Adapun konteks nubuat Allah yang di sampaikan oleh Yeremia adalah: (l) di dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga helas dari pemerintahannya; juga (2) di dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, dan juga (3) di saat penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.
Yeremia 2:34a[20]Â menggambarkan, Allah memperingatkan akan dosa-dosa dari bangsa Israel di masa akhir Kerajaan Yehuda, di mana mereka memperlakukan orang miskin dari bangsa orang-orang Yehuda dengan tidak layak.
Sementara dalam konteks hukuman yang harus diterima oleh bangsa Israel di Yehuda. Yesaya juga menegaskan salah satu penegasan mengenai ketidaklayakan perlakuan mereka atas orang miskin, Yeremia 5:27-28 menegaskan demikian:
Seperti sangkar menjadi penuh dengan burung-burung, demikianlah rumah mereka menjadi penuh dengan tipu; itulah sebabnya mereka menjadi orang besar dan kaya, orang gemuk dan gendut. Di samping itu mereka membiarkan berlalu kejahatan-kejahatan, tidak mengindahkan hukum, tidak memenangkan perkara anak yatim, dan tidak membela hak orang miskin. (TB LAI).
Dan lebih jauh, Yeremia juga bemubuat (Yer. 22:15-16[21]) tentang perbandingan perlakuan atas orang miskin dari raja Zedekia dengan ayahnya, di mana Yeremia dalam kaitan ini menubuatkan akan kejatuhan Zedekia dari tahtanya.
Tetapi yang menarik Yeremia juga menubuatkan (Yeremia 39:10[22]), bahwa sebagian dari orang-orang miskin justru tidak harus mengalami pembuangan ke Babel, dan orang-orang inilah yang akan mengelola kebun dan ladang yang di tinggalkan orang-orang Israel yang terbuang.
SUMBER: Providensi Allah Atas Orang Miskin Dalam Perjanjian Lama