MENJALANI MASA TUA

PEMBEKALAN LANSIA GEREJA

Menjalani Masa Tua secara Sehat secara Psikologis dan Iman Kristen

Tujuan pembekalan:
Menolong lansia menjalani masa tua dengan damai, sehat secara emosional, tetap bermakna, dan berakar dalam iman kepada Tuhan.

  1. Menerima Perubahan Hidup

(Acceptance & Adaptation – Menerima dan Menyesuaikan Diri)

Istilah psikologi: Acceptance & Adaptation
Bahasa sederhana: menerima perubahan hidup dan belajar menyesuaikan diri.

Masa tua membawa perubahan: tenaga berkurang, tubuh melemah, peran berubah. Psikologi perkembangan menyebut fase ini sebagai bagian alami kehidupan, bukan hukuman.

Alkitab mengakui kenyataan ini dengan jujur.

Ayat Alkitab:

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kuat delapan puluh tahun, kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan.”
(Mazmur 90:10)

Menerima perubahan bukan berarti menyerah, melainkan hidup realistis sambil tetap berharap kepada Tuhan.

 Latihan iman:

“Tuhan, tubuhku berubah, tetapi kasih-Mu tidak berubah.”

  1. Mengelola Kehilangan dengan Sehat

(Grief Processing & Emotional Regulation)

Istilah psikologi: Grief Processing
Bahasa sederhana: mengolah kesedihan dengan jujur.

Masa tua sering diwarnai kehilangan:

  • pasangan hidup,
  • sahabat,
  • kesehatan,
  • kemandirian.

Alkitab tidak melarang kesedihan. Bahkan Yesus sendiri menangis.

Ayat Alkitab:

“Yesus menangis.”
(Yohanes 11:35)

Istilah psikologi: Emotional Regulation
Bahasa sederhana: mengelola perasaan agar tidak dipendam atau meledak.

Menekan kesedihan justru membuat hati menjadi pahit.

Ayat Alkitab:

“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.”
(Mazmur 34:19)

 Pembekalan penting:
Berani berkata:

“Saya sedih, dan Tuhan mengerti.”

  1. Menjaga Keterhubungan dengan Sesama

(Social Connectedness – Tetap Terhubung)

Istilah psikologi: Social Connectedness
Bahasa sederhana: tetap memiliki hubungan dengan orang lain.

Kesepian adalah salah satu penyebab utama depresi pada lansia.
Alkitab menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan untuk sendirian.

Ayat Alkitab:

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.”
(Kejadian 2:18)

Relasi memberi rasa:

  • diterima,
  • dihargai,
  • masih dibutuhkan.

Ayat Alkitab:

“Hendaklah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih.”
(Ibrani 10:24)

 Aplikasi gereja:

  • Persekutuan lansia kecil
  • Kunjungan pastoral
  • Doa bersama dan saling berbagi cerita hidup
  1. Berdamai dengan Ketergantungan

(Interdependence – Saling Membutuhkan)

Istilah psikologi: Interdependence
Bahasa sederhana: hidup saling membutuhkan.

Banyak lansia merasa rendah diri karena membutuhkan bantuan orang lain.
Namun Alkitab mengajarkan bahwa hidup orang percaya adalah hidup dalam tubuh Kristus.

Ayat Alkitab:

“Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita.”
(1 Korintus 12:26)

Membutuhkan pertolongan bukan menjadi beban, melainkan memberi kesempatan bagi orang lain untuk mengasihi.

Ayat Alkitab:

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu.”
(Galatia 6:2)

 Pembekalan batin:

“Saya tetap berharga meskipun saya membutuhkan orang lain.”

  1. Menemukan Makna Hidup

(Meaning-Making & Life Review)

Istilah psikologi: Life Review
Bahasa sederhana: menengok kembali hidup untuk menemukan makna.

Masa tua adalah waktu merenung, bukan untuk menyesali masa lalu, tetapi untuk melihat bagaimana Tuhan setia memimpin hidup.

Ayat Alkitab:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Mazmur 90:12)

Psikologi menunjukkan bahwa lansia yang mampu melihat makna hidupnya akan lebih damai dan bersyukur.

Ayat Alkitab:

“Orang benar akan berbuah pada masa tuanya.”
(Mazmur 92:15)

 Refleksi lansia:

  • Nilai hidup apa yang ingin saya wariskan?
  • Kesetiaan Tuhan apa yang paling saya syukuri?

Penutup Pembekalan

Masa tua bukan masa ditinggalkan Tuhan,
melainkan masa dipeluk lebih dekat oleh-Nya.

Ayat peneguhan:

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia, dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu.”
(Yesaya 46:4)

Secara psikologis dan iman Kristen, masa tua yang sehat adalah masa:

  • berdamai dengan diri sendiri,
  • tetap terhubung dengan sesama,
  • dan hidup dalam pengharapan kepada Tuhan.