PEMBEKALAN LANSIA GEREJA
Menjalani Masa Tua secara Sehat secara Psikologis dan Iman Kristen
Tujuan pembekalan:
Menolong lansia menjalani masa tua dengan damai, sehat secara emosional, tetap bermakna, dan berakar dalam iman kepada Tuhan.
- Menerima Perubahan Hidup
(Acceptance & Adaptation – Menerima dan Menyesuaikan Diri)
Istilah psikologi: Acceptance & Adaptation
Bahasa sederhana: menerima perubahan hidup dan belajar menyesuaikan diri.
Masa tua membawa perubahan: tenaga berkurang, tubuh melemah, peran berubah. Psikologi perkembangan menyebut fase ini sebagai bagian alami kehidupan, bukan hukuman.
Alkitab mengakui kenyataan ini dengan jujur.
Ayat Alkitab:
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kuat delapan puluh tahun, kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan.”
(Mazmur 90:10)
Menerima perubahan bukan berarti menyerah, melainkan hidup realistis sambil tetap berharap kepada Tuhan.
Latihan iman:
“Tuhan, tubuhku berubah, tetapi kasih-Mu tidak berubah.”
- Mengelola Kehilangan dengan Sehat
(Grief Processing & Emotional Regulation)
Istilah psikologi: Grief Processing
Bahasa sederhana: mengolah kesedihan dengan jujur.
Masa tua sering diwarnai kehilangan:
- pasangan hidup,
- sahabat,
- kesehatan,
- kemandirian.
Alkitab tidak melarang kesedihan. Bahkan Yesus sendiri menangis.
Ayat Alkitab:
“Yesus menangis.”
(Yohanes 11:35)
Istilah psikologi: Emotional Regulation
Bahasa sederhana: mengelola perasaan agar tidak dipendam atau meledak.
Menekan kesedihan justru membuat hati menjadi pahit.
Ayat Alkitab:
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.”
(Mazmur 34:19)
Pembekalan penting:
Berani berkata:
“Saya sedih, dan Tuhan mengerti.”
- Menjaga Keterhubungan dengan Sesama
(Social Connectedness – Tetap Terhubung)
Istilah psikologi: Social Connectedness
Bahasa sederhana: tetap memiliki hubungan dengan orang lain.
Kesepian adalah salah satu penyebab utama depresi pada lansia.
Alkitab menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan untuk sendirian.
Ayat Alkitab:
“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.”
(Kejadian 2:18)
Relasi memberi rasa:
- diterima,
- dihargai,
- masih dibutuhkan.
Ayat Alkitab:
“Hendaklah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih.”
(Ibrani 10:24)
Aplikasi gereja:
- Persekutuan lansia kecil
- Kunjungan pastoral
- Doa bersama dan saling berbagi cerita hidup
- Berdamai dengan Ketergantungan
(Interdependence – Saling Membutuhkan)
Istilah psikologi: Interdependence
Bahasa sederhana: hidup saling membutuhkan.
Banyak lansia merasa rendah diri karena membutuhkan bantuan orang lain.
Namun Alkitab mengajarkan bahwa hidup orang percaya adalah hidup dalam tubuh Kristus.
Ayat Alkitab:
“Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita.”
(1 Korintus 12:26)
Membutuhkan pertolongan bukan menjadi beban, melainkan memberi kesempatan bagi orang lain untuk mengasihi.
Ayat Alkitab:
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu.”
(Galatia 6:2)
Pembekalan batin:
“Saya tetap berharga meskipun saya membutuhkan orang lain.”
- Menemukan Makna Hidup
(Meaning-Making & Life Review)
Istilah psikologi: Life Review
Bahasa sederhana: menengok kembali hidup untuk menemukan makna.
Masa tua adalah waktu merenung, bukan untuk menyesali masa lalu, tetapi untuk melihat bagaimana Tuhan setia memimpin hidup.
Ayat Alkitab:
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Mazmur 90:12)
Psikologi menunjukkan bahwa lansia yang mampu melihat makna hidupnya akan lebih damai dan bersyukur.
Ayat Alkitab:
“Orang benar akan berbuah pada masa tuanya.”
(Mazmur 92:15)
Refleksi lansia:
- Nilai hidup apa yang ingin saya wariskan?
- Kesetiaan Tuhan apa yang paling saya syukuri?
Penutup Pembekalan
Masa tua bukan masa ditinggalkan Tuhan,
melainkan masa dipeluk lebih dekat oleh-Nya.
Ayat peneguhan:
“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia, dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu.”
(Yesaya 46:4)
Secara psikologis dan iman Kristen, masa tua yang sehat adalah masa:
- berdamai dengan diri sendiri,
- tetap terhubung dengan sesama,
- dan hidup dalam pengharapan kepada Tuhan.