhan. Mengapa kita marah dalam hati bila sesuatu hal tidak berjalan sesuai dengan kehendak dan keinginan kita ? Tak seorangpun di dunia ini yang dapat mengharapkan akan selalu mencapai keinginannya:  Saya tidak, engkaupun tidak. Tak … Read more

REMUK REDAM

I.21. HAL HATI REMUK REDAM Jika kita ingin sedikit maju dalam hal kerohanian, hendaklah kita tetap takut akan Allah dan janganlah kita terlalu bebas; melainkan hendaklah kita mengendalikan keinginan kita dan janganlah kita terlalu girang secara kurang wajar. Jika kita mempunyai hati yang remuk redam, maka kita akan mendapat bakti yang sebenarnya. Hati yang hancur mendapatkan … Read more