KONTINGENSI 3_FILSAFAT TIMUR

Filsafat Timur dan Perubahan — Melepaskan, Mengalir, atau Melampaui I.Bukan Hanya Barat yang Bertanya Di artikel sebelumnya kita melihat bagaimana para pemikir Barat memikirkan perubahan. Ternyata bangsa-bangsa di Timur juga sudah lama memikirkannya. Mereka melihat hal yang sama: segala sesuatu berubah. Namun jalan keluar yang mereka tawarkan berbeda-beda. Mari kita kenali tiga di antaranya. II.Buddhisme: … Read more

KONTINGENSI 2: MENGAPA SEMUA BERUBAH?

Mengapa Semua Berubah? — Jejak Pemikiran dari Aristoteles hingga Ibnu Sina I.Pertanyaan yang Sudah Lama Ditanyakan Di artikel sebelumnya kita belajar bahwa dunia ini kontingen, artinya bisa ada dan bisa tidak ada. Sejak dahulu, manusia bertanya: mengapa semuanya berubah? Apa yang membuat dunia ini tetap ada? Mari kita berkenalan dengan tiga tokoh yang sudah lama … Read more

KONTINGENSI 1-APA TU?

I.Apa Itu Kontingensi? — Segala Sesuatu Bisa Saja Berbeda Sebuah Kata yang Terdengar Sulit Kata “kontingensi” mungkin terdengar rumit. Tetapi artinya sangat dekat dengan hidup kita. Kontingen berarti sesuatu yang bisa ada, tetapi bisa juga tidak ada. Sesuatu yang bisa terjadi, tetapi bisa juga tidak terjadi. Ia tidak harus begitu. Ia bisa saja berbeda. II.Dari … Read more

VAPING_PENGGANTI ROKOK?

VAPING: KETIKA “PENGGANTI ROKOK” JUGA MENJADI MASALAH I.Apa Itu Vaping? Vaping adalah penggunaan rokok elektronik (electronic cigarette/e-cigarette) atau alat sejenis yang memanaskan cairan (e-liquid) sehingga menghasilkan aerosol yang kemudian dihirup. Istilah “vaping” berasal dari kata vapor, walaupun secara teknis yang dihasilkan bukan sekadar uap air. Cairan tersebut biasanya mengandung nikotin, bahan pelarut seperti propylene glycol … Read more

KUANTITAS VS KUALITAS HIDUP_TEOLOGI REFORMED

Kuantitas versus Kualitas Hidup: Tinjauan Bioetika Modern dari Perspektif Teologi Reformed Bioetika kontemporer telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Jika dahulu prinsip utama dalam dunia medis adalah mempertahankan hidup selama mungkin secara biologis, kini banyak pemikir bioetika menggeser fokus pada mempertahankan hidup yang dianggap “bermakna”, dengan autonomy atau otonomi pribadi ditempatkan sebagai nilai moral tertinggi. … Read more

KUALITAS ATAU KWANTITAS HIDUP ?

I.Dua Kematian sebagai Premis Reflektif 1.Kisah Gene Hackman dan Daniel Kahneman menghadirkan dua cara manusia menutup hidupnya. Hackman, yang pada masa akhir hidupnya tenggelam dalam Alzheimer stadium lanjut, meninggal bukan karena penyakit yang membunuh tubuhnya, tetapi karena hilangnya kemampuan dasar untuk bertahan ketika orang yang merawatnya lebih dahulu wafat. Ia hidup sampai 95 tahun, namun … Read more

TRANSFORMASI PERSEKUTUAN DOA ZOOM

PROPOSAL USULAN TRANSFORMASI PERSEKUTUAN DOA ZOOM Dari Sentralisasi menuju Sentral-Desentralisasi (Arus Bolak-Balik) I. Latar Belakang dan Konsep Dasar Selama ini, kehadiran secara langsung di layar Zoom pada setiap Rabu malam seolah menjadi syarat mutlak untuk membuktikan partisipasi dalam doa syafaat. Pendekatan yang berpusat (sentralistik) ini berisiko menciptakan pandangan legalistis. Melalui usulan ini, persekutuan doa ditransformasikan … Read more

KETIKA MANUSIA TIDAK MAU JADI TUA

KERAKUSAN ONTOLOGIS: KETIKA MANUSIA TIDAK MAU MENJADI TUA   I.Ketika Cermin Mulai Berbicara Ada suatu masa ketika kita bercermin dan melihat wajah yang kita kenal. Kemudian perlahan-lahan muncul kerutan, rambut memutih, kulit mengendur, langkah tidak lagi secepat dahulu. Cermin yang dahulu hanya menunjukkan wajah, sekarang seolah-olah memberitahu kita: engkau sedang menjadi tua. Manusia kemudian mulai … Read more

OLAH ROHANI DAN SUARA

Manual Harian bagi Lansia yang Hidup Sendiri   I.MENJAGA MANUSIA SEUTUHNYA Menjadi lanjut usia bukan berarti berhenti bertumbuh dan berhenti memelihara diri. Justru ketika tubuh semakin terbatas, kita perlu lebih sadar bahwa hidup adalah pemberian Tuhan yang harus dirawat dengan baik. Karena itu, pemeliharaan diri tidak hanya menyangkut tubuh. Ada olah raga untuk tubuh, olah … Read more

AMANAT AGUNG DALAM KEHIDUPAN SEORANG KRISTEN

I.BUKAN PERTAMA-TAMA PERINTAH YANG MEMBUAT SAYA MERASA BERSALAH Matius 28:18–20 sering dipahami sebagai perintah pribadi: “Saya harus pergi memberitakan Injil. Kalau tidak, berarti saya tidak taat kepada Tuhan.” Cara membaca seperti ini dapat membuat orang Kristen hidup dalam rasa bersalah. Namun Amanat Agung dimulai bukan dengan perintah, melainkan dengan pernyataan tentang Kristus: “Kepada-Ku telah diberikan … Read more