Renungan 1: Ketika Iman Menjadi Aplikasi
Ayub 38:1-2
“Lalu TUHAN menjawab Ayub dari dalam badai: ‘Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?'”
Di era digital, kita terbiasa dengan kepuasan instan. Satu klik, makanan datang. Satu sentuh, transportasi tersedia. Tanpa sadar, kita membawa ekspektasi yang sama pada Tuhan. Berdoa seperti memesan online: “Tuhan, saya mau kesembuhan—sekarang juga!”
Ayub mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak bekerja dengan sistem algoritma yang bisa kita prediksi. Dia berbicara “dari dalam badai”—dengan otoritas yang tak terbantahkan, bukan dengan layanan pelanggan yang ramah. Iman sejati bukan aplikasi yang bisa kita kontrol, melainkan penyerahan pada Tuhan yang berdaulat.
Mari kita belajar bersabar dalam doa, percaya bahwa timing Tuhan selalu sempurna, meski tidak selalu sesuai keinginan kita.
CATATAN:
Renungan Harian Ini terhubung dengan Renungan Mingggu Roti Hidup 24 Agustus 2025 yang berjudul :MELEPASKAN SIKAP “BERHAK” DI ERA DIGITAL